Lima atlet Ragunan ke delapan besar kejuaraan remaja di Singapura

Jakarta (ANTARA News) –  Sebanyak lima atlet dari Sekolah Olahraga Ragunan melangkah ke babak delapan besar Kejuaraan Remaja Internasional 2018 di Singapura setelah mengalahkan lawan-lawan mereka.
   
Menurut siaran pers yang diterima Antara, Jumat, sukses pertama diraih  Az-Azahra Putri Diana yang menang mudah dua set langsung 21-7, 21-16 saat melawan Nicole Gonzales Chaw asal China Taipei di nomor tunggal   putri kategori dibawah usia 15 (U-15)

Bermain cerdik di babak pertama dengan penempatan bola yang akurat dan dipojok lapangan pertandingan membuat Putri,  panggilan akrab Az-Azhara Putri Diana, membuat Nicole tidak mampu mengembangkan permaian sehingga Putri berhasil dengan mudah mengakhiri game pertama dengan  21-7.

Dibabak kedua,  Nicole sempat memberikan perlawanan melalui bola-bola lambung dan reli panjang,  namun Putri dapat mengatasinya dengan mengahiri permaianan dengan kedudukan 21-16.

Kemenangan Putri melawan Nichole Gonzales Chaw meloloskan dirinya ke partai perempat final yang akan berhadapaan dengan unggulan kelima Jepang,  Hina Akheci pada Sabtu  (29/11).

Putri adalah satu-satunya atlet pelajar asal  Indonesia di kategori U-15 yang lolos ke babak perdelapan final.

Keberhasilan Putri diikuti  oleh ganda putra asal SKO Ragunan yang turun di kategori usia dibawah 17 tahun (U-17), yaitu  M.  Gibran Afriansyah/Gerardo Risqullah Hafiz  yang menghentikan rekan senegara Dheva Asya Fikri/Bela Restu Gusti asal PPOP DKI dengan skor 21-15, 21-17.

Sementara itu,  pasangan ganda putra U-19, M.  Rezky Alfarezi/Azhar Zaim Zaidan juga lolos kebabak perdelapan final setelah menaklukan pasangan Thailand, Retchapol Makkasasithom/Paramet Poomsarin melalui rubber game  16-21, 21-13, 21-16.

Tapi Naya Azza Arfah yang turun di nomor tunggal putri U-15 harus mengakui keunggulan atlet Singapura Lee Xianyi Megan dengan hasil akhir akhir 22-24, 11-21.

Begitu juga,  ganda putri SKO Ragunan kategori U-15 , pasangan Naya Azza Arafah/Az-Zahra Putri Diana juga gagal lolos ke babak perdelapan final setelah dikalahkan pasangan Jepang Kanao Muroyo – Sorano Yushikawa dengan dua set langsung 11-21, 12-21.

Dengan hasil di pertandingan di hari ketiga ini, SKO Ragunan berhasil meloloskan lima pemainnya melaju ke babak delapan besar dari sembilan pemain yang di kirim dalam kejuaraan ini.

Singapore Youth International Series 2018  merupakan kejuaraan bulutangkis  internasional yang masuk dalam kalender  Badminton World Federation (BWF) dan Badminton Asia  untuk menentukan perhitungan poin rengking individu.

Kejuaraan yang berlangsung 26 November – 2 Desember ini mempertandingkan nomor tunggal putra-putri dan ganda putra putri untuk kategori junior usia dibawah 13, 15,17 dan 19 tahun diikuti Indonesia,  Jepang,  China Taipei,  Australia, Malaysia, Hongkong, Vietnam,  Perancis,  Thailand dan tuan rumah Singapura.

Selain dari SKO Ragunan, atlet Indonesia lainnya juga berasal dari  beberapa klub bulutangkis seperti Klub Jaya Raya,  Klub Chandra Wijaya,  Klub Djarum,  Klub Sarwendah,  Klub Victory,  dan PPOP DKI Jakarta.

Terkait keikutsertaan SKO Ragunan,  Kepala Bidang Sekolah Khusus Olahraga  Asdep Pembudayaan Olahraga Kemenpora, Pura Dermawan menjelaskan  pihaknya melihat pentingnya pengumpulan poin untuk meningkatkan peringkat individul atlet pelajar SKO Ragunan.

Ditambahkannya,  Kemenpora melalui Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Olahrga memfasilitasi sembilaan atlet bulutangkis  SKO Ragunan untuk ikut pada kejuaraan ini.

“SKO Ragunan dibawah pembinan Kemenpora,  karenanya Kemenpora melalui Deputi Peeningkatan Prestasi Olahraga merasa perlu memfasilitasi sembilan atlet bulutangkis SKO Ragunan untuk mengumpulkan poin melalui kejuaraan seperti ini, ” kata Pura Dermawan.

“Semakin tinggi level kejuaraannya, semakin banyak poin yang diraih, dengan demikian semakin banyak atlet binaan kita yang memiliki rangking individu yang tinggi,” katanya menambahkan.

Baca juga: PB Tangkas bertekad terus lahirkan atlet kelas dunia

Baca juga: Juara dunia junior diguyur bonus

Pewarta: Atman Ahdiat
Editor: Junaydi Suswanto
COPYRIGHT © ANTARA 2018