Greysia/Apriyani gagal ke final China Terbuka, takluk dari Misaki/Ayaka

Jakarta  (ANTARA News) – Ganda putri Indonesia Greysia Polii/Apriyani Rahayu gagal ke final setelah takluk dari pasangan Jepang Misaki Matsutomo/Ayaka Takahashi pada semifinal turnamen China Terbuka 2018  di Jiangsu, China, Sabtu.

Greysia/Apriyani, seperti dipantau Antara di Jakarta, dari situs resmi Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF), kalah dalam tiga gim 17-21, 21-12, dan 16-21 selama 76 menit permainan turnamen tingkat Super 1000 itu.

Pertandingan semifinal itu menjadi pertemuan kedelapan dari kedua pasangan dengan kedudukan 1-7 untuk Greysia/Apriyani.

Pada pertemuan terakhir mereka dalam Asian Games 2018, Greysia/Apriyani kalah 15-21, 17-21 dari ganda andalan Negeri Sakura itu.

“Misaki/Ayaka punya pola permainan. Itu terbukti karena mereka adalah juara Olimpiade 2016. Teknik permainan mereka bagus. Kami harus berada di atas mereka dalam mental bertanding meskipun pada tingkatan yang sama,” kata Greysia setelah pertandingan perempat final Jumat (21/9), seperti tercantum dalam situs Persatuan Bulu Tangkis Indonesia (PBSI).

Sementara, itu Apriyani mengatakan perlawanan terberat menghadapi pasangan putri Jepang adalah berganti pola permainan secara cepat setelah kehilangan poin.

“Paling melelahkan bagi saya adalah ketika harus mempertahankan fokus permainan dan menjaga pikiran. Durasi latihan kami lebih lama dibanding pertandingan. Tapi, pertandingan lebih melelahkan empat kali lipat dibanding latihan karena harus menjaga fokus permainan,” kata Apriyani.

Kekalahan Greysia/Apriyani berarti Indonesia hanya menempatkan satu wakil pada pertandingan final turnamen berhadiah total satu juta dolar AS itu yaitu Anthony Ginting pada nomor tunggal putra.

Anthony akan menghadapi tunggal putra Jepang Kento Momota yang mengalahkan pemain tuan rumah Shi Yuqi pada laga semifinal 21-10, 21-17. 

Pewarta: Imam Santoso
Editor: Dadan Ramdani
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Kesalahan servis jegal Kevin/Marcus pertahankan gelar juara China Terbuka

Jakarta, (ANTARA News) – Peluang pasangan atlet bulu tangkis ganda putra Indonesia Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon untuk mempertahankan gelar juara China Terbuka 2018 terjegal kesalahan servis pada pertandingan semifinal yang berlangsung di Changzhou, Jiangsu, China, Sabtu.

“Pukulan servis saya dinyatakan salah empat kali oleh hakim servis pertandingan. Kami sudah rugi poin dan ditambah fokus yang juga terpengaruh ketika akan kembali melakukan servis,” ujar Marcus selepas pertandingan di China seperti dipantau Antara di Jakarta dari situs resmi Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI).

Pasangan yang akrab disapa Minions itu kalah dari ganda tuan rumah Han Chengkai/Zhou Haodong dalam permainan selama 45 menit dengan skor 19-21, 21-11, 17-21 turnamen tingkat Super 1000 itu.

Kevin/Marcus mengaku tidak dapat mengatasi permainan cepat dan keras Han/Zhou, terutama pada gim pertama. Setelah mendapatkan poin imbang 18-18, permainan taktis Han/Zhou mematahkan serangan balik Kevin/Marcus sehingga kehilangan gim pertama.

Meskipun mendapatkan kemenangan pada gim kedua, permainan Kevin/Marcus kembali dimentahkan Han/Zhou saat poin-poin kritis 16-16 gim ketiga.

“Kesalahan servis itu mempengaruhi permainan kami. Tipe shuttlecock di sini memungkinkan serangan-serangan kencang. Kalau kami tidak dapat konsentrasi dengan servis, kami harus bagaimana?” kata Kevin tentang permainan mereka pada semifinal China Terbuka 2018.

Marcus mengharapkan pertandingan bulu tangkis dalam turnamen-turnamen internasional mempunyai alat pengukur sehingga lebih akurat dalam menilai kesalahan servis para pemain.

“Tipe permainan lawan hari ini sama dengan pasangan-pasangan lain Tiongkok,” ujar Marcus.

Pada turnamen China Terbuka 2017 yang berlangsung di Fuzhou, China, Kevin/Marcus meraih gelar juara setelah mengalahkan pasangan Denmark Mathias Boe/Carsten Mogensen dalam dua gim 21-19, 21-11.

Baca juga: Minions tersingkir pada semifinal China terbuka

Pewarta:
Editor: Aditya Eko Sigit Wicaksono
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Gregoria kalah pada perempat final China Terbuka

Jakarta (ANTARA News) – Atlet bulu tangkis tunggal putri Indonesia Gregoria Mariska Tunjung kalah dari pemain Jepang Nozomi Okuhara pada pertandingan putaran perempat final turnamen China Terbuka 2018 yang berlangsung di Changzhou, Jiangsu, China, Jumat.

Greogria, seperti dipantau Antara di Jakarta dari situs Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF), kalah dari pemain unggulan delapan itu dalam tiga gim 15-21, 21-19, 12-21 selama 55 menit permainan.

Catatan pertemuan kedua pemain menjadi 0-2 bagi Gregoria setelah hasil pertandingan perempat final turnamen Super 1000 itu. Sebelumnya, pemain Merah-Putih peringkat 21 dunia itu kalah dari Nozomi pada Kejuaraan Bulu Tangkis Beregu Asia 2018 dalam tiga gim 5-21, 21-19, 15-21.

Atlet asal klub Mutiara Cardinal Bandung itu merupakan satu-satunya wakil Indonesia pada nomor tunggal putri turnamen China Terbuka 2018.

“Penampilan saya belum stabil. Rasa percaya diri juga masih sering hilang dan kadang muncul lagi karena selalu memikirkan cara bermain. Padahal, saya harus berkonsentrasi dengan permainan yang saya jalani,” kata Grego seperti tercantum dalam situs resmi Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI).

Gregoria mengakui ketika harus berhadapan dengan pemain yang punya peringkat dunia di atasnya masih kalah percaya diri dan seringkali kalah dalam pertandingan. “Jalan karir saya masih jauh ke atas,” ujarnya.

Indonesia menempatkan tiga wakil pada putaran semifinal turnamen berhadiah total satu juta dolar AS itu. Mereka adalah tunggal putra Anthony Sinisuka Ginting, ganda putra Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon, dan ganda putri Greysia Polii/Apriani Rahayu.

Pewarta: Imam Santoso
Editor: Tasrief Tarmizi
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Anthony Ginting Melaju Semifinal China Open 2018

Pebulu tangkis Indonesia Anthony Sinisuka Ginting menyapa penonton seusai mengalahkan pebulu tangkis Cina Chen Long pada pertandingan perempat final Cina Open di Olympic Sports Center Xincheng Gymnasium Changzhou, Jiangsu, Cina, Jumat (21/9/2018). Ginting melaju ke semifinal setelah menang dengan skor 18-21, 22-20, 21-16. ANTARA FOTO/Humas PBSI/kye

Ricky/Deby harapan terakhir ganda campuran di China Terbuka

Jakarta (ANTARA News) – Ricky Karanda/Debby Susanto menjadi satu-satunya pasangan ganda campuran Indonesia untuk bisa menembus babak perempat final turnamen bulutangkis China Terbuka setelah di babak kedua menang atas ganda China Lu Kai/Chinchen Lu 21-18, 21-19 di Olympic Sports Center Xincheng, Changzhou, Kamis.

Kemenangan Ricky/Debby menjaga asa Indonesia untuk meraih gelar setelah harapan utama, Lilyana Natsir/Tantowi Ahmad dijegal pasangan Jepang Yuta Watanabe/Arisa Higashino di babak kedua dengan skor 21-12, 14-21, 21-12.

Dua pasangan campuran Indonesia lain, yakni Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti dan Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja, sudah tersingkir di babak pertama.

Pada perempat final, Ricky/Debby akan menantang unggulan empat asal China, Tang Chun Man/Tse Ying Suet  yang menang atas  ganda Malaysia Tan Kian Meng/Lai Pei Jing, 19-21, 21-16, 24-22 

Pewarta: Dadan Ramdani
Editor: Atman Ahdiat
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Singkirkan pemain nomor satu dunia, Ginting ke perempat final China Terbuka

Jakarta (ANTARA News) – Anthony Sinisuka Ginting maju ke perempat final turnamen bulu tangkis China Terbuka setelah di babak kedua secara mengejutkan menyingkirkan pemain nomor wahid dunia, Viktor Axelsen 21-18, 21-17 di Olympic Sports Center Xincheng, Changzhou, Kamis.

Kemenangan tersebut sekaligus merupakan balas dendam Ginting atas pebulu tangkis Denmark yang mengalahkannya pada perempat final Jepang Terbuka 2018 pekan lalu. Dengan demikian skor pertemuan antara kedua pemain menjadi 2-1 untuk keunggulan Ginting.

Anthony Sinisuka Ginting  melaju ke babak kedua China Terbuka 2018 setelah mengalahkan legenda hidup tuan rumah, Lin Dan, pada babak pertama.

Ginting memang mendapat hasil undian yang kurang menguntungkan di China Terbuka 2018 kali ini. Di tempatkan di pool atas, Ginting harus langsung berhadapan dengan Lin Dan di babak pertama dan Axelsen di babak kedua. Batu sandungan berikutnya yang harus dilewati Ginting di babak perempat final  adalah pemenang antara unggulan enam asal China, Chen Long, dan pemain kawakan Denmark,  Jan O Jorgensen.

Pewarta:
Editor: Atman Ahdiat
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Hendra/Ahsan melangkah ke putaran kedua China Terbuka

Jakarta (ANTARA News) – Pasangan atlet bulu tangkis ganda putra Indonesia Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan melangkah ke putaran kedua turnamen China Terbuka 2018 setelah mengalahkan ganda tuan rumah Liu Cheng/Zhang Nan pada laga pertama di Changzhou Jiangsu, China, Rabu.

Hendra/Ahsan, seperti dipantau Antara di Jakarta dari situs resmi Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF), menang dalam dua gim langsung 21-19, 21-14 selama 30 menit permainan turnamen Super 1000 itu.

“Kami mengandalkan strategi permainan karena angin di lapangan dan tipe kok dalam permainan tadi susah. Kami harus benar-benar fokus dalam permainan,” kata Ahsan di China seperti tercantum dalam situs Persatuan Bulu Tangkis Indonesia (PBSI).

Ahsan mengaku dapat tampil baik dalam turnamen berhadiah total satu juta dolar AS itu meskipun masih memerlukan perawatan menyusul cedera pinggang sebelum mengikuti Jepang Terbuka 2018.

“Saya masih bisa menyimpan tenaga karena tidak banyak melakukan permainan reli tadi. Kondisi saya memang belum pulih 100 persen,” kata Ahsan.

Pada laga putaran kedua, Hendra/Ahsan akan menghadapi wakil lain tuan rumah Huang Kaixiang/Wang Yilyu yang merupakan pasangan atlet muda.

“Mereka punya tipe permainan sebagaimana pemain-pemain lain China yaitu kecepatan dan kekuatan serangan. Kami harus fokus pada pola permainan kami,” ujar Hendra.

Sementara, Ahsan mengatakan pasangan muda China itu punya keunggulan permainan yang rapi baik dalam serangan ataupun pertahanan. “Kami harus berjuang buat besok,” ujar Ahsan.

Ganda putra lain Indonesia yang juga melaju ke putaran kedua China Terbuka adalah Berry Angriawan/Hardianto. Berry/Hardianto mengalahkan pasangan Denmark Mads Conrad Petersen/Mads Piele Kolding pada laga pertama 22-20, 11-21, 21-16. 

Pewarta: Imam Santoso
Editor: Tasrief Tarmizi
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Anggi/Ketut tumbang dari unggulan Jepang di China

Jakarta (ANTARA News) – Pasangan atlet bulu tangkis ganda putri Indonesia Anggia Shitta Awanda/Ni Ketut Mahadewi Istarani tumbang dari turnamen China Terbuka 2018 setelah kalah dari ganda Jepang Yuki Fukushima/Sayaka Hirota dalam laga pertama di Changzhou Jiangsu, China, Rabu.

Anggi/Ketut, seperti dipantau Antara di Jakarta dari situs resmi Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF), kalah 16-21, 21-14, 24-26 selama 66 menit permainan turnamen berhadiah total satu juta dolar AS itu.

Hasil turnamen China Terbuka 2018 itu sekaligus menjadi kekalahan kelima pasangan Merah-Putih itu dari Yuki/Sayaka dari tujuh pertemuan mereka sejak turnamen Vietnam International Challenge 2015.

Anggia/Ketut mempunyai peluang besar untuk mengalahkan pasangan peringkat pertama dunia itu setelah unggul 20-18 pada gim ketiga. Hanya saya, ganda putri Negeri Sakura mampu mengimbangi perolehan poin dan menutup kemenangan pada 26-24.

“Kami bermain ragu-ragu pada gim pertama karena lapangan cukup berangin. Kami khawatir serangan kami justru menjadi bola keluar,” kata Anggia selepas permainan seperti tercantum dalam situs Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI).

Anggia mengaku bermain lebih percaya diri bersama Ketut pada gim kedua karena serangan lawan seringkali keluar dari garis lapangan.

“Saat kami unggul pada gim ketiga, kami tidak dapat mematikan lawan. Padahal, kesempatan bagi kami terbuka. Kami juga merasa tidak beruntung pada poin-poin kritis game setting,” kata Anggia.

Sementara, Ketut mengaku serangan-serangan balik pada permainan reli-reli panjang gim ketiga salah arah sehingga lawan justru banyak mendapatkan poin.

Meskipun Anggia/Ketut tersingkir dalam turnamen China Terbuka 2018, Indonesia masih mempunyai dua pasangan yang telah lolos ke pertandingan putaran kedua. Mereka adalah ganda Greysia Polii/Apriani Rahayu dan Della Destiara Haris/Rizki Amelia Pradipta.

Pewarta: Imam Santoso
Editor: Tasrief Tarmizi
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Fajar/Rian singkirkan unggulan tiga China Terbuka 2018

Jakarta  (Antara News) – Pasangan ganda putra Indonesia Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto menyingkirkan ganda Jepang Takeshi Kamura/Keigo Sonoda pada babak pertama China Terbuka 2018  di Changzhou, Jiangsu, China, Selasa.

Fajar/Rian, seperti dipantau Antara di Jakarta dari situs resmi Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF), menaklukkan Kamura/Sonoda dalam tiga gim 20-22, 21-15, 21-15 selama 48 menit.

Kemenangan itu sekaligus menyamakan kedudukan Fajar/Rian menjadi 3-3 dalam pertemuan mereka dengan pasangan Jepang yang menempati peringkat tiga dunia itu. Sebelumnya pada Kejuaraan Dunia 2018 Fajar/Rian kalah dari Kamura/Sonoda 17-21, 16-21.

“Kami masih menyesuaikan diri dengan kondisi lapangan yang sangat berbeda dengan lapangan pada Jepang Terbuka, seperti shuttlecock ataupun kondisi angin,” kata Fajar seperti tercantum dalam situs Persatuan Bulu Tangkis Indonesia (PBSI).

Rian mengatakan kemenangannya atas Kamuran/Sonoda dilatarbelakangi permainan bola-bola “no lob” karena kondisi di lapangan China tidak memungkinkan pasangan Indonesia itu untuk bermain bertahan.

“Kami berusaha untuk terus unggul pada pukulan-pukulan servis dan pukulan pembuka. Kami sudah punya strategi permainan ketika menghadapi Kamura/Sonoda,” kata Rian.

Pada  putaran kedua,  Kamis,  Fajar/Rian akan menghadapi pasangan tuan rumah He Jiting/Tan Qiang yang menempati peringkat 19 dunia. Ganda Indonesia itu mempunyai catatan satu kemenangan atas He/Tan pada turnamen Jerman Terbuka 2018.

“Mereka adalah pasangan yang sedang bersemangat dan punya grafik penampilan bagus baik dari sisi kecepatan ataupun kekuatan serangan. Kami harus mewaspadai hal itu,” ujar Rian.

Selain Fajar/Rian, Indonesia menempatkan lima pasangan putra pada China Terbuka yang akan bertanding pada Rabu (19/9). Lima pasangan itu adalah Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon, Ade Yusuf/Wahyu Nayaka, Ricky Karandasuwardi/Angga Pratama, Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan, dan Berry Angriawan/Hardianto. 

Baca juga: Anthony Ginting bikin kejutan di China Terbuka

Baca juga: Owi/Butet taklukkan ganda Jepang pada China Terbuka
 

Pewarta:
Editor: Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Anthony Ginting bikin kejutan di China Terbuka

Jakarta (ANTARA News) – Pebulu tangkis tunggal putra Indonesia, Anthony Sinisuka Ginting, membuat kejutan dengan mengalahkan salah satu pemain tangguh yaitu Lin Dan pada kejuaraan China Terbuka 2018 di Changzhou, Jiangsu, China, Selasa.

Kemenangan Anthony Ginting ini jelas menjadi kebanggan karena mampu mengalahkan salah satu pemain idolannya dengan lewat laga rubber game dengan skor 22-24, 21-5 dan 21-19.

Perjalanan Anthony untuk meraih kemenangan sebenarnya sudah terlihat sejak gim pertama bahkan mampu unggul. Namun pada gim pertama ini salah satu pemain andalan Indonesia harus menyerah dengan skor 22-24. Pada gim kedua Anthony tampil trengginas dan menang dengan skor 21-5.

Pada gim ketiga Anthony yang sudah unggul jauh 16-10. Namun, Anthony membuang banyak kesempatan dan membuat Lin bangkit. Keadaan menjadi menegangkan saat Lin dengan dramatisnya berhasil menyusul jadi 18-18. Ia bahkan balik memimpin pada kedudukan 19-18 dan membuat Anthony berada dalam tekanan termasuk dari penonton.

Meski demikian, Anthony tetap bermain dengan tenang. Riuh penonton di Olympic Sports Center Xincheng Gymnasium yang mendukung lawannya, ternyata tidak membuat semangatnya luntur. Ia terus berusaha untuk mengumpulkan keyakinannya dan menyelesaikan permainan dengam skor 21-19.

“Saat krusial itu, saya berusaha untuk main net lagi, seperti yang saya lakukan sebelumnya dan memberi saya banyak poin. Waktu kehilangan banyak angka di kedudukan 16-10, Lin memaksa saya untuk mengarahkan bola ke atas dan pengembalian saya seringkali out,” kata Anthony dalam keterangan resmi yang dilansir PB PBSI.

Baca juga: Jonatan, Ginting, Ihsan saling memotivasi

“Waktu unggul jauh itu memang ada rasa tegang juga, tapi saya mencoba untuk benar-benar fokus lagi. Saat saya tahu posisi dia tidak enak, langsung saya cepatkan temponya,” kata Anthony menambahkan.

Anthony sendiri mengaku sudah mengantisipasi pertandingan melawan Lin Dan akan berjalan alot. Apalagi Lin Dan bermain di depan publiknya sendiri.fan dukungan penuh penonton terus diberikan sepanjang pertandingan.

“Dari game pertama saya lihat dia sudah fokus dan mainnya ngotot. Walaupun saya jungkir balik mempercepat permainan, tetap saja dia paksa untuk ambil bola. Beda dengan di game kedua dan ketiga,” kata Anthony menegaskan.

Anthony berharap dirinya bisa tampil kian stabil pasca mencatat hasil baik di Asian Games 2018. Ia berkata bahwa banyak pelajaran yang didapatnya di pesta olahraga se Asia tersebut. Pada babak kedua China Open 2018, Anthony akan berhadapan dengan unggulan pertama, Viktor Axelsen.

Baca juga: Pelatih kawal konsistensi atlet bulu tangkis selepas Asian Games

Baca juga: Lima yel-yel favorit pendukung badminton Indonesia

Pewarta: Bayu Kuncahyo
Editor: Junaydi Suswanto
COPYRIGHT © ANTARA 2018