Superliga Junior jadi ajang pemantauan tim nasional

Jakarta (ANTARA News) – Kejuaraan Blibli.com Superliga Junior 2018 menjadi ajang pemantauan pemusatan latihan nasional Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) untuk mencari pemain-pemain yang akan masuk dalam tim junior inti nasional menuju kejuaraan-kejuaraan beregu internasional.

“Kejuaraan seperti ini lebih memudahkan kami untuk mencari pemain karena para pemain-pemain yang ikut tentu pemain andalan masing-masing klub. Jangkauan kami untuk mencari pemain tidak terlalu luas dengan melihat potensi dalam kejuaraan itu,” kata Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI Susy Susanti selepas konferensi pers Kejuaraan Blibli.com Superliga Junior 2018 di Jakarta, Senin.

Susy mengatakan Kejuaraan Superliga Junior juga menjadi ajang pemantauan bagi pelatnas PBSI untuk melihat mental dan keberanian para atlet-atlet klub pada pertandingan beregu.

“Pada poin-poin kritis permainan atau dalam penentuan bagi tim, bagaimana? Itu akan menjadi acuan penilaian kami tidak hanya teknik, tapi juga mental, keberanian, keyakinan, dan kepintaran mereka di lapangan,” kata Susy.

Peraih medali emas Olimpiade Barcelona 1992 itu mengatakan pertandingan beregu dapat mengungkap potensi pemain-pemain junior, terutama kerja sama dalam tim.

“Kami butuh pemain yang saling mendukung dalam pertandingan beregu, bukan pemain yang egois. Penentuan kemenangan itu dari semua pemain dalam pertandingan beregu,” kata Susy.

Pemain yang mampu bermain rangkap, baik pada nomor tunggal ataupun ganda, menurut Susy, akan lebih dibutuhkan dalam kejuaraan beregu.

Susy menambahkan pertandingan-pertandingan dalam kejuaraan beregu dapat meningkatkan mental dan kemampuan bertanding pemain pada pertandingan perorangan.

“Lihat saja Anthony Ginting. Pada pertandingan beregu dia sudah main total, tapi kalah. Itu menjadi pelajaran baginya sehingga pada pertandingan perorangan dapat bermain lebih baik dan lebih yakin, secara teknik dan strategi,” kata Susy. 

Pewarta: Imam Santoso
Editor: Tasrief Tarmizi
COPYRIGHT © ANTARA 2018