Hasil Evaluasi Kemendag: Harga Pangan Lebaran 2018 Terjaga

Jakarta – Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita memaparkan hasil evaluasi harga pangan selama Lebaran 2018. Ia menjelaskan selama jelang Ramadan dan Lebaran stok keamanan dan harga pangan di pasaran cukup terjaga.

“Tanpa kerjasama dengan pemda dan asosiasi pelaku usaha semua nggak mungkin terjadi dalam dua tahun berturut turut sesuatu fenomena yang dianggap biasa yaitu kenaikan harga saat jelang Ramadan bahkan di beberapa tempat dan komoditi yang biasa terjadi kelangkaan kekurangan yang belum tentu kurang tapi saat harga berlebihan itulah dianggap biasa. Kita bisa mengatasi hal itu,” kata dia saat rapat Evaluasi Stabilisasi Harga dan Pasokan Bahan Pokok Selama Puasa dan Lebaran 2018 di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Kamis (5/7/2018).

Dalam evaluasi tersebut Enggar menyerahkan penghargaan kepada para asosiasi sebagai salah satu bentuk apresiasi kepada satgas pangan dan pengusaha yang telah bersinergi dengan baik mewujudkan stabilitas harga barang kebutuhan pokok (bapok) menjelang dan saat puasa dan Lebaran 2018.


Hampir semua asosiasi hadir, seperti Asosiasi Pengusaha Retail Indonesia (Aprindo), Pengusaha penggilingan Padi Indonesia (Perpadi) dan beberapa asosiasi daging potong, daging ayam dan daging olahan. Ada pula asosiasi pengusaha minyak yang hadir sampai asosiasi tepung terigu.

Ia mengapresiasi komitmen dari para pelaku usaha yang telah membantu pemerintah agar konsumen dapat membeli bapok dengan harga terjangkau.

“Saya mengapresiasi upaya dan sinergi yang baik antara Pemerintah Daerah, Kementerian Pertanian, Bulog, Satgas Pangan, Bank Indonesia, serta para pelaku usaha, sehingga harga dan ketersediaan bapok pada puasa dan Lebaran tahun ini kembali dapat dijaga stabilitasnya,” kata dia.

Stabilisasi harga pangan tercermin dari tingkat inflasi kelompok bahan makanan di bulan Mei dan Juni 2018 yang terkendali.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, inflasi kelompok bahan makanan pada Mei dan Juni 2018 tercatat sebesar 0,21% dan 0,88%, masih mencerminkan kondisi yang terjaga dan terkendali.

Di tahun 2017, tingkat inflasi kelompok bahan makanan juga terkendali dengan 0,86% di bulan Mei dan 0,69% di bulan Juni.

“Sinergi ini telah mampu menghasilkan inflasi terendah dalam lima tahun terakhir. Bi/a membandingkan periode puasa dalam empat tahun terakhir, tingkat inflasi khususnya di kelompok bahan makanan cenderung turun,” imbuh Mendag. Tingkat inflasi nasional di bulan Juni 2018 tercatat sebesar 0,59%. Nilai ini lebih rendah dari tingkat inflasi nasional bulan Juni 2017 yang sebesar 0,69%. (dna/dna)

Hobijudi.com – Situs judi bola online terbaik terbesar terpercaya indonesia resmi dan se asia dunia internasional