Minions melaju ke perempat final setelah tekuk pasangan Jerman

Jakarta, (Antara News) – Pasangan ganda putra Indonesia Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon, atau akrab disapa Minions, melaju ke perempat final turnamen bulu tangkis Denmark Terbuka 2018 setelah menekuk ganda Jerman Mark Lamsfuss/Marvin Emil Seidel pada laga kedua.

Minions, seperti dipantau Antara di Jakarta, Kamis, dari situs resmi Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF), menang dalam dua gim langsung 21-17, 21-14 selama 32 menit permainan turnamen tingkat Super 750 itu.

Kemenangan atas Mark/Marvin itu menjadi kemenangan kedua pasangan Indonesia peringkat pertama dunia itu setelah kemenangan sebelumnya pada turnamen Prancis Terbuka 2016 dengan skor 21-14, 18-21, 21-18.

“Lawan hari ini dan kemarin memang punya karakter permainan yang beda. Pemain Jerman punya tipe permainan yang lambat. Kalau pemain China, punya permainan cepat seperti Kevin/Marcus,” kata asisten pelatih ganda putra pemusatan latihan nasional Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) seperti dikutip Tim Humas dan Media PBSI yang diterima Antara di Jakarta, Kamis malam.

Aryono mengatakan permainan Kevin/Marcus sempat terbawa pola permainan lawan terutama pada awal gim kedua. Namun, pasangan Indonesia itu mampu mengembalikan tempo permainan khas mereka yaitu permainan cepat.

“Mudah-mudahan pada pertandingan perempat final mereka dapat bertemu Berry/Hardi. Tapi, Berry/Hardi harus menang atas pasangan Jepang,” kata Aryono tentang peluang Minions untuk menghadapi sesama pasangan Indonesia Berry Angriawan/Hardianto pada laga perempat final.

Pasangan Berry/Hardi akan menghadapi pasangan Jepang Takuro Hoki/Yugo Kobayashi pada laga putaran kedua yang akan menjadi pertemuan kedua mereka setelah Jepang Terbuka 2018.

“Kevin/Marcus harus mengendalikan permainan kok mereka sehingga lebih fokus dan sabar,” kata Aryono. ***4***

Baca juga: Owi/Butet menang pada laga pertama Denmark Terbuka

Baca juga: Ricky/Debby taklukkan ganda China pada putaran pertama

Pewarta: Imam Santoso
Editor: Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2018