Tim junior bidik semifinal kejuaraan dunia 2018

Jakarta (ANTARA News) – Tim bulu tangkis Indonesia membidik putaran semifinal pada Kejuaraan Dunia Junior 2018 yang berlangsung di Markham Pan Am Center, Ontario, Kanada, pada 5-10 November.

“Tim Indonesia menjadi tim unggulan dua dengan target semifinal. Kami berharap tim kami dapat mencapai target sesuai dengan undian, yaitu final. Tapi, kami harus fokus pada satu demi satu pertandingan,” kata Manajer Tim Indonesia dalam Kejuaraan Dunia Junior 2018 Susy Susanti dalam keterangan tertulis Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) itu yang diterima Antara di Jakarta, Senin.

Tim junior Merah-Putih masuk grup H bersama tim junior Inggris, Meksiko, dan Austria. Susy yang juga menjabat sebagai Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI itu mengaku optimistis timnya dapat melalui fase grup tanpa kendala.

“Kami optimistis dapat meraih juara grup sbobet. Indonesia masih punya kekuatan di atas tim lain dalam grup sbobet. Kami unggul pada sektor ganda putra, ganda putri, dan ganda campuran. Tunggal putra juga cukup kuat. Hanya mungkin sektor tunggal putri yang kekuatannya sedikit di bawah nomor lain,” ujarnya.

Susy mengaku kekuatan sektor tunggal putri dalam Kejuaraan Dunia Junior 2018 berbeda dengan kejuaraan pada 2017.

Indonesia menurunkan 23 atlet juniornya di Kanada yang akan bertanding pada nomor beregu dan perorangan. Pertandingan beregu berlangsung pada Senin (5/11) hingga Sabtu (10/11). Sedangkan pertandingan perorangan akan berlangsung pada 12-18 November.

Para pemain junior yang bertanding dalam Kejuaraan Dunia 2018 itu merupakan pemain-pemain yang telah mengikuti Kejuaraan Asia Junior 2018 yang berlangsung di Jakarta pada Juli.

“Kami memilih para pemain dengan kriteria prestasi, peringkat, dan potensi mereka, serta kebutuhan tim. Kami target satu gelar juara. Kami juga berharap dapat mempertahankan dua gelar,” ujar Susy.

Pada Kejuaraan Dunia Junior 2017, Indonesia mendapatkan gelar pada sektor tunggal putri atas nama Gregoria Mariska Tunjung dan ganda campuran atas nama Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari.

Berikut nama-nama pemain junior Indonesia yang akan turun pada nomor pertandingan beregu:

Putra
1.    Ikhsan Leonardo Imanuel Rumbay (tunggal putra)
2.    Karono (tunggal putra)
3.    Alberto Alvin Yulianto (tunggal putra)
4.    Christian Adinata (tunggal putra)
5.    Daniel Marthin (ganda putra)
6.    Bernadus Bagas Kusumawardana (ganda putra)
7.    Pramudya Kusumardana Riyanto (ganda putra/ganda campuran)
8.    Ghifari Anandaffa Prihrdika (ganda putra/ganda campuran)
9.    Leo Rolly Carnando (ganda putra/ganda campuran)
10.  Rehan Naufal Kusharjanto (ganda campuran)

Putri:
1.    Putri Kusuma Wardani (tunggal putri)
2.    Stephani Widjaja (tunggal putri)
3.    Yasnita Enggira Setiawan (tunggal putri)
4.    Agatha Imanuela (ganda putri)
5.    Febriana Dwipuji Kusuma (ganda putri)
6.    Nita Violina Marwah (ganda putri)
7.    Putri Syaikah (ganda putri)
8.    Siti Fadia Silva Ramadhanti (ganda putri/ganda campuran)
9.    Ribka Sugiarto (ganda putri/ganda campuran)
10.  Lisa Ayu Kusumawati (ganda campuran).

Minions gagal di final Prancis Terbuka

Jakarta (ANTARA News) – Pasangan ganda putra bulu tangkis nomor satu dunia, Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon, harus merelakan gelar juara Prancis Terbuka 2018 tergelincir dari genggaman mereka setelah takluk dari pasangan China Han Chengkai/Zhou Haodong, dalam partai final di Paris, Prancis, Minggu.

Pasangan yang akrab disapa Minions itu takluk lewat tiga gim 21-23, 21-8, 17-21, dalam laga yang berlangsung selama 52 menit, demikian catatan pertandingan laman resmi BWF.

Kekalahan di partai final turnamen berhadiah total 750 ribu dolar AS itu, catatan pertemuan Kevin/Marcus dengan Han/Zhou menjadi 1-2, setelah sebelumnya mereka juga menelan kekalahan saat bersua di China Terbuka 2018.

“Kami tetap bersyukur dengan hasil yang telah kami raih pada dua pekan berturut-turut mencapai putaran final. Tenaga kami juga sudah terkuras,” kata Marcus selepas pertandingan di Stadion Pierre de Coubertin, Paris seperti tercantum dalam situs resmi Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI).

Sinyo, panggilan Marcus, mengaku banyak melakukan kesalahan dengan bola-bola keluar garis lapangan pada gim ketiga. Sedangkan pada gim pertama, pasangan Indonesia itu mengaku kurang beruntung.

“Kok di sini lebih berat dibanding di Denmark sehingga tenaga kami banyak terkuras,” kata Sinyo yang telah mengoleksi tujuh gelar juara sepanjang keikutsertaan mereka dalam berbagai turnamen internasional sbobet indonesia pada 2018, termasuk Denmark Terbuka 2018.

Meskipun kalah di Paris, Sinyo menambahkan hasil yang telah diraihnya bersama Kevin sudah lebih dari cukup karena masuk putaran final pada turnamen tingkat Super 750.

“Kami harus mengevaluasi penampilan kami karena tentu ada yang kurang dari permainan tadi. Kami harus mempelajari lagi,” kata Sinyo.

Sementara, Kevin mengatakan pola permainannya bersama Marcus harus lebih tenang meskipun sedang tertekan oleh lawan. “Kami harus pintar mengatur strategi permainan karena lawan bermain cepat dan tidak mudah ditaklukkan,” kata Kevin.

Selepas mengikuti dua turnamen di Eropa, yaitu Denmark dan Prancis, Kevin/Marcus akan kembali turun pada dua turnamen lain pada November 2018 yaitu China Terbuka di Fuzhou dan Hong Kong Terbuka di Kowloon.

Hendra/Ahsan masih berpeluang lolos grup B

Jakarta (ANTARA News) – Atlet bulu tangkis ganda putra Indonesia Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan masih mengantongi harapan untuk lolos babak penyisihan grup B Kejuaraan World Tour Finals 2018 setelah dalam pertandingan kedua grup di Guangzhou, China, Kamis.

Pasangan atlet senior Indonesia itu, seperti dipantau Antara di Jakarta dari situs resmi Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF), menang atas ganda Taiwan Liao Min Chun/Su Ching Heng 21-18, 21-14 pada laga kedua penyisihan grup B selama 36 menit permainan.

Kemenangan di Guangzhou itu menjadi revans bagi Hendra/Ahsan setelah kekalahan kubu Indonesia dalam All England 2018 Liao/Su.

“Kami sudah berusaha menerapkan pola permainan kami sendiri sejak awal tanding. Kami harus yakin mampu mengimbangi permainan lawan,” kata Ahsan tentang permainannya menghadapi pasangan muda Taiwan itu.

Ahsan mengaku pola permainan pada laga kedua penyisihan grup B itu akan diterapkannya lagi bersama Hendra pada pertandingan ketiga menghadapi pasangan lain Taiwan Chen Hung Ling/Wang Chi-Lin pada Jumat (14/12).

“Kami belum tahu pola permainan lawan pada pertandingan selanjutnya. Tapi, kami harus yakin sejak awal dan tidak boleh tertinggal meraih poin,” kata Ahsan.

Sementara, Hendra mengatakan pasangan Liao/Su yang menempati peringkat 14 dunia punya pertahanan yang rapat.

Sebelumnya pada laga pertama grup B, Hendra/Ahsan kalah dari pasangan Jepang Hiroyuki Endo/Yuta Watanabe dengan skor 4-21, 18-21.

Pasangan atlet Merah-Putih peraih gelar Juara Dunia 2013 dan 2015 itu berpeluang lolos grup B jika berhasil mengalahkan pasangan Chen/Wang pada laga terakhir penyisihan, Jumat (14/12). 

Pewarta: Imam Santoso
Editor: Tasrief Tarmizi
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Indonesia Masters 2019 ajang pemanasan jelang Olimpiade

Jakarta (ANTARA News) – Ketua Umum Pengurus Pusat Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) Wiranto mengatakan kejuaraan Daihatsu Indonesia Masters 2019 di Istora Senayan Jakarta, 22-27 Januari 2019 merupakan ajang pemanasan menjelang Olimpiade 2020. 

“Daihatsu Indonesia Masters 2019 adalah pemanasan sebelum masuk ke Olimpiade 2020. Oleh karena itu, turnamen tersebut harus dimanfaatkan dengan baik oleh semua atlet,” kata Wiranto dalam konferensi pers Daihatsu Indonesia Masters 2019 di Jakarta, Senin. 

Lebih lanjut, dia pun meminta kepada seluruh atlet yang akan berlaga dalam turnamen tersebut agar mengerahkan kemampuan terbaiknya, sehingga dapat mencapai prestasi atau hasil yang maksimal. 

“Indonesia Masters yang akan diadakan pada Januari 2019 itu bisa menjadi awalan yang baik untuk perjalanan atlet-atlet kedepannya. Saya berharap semua atlet bisa berprestasi maksimal dalam turnamen tersebut. 

Sementara itu, General Manager, Overseas Sales and Marketing Promotion Department Daihatsu Motor Ichiro Otaki menuturkan Daihatsu Indonesia Masters 2019 juga akan menjadi ajang pebulutangkis dunia untuk tampil sekaligus memperebutkan hadah total sebesar 350.000 dolar Amerika Serikat. 

“Kami berharap turnamen itu dapat berjalan dengan lancar dan sukses. Kami bangga bisa memberikan kontribusi dalam hal yang positif, khususnya olahraga bulutangkis. Semoga kerja sama sponsorship ini dapat berlangsung dalam waktu yang lama,” ungkap Ichiro. 

Turnamen Daihatsu Indonesia Masters 2019 akan diikuti oleh sejumlah pebulutangkis unggulan Indonesia, diantaranya jonatan Christie, Liliyana Natsir, Kevin Sanjaya Sukamuljo, Marcus Fernaldi Gideon, Tontowi Ahmad dan masih banyak lagi. 

Tiket turnamen tersebut dijual dengan harga mulai dari Rp50.000. Untuk mengantisipasi kehabisan tiket, masyarakat dapat membeli tiket terlebih dahulu melalui situs www.blibli.com dan www.tiket.com mulai 17 Desember 2018. Baca juga: Daihatsu Indonesia Masters 2019 Siap Digelar Januari

Pewarta: Rr. Cornea Khairany
Editor: Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Pelatih tingkatkan latihan pertahanan Marcus

Jakarta (ANTARA News)  – Pelatih sektor ganda putra pemusatan latihan nasional Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Herry Iman Pierngadi meningkatkan latihan pertahanan bagi atletnya Marcus Fernaldi Gideon jelang turnamen World Tour Final 2018 yang akan berlangsung di Guangzhou, China, pada 12-16 Desember.

“Marcus fokus pada peningkatan kualitas pertahanan. Marcus seringkali jadi sasaran serangan pemain-pemain China ketika mereka saling berhadapan,” kata Herry dalam keterangan tertulis PBSI yang diterima Antara di Jakarta, Kamis.

Pelatih yang akrab disapa Herry IP itu mengatakan peningkatan sisi pertahanan Marcus sudah tampak hingga pada sesi latihan Kamis pagi. “Kami sudah evaluasi itu. Progres sisi pertahananya sudah banyak meningkat,” katanya.

Marcus yang berpasangan dengan Kevin Sanjaya Sukamuljo akan menjadi tumpuan Indonesia untuk menyabet gelar juara World Tour Final 2018 pada nomor ganda putra.

Pasangan yang akrab disapa Minions itu telah menjalani program latihan selama dua pekan jelang keikutsertaan mereka pada turnamen berhadiah total 1,5 juta dolar AS itu.

Juara turnamen Super Series Finals 2017 itu masih menyimpan catatan kekalahan dua kali beruntun dari pasangan putra China Han Chengkai/Zhou Haodong yaitu pada turnamen China Terbuka 2018 dan Prancis Terbuka 2018.

“Kekalahan mereka dari pasangan muda China itu dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti hakim servis ketika dalam turnamen China Terbuka 2018. Keputusan hakim servis itu mengganggu konsentrasi permainan Kevin/Marcus. Kami sudah berdisuksi dengan mereka jika kembali terjadi keputusan seperti itu dan apa yang perlu dilakukan,” kata Herry.

Faktor psikologis pasangan muda Han/Zhou, menurut Herry, juga menentukan pertandingan ketika berhadapan dengan Minions. “Jika Han/Zhou kalah itu biasa. Kalau menang, tentunya itu jadi kejutan sehingga mereka bermain tanpa beban. Peringkat Han/Zhou itu jauh di bawah Kevin/Marcus,” katanya.

Indonesia mengirim enam wakil dalam turnamen World Tour Finals 2018. Mereka adalah Anthony Sinisuka Ginting dan Tommy Sugiarto pada nomor tunggal putra; Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon dan pasangan senior Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan pada nomor ganda putra; Greysia Polii/Apriyani Rahayu pada nomor ganda putri; dan Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja pada nomor ganda campuran.

Tim Indonesia akan bertolak ke Guangzhou pada Minggu (9/12). Sedangkan jadwal pengundian World Tour Finals 2018 akan berlangsung pada 10 Desember 2018, pukul 10.15 waktu Guangzhou.

Baca juga: Minions akui persiapan World Tour Final belum maksimal
 

Pewarta: Imam Santoso
Editor: Irwan Suhirwandi
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Jawa Barat siap lanjutkan tradisi lahirkan pebulu tangkis dunia

Bandung  (ANTARA News) Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan Provinsi Jawa Barat siap melanjutkan tradisi melahirkan atlet bulu tangkis kelas dunia.

Sejumlah pebulu tangkis asal Jabar yang mampu berkiprah di pentas dunia, di antaranya adalah Tan Joe Hok, Christian Hadinata, Iie Sumirat, Susi Susanti, Ricky Subagja, Taufik Hidayat hingga Anthony Sinisuka Ginting.

“Saya ingin lahir kembali pebulu tangkis hebat Jabar, seperi Iie Sumirat, Susi Susanti, Ricky Subagja dan masih banyak lagi,” kata Ridwan Kamil usai menghadiri pelantikan kepengurusan baru Pengprov Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Jabar periode 2018-2022 di Aula Barat Gedung Sate Bandung, Sabtu.

Ia mengatakan sebagai bentuk dukungan pemerintah agar menghasilkan pebulu tangkis hebat Jabar, pihaknya akan berupaya menambah fasilitas latihan, frekuensi kejuaraan yang levelnya lebih tinggi, hingga pendekatan di sekolah tingkat SMP untuk membangkitkan minat anak-anak muda.

“Mari kita rumuskan bersama PBSI Jabar dan lebih intensif melakukan pertemuan agar menghasilkan perubahan. Saya kira kombinasi niat baik, proaktif dari PBSI serta `sport science` di UPI, mudah-mudahan kita bisa menghasilkan atlet yang tangguh,” kata Emil.

Menurut Emil, olahraga bulu tangkis mampu menyatukan perbedaan karena memiliki nilai nasionalisme yang tinggi.

“Saya sudah saksikan tidak ada nasionalisme terwujud kecuali pada saat kita menonton pertandingan bulu tangkis. Kita boleh berbeda-beda tapi kalau sudah menonton pertandingan bulu tangkis semua bersatu untuk Merah Putih,” ucapnya.

Senada dengan Gubernur Emil, Ketua Umum PP PBSI yang juga Menkopolhukam Wiranto mengatakan Jabar adalah gudangnya atlet kelas dunia.

“Kita tahu banyak sekali pebulu tangkis dari Jabar yang mengukir sejarah sebagai pemain legendaris tingkat dunia,” kata Wiranto.

Ia berharap PBSI Jabar di bawah kepengurusan yang baru ini mampu meneruskan tradisi menghasilkan atlet kelas dunia melalui pembinaan yang serius.

Wiranto optimistis dengan dukungan dari Gubernur Jabar melalui kebijakan dan program-programnya, pebulu tangkis kelas dunia asal Jabar tidak mustahil akan kembali hadir.

“Saya yakin dengan dukungan Pak Gubernur (Jabar) dan bibit pemain yang begitu banyak di Jabar, harapan kita untuk kembali menghadirkan atlet kelas dunia dari Jabar akan tercapai,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Pengprov PBSI Jabar yang baru dilantik, Ahmad Wiyagus mengungkapkan permasalahan yang dihadapi saat ini dalam mengukir prestasi adalah kualitas SDM. Oleh karena itu, fokusnya ke depan bersama jajaran pengurus adalah peningkatan kualitas SDM.

“Kualitas SDM, itu menjadi catatan dan fokus saya ke depan, karena tidak mungkin ada prestasi kalau kualitas SDM tidak ditingkatkan,” ungkapnya.

Hal itu sesuai dengan tema pelantikan yakni, mewujudkan kualitas SDM yang berintegritas dalam rangka terlaksananya tertib organisasi PBSI Jabar untuk mengukir prestasi di kancah nasional dan internasional.

Pascapelantikan ini ia akan langsung menggelar Musyawarah Kerja Provinsi (Mukerprov) dengan PBSI kabupaten/kota.

“Kita akan menggelar Mukerprov PBSI yang mendiskusikan dan menyepakati bersama untuk membuat cetak biru yang menjadi roadmap bagi pengurus PBSI Jabar dan menjadi acuan bagi pengurus PBSI kabupaten dan kota,” kata Ahmad.

Pewarta:
Editor: Dadan Ramdani
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Lima atlet Ragunan ke delapan besar kejuaraan remaja di Singapura

Jakarta (ANTARA News) –  Sebanyak lima atlet dari Sekolah Olahraga Ragunan melangkah ke babak delapan besar Kejuaraan Remaja Internasional 2018 di Singapura setelah mengalahkan lawan-lawan mereka.
   
Menurut siaran pers yang diterima Antara, Jumat, sukses pertama diraih  Az-Azahra Putri Diana yang menang mudah dua set langsung 21-7, 21-16 saat melawan Nicole Gonzales Chaw asal China Taipei di nomor tunggal   putri kategori dibawah usia 15 (U-15)

Bermain cerdik di babak pertama dengan penempatan bola yang akurat dan dipojok lapangan pertandingan membuat Putri,  panggilan akrab Az-Azhara Putri Diana, membuat Nicole tidak mampu mengembangkan permaian sehingga Putri berhasil dengan mudah mengakhiri game pertama dengan  21-7.

Dibabak kedua,  Nicole sempat memberikan perlawanan melalui bola-bola lambung dan reli panjang,  namun Putri dapat mengatasinya dengan mengahiri permaianan dengan kedudukan 21-16.

Kemenangan Putri melawan Nichole Gonzales Chaw meloloskan dirinya ke partai perempat final yang akan berhadapaan dengan unggulan kelima Jepang,  Hina Akheci pada Sabtu  (29/11).

Putri adalah satu-satunya atlet pelajar asal  Indonesia di kategori U-15 yang lolos ke babak perdelapan final.

Keberhasilan Putri diikuti  oleh ganda putra asal SKO Ragunan yang turun di kategori usia dibawah 17 tahun (U-17), yaitu  M.  Gibran Afriansyah/Gerardo Risqullah Hafiz  yang menghentikan rekan senegara Dheva Asya Fikri/Bela Restu Gusti asal PPOP DKI dengan skor 21-15, 21-17.

Sementara itu,  pasangan ganda putra U-19, M.  Rezky Alfarezi/Azhar Zaim Zaidan juga lolos kebabak perdelapan final setelah menaklukan pasangan Thailand, Retchapol Makkasasithom/Paramet Poomsarin melalui rubber game  16-21, 21-13, 21-16.

Tapi Naya Azza Arfah yang turun di nomor tunggal putri U-15 harus mengakui keunggulan atlet Singapura Lee Xianyi Megan dengan hasil akhir akhir 22-24, 11-21.

Begitu juga,  ganda putri SKO Ragunan kategori U-15 , pasangan Naya Azza Arafah/Az-Zahra Putri Diana juga gagal lolos ke babak perdelapan final setelah dikalahkan pasangan Jepang Kanao Muroyo – Sorano Yushikawa dengan dua set langsung 11-21, 12-21.

Dengan hasil di pertandingan di hari ketiga ini, SKO Ragunan berhasil meloloskan lima pemainnya melaju ke babak delapan besar dari sembilan pemain yang di kirim dalam kejuaraan ini.

Singapore Youth International Series 2018  merupakan kejuaraan bulutangkis  internasional yang masuk dalam kalender  Badminton World Federation (BWF) dan Badminton Asia  untuk menentukan perhitungan poin rengking individu.

Kejuaraan yang berlangsung 26 November – 2 Desember ini mempertandingkan nomor tunggal putra-putri dan ganda putra putri untuk kategori junior usia dibawah 13, 15,17 dan 19 tahun diikuti Indonesia,  Jepang,  China Taipei,  Australia, Malaysia, Hongkong, Vietnam,  Perancis,  Thailand dan tuan rumah Singapura.

Selain dari SKO Ragunan, atlet Indonesia lainnya juga berasal dari  beberapa klub bulutangkis seperti Klub Jaya Raya,  Klub Chandra Wijaya,  Klub Djarum,  Klub Sarwendah,  Klub Victory,  dan PPOP DKI Jakarta.

Terkait keikutsertaan SKO Ragunan,  Kepala Bidang Sekolah Khusus Olahraga  Asdep Pembudayaan Olahraga Kemenpora, Pura Dermawan menjelaskan  pihaknya melihat pentingnya pengumpulan poin untuk meningkatkan peringkat individul atlet pelajar SKO Ragunan.

Ditambahkannya,  Kemenpora melalui Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Olahrga memfasilitasi sembilaan atlet bulutangkis  SKO Ragunan untuk ikut pada kejuaraan ini.

“SKO Ragunan dibawah pembinan Kemenpora,  karenanya Kemenpora melalui Deputi Peeningkatan Prestasi Olahraga merasa perlu memfasilitasi sembilan atlet bulutangkis SKO Ragunan untuk mengumpulkan poin melalui kejuaraan seperti ini, ” kata Pura Dermawan.

“Semakin tinggi level kejuaraannya, semakin banyak poin yang diraih, dengan demikian semakin banyak atlet binaan kita yang memiliki rangking individu yang tinggi,” katanya menambahkan.

Baca juga: PB Tangkas bertekad terus lahirkan atlet kelas dunia

Baca juga: Juara dunia junior diguyur bonus

Pewarta: Atman Ahdiat
Editor: Junaydi Suswanto
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Praveen/Melati melaju putaran kedua Korea Masters 2018

Jakarta (ANTARA News) – Atlet bulu tangkis ganda campuran Indonesia Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti melaju ke putaran kedua turnamen Korea Masters 2018 dengan mengalahkan pasangan Taiwan Chang Ko-Khi/Cheng Chi Ya pada laga pertama.

Praveen/Melati yang menempati unggulan pertama, seperti dipantau Antara di Jakarta, Selasa, dari situs resmi Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF), menang dalam dua gim langsung 21-17, 21-14 selama 26 menit permainan atas Chang/Cheng.

Pelatih sektor ganda campuran pemusatan latihan nasioal Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Nova Widianto kepada Antara di Jakarta menyatakan Korea Masters 2018 menjadi turnamen penutup bagi pasangan peringkat 14 dunia itu sepanjang 2018.

“Mereka akan tetap berpasangan pada tahun depan,” kata Nova yang menemani atlet-atlet pelatnas PBSI dalam Korea Masters di Gwangju, Korea Selatan.

Nova berharap ganda Praveen/Melati mampu menaikkan peringkat dunia mereka dengan meraih banyak poin pada Korea Masters sebagai penutup 2018 sehingga lolos kualifikasi Olimpiade Tokyo 2020 semakin terbuka.

“Jika mereka masuk peringkat delapan besar, mereka akan menjadi pasangan ungglan dan tidak perlu berhadapan dengan lawan-lawan yang berat pada pertandingan awal,” kata mantan atlet yang berpasangan dengan Liliyana Natsir itu.

Sebagai pasangan unggulan pertama, Nova berharap Praveen/Melati mampu menjaga konsistensi permainan mereka sehingga dapat meraih gelar juara Korea Masters 2018.

“Permainan Praveen/Melati punya kualitas. Hanya saja, mereka terkendala fokus permainan saat berhadapan dengan lawan di lapangan,” kata Nova.

Pada pertandingan putaran kedua turnamen berhadiah total 250 ribu dolar AS itu, Praveen/Melati akan menghadapi pasangan lain Taiwan Lee Fang-Chih/Sung Shou Yun yang akan berlangsung pada Kamis (29/11).

Selain Praveen/Melati, Indonesia mengirim tiga wakil lain ganda campuran dalam Korea Masters 2018. Mereka adalah pasangan Alfian Eko Prasetya/Marsheilla Gischa Islami, Akbar Bingtang Cahyono/Winny Oktavina Kandow, dan Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari. 

Pewarta: Imam Santoso
Editor: Tasrief Tarmizi
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Sri Fatmawati hentikan dominasi “ratu sirnas”

Surabaya  (ANTARA News) – Pebulu tangkis tunggal dewasa putri PB Jaya Raya Jakarta, Sri Fatmawati menghentikan upaya atlet berjuluk “Ratu Sirnas” Hanna Ramadini meraih gelar juara keenamnya di turnamen seri Sirkuit Nasional (Sirnas) 2018.

“Alhamdulillah dan puji syukur bisa menang sekaligus juara di Sirnas kali ini,” ujar Sri Fatmawati kepada wartawan usai bertanding di partai puncak Djarum Sirkuit Nasional Premier Jawa Timur Open 2018 di GOR Sudirman, Sabtu.

Disaksikan ratusan penonton, pebulu tangkis kelahiran Probolinggo tersebut menang atas Hanna yang berasal dari klub Mutiara Cardinal Bandung, dengan angka 13-21, 21-18 dan 21-17.

 Mengawali pertandingan, Sri Fatmawati sempat kesulitan di gim pertama dan menyerah dengan angka cukup jauh, tapi di gim kedua dan ketiga pebulu tangkis berusia 19 tahun tersebut lebih percaya diri sehingga mampu unggul meski selisihnya tidak telak.

“Tidak menyangka sampai juara meski sebenarnya saya tidak diunggulkan. Sebelumnya juga sempat ingin melawan dan mengalahkan Kak Hanna,” ucapnya.

Dari delapan seri yang digelar Djarum Sirkuit Nasional, Hanna yang merupakan atlet mantan penghuni Pelatnas Cipayung sukses di lima seri Sirnas, yakni di Tasikmalaya (Jawa Barat), Makassar (Sulawesi Selatan), Jakarta, Balikpapan (Kalimantan Timur) dan Denpasar (Bali).

Sementara itu, di bagian tunggal dewasa putra, pebulu tangkis PB Jaya Raya Jakarta, Krishna Adi Nugraha sukses melanjutkan tren positif usai mengandaskan Wisnu Yuli Prasetyo asal PB Pertamina Fastron dengan angka 21-18, 14-21 dan 21-7.

Kemenangan tersebut sekaligus membuktikan bahwa Krishna masih lebih kuat dibandingkan pesaing-pesaingnya, bahkan mencatatkan gelar juara keempat di ajang Sirnas.

“Bersyukur bisa jadi juara dan ini adalah target saya. Meski cukup puas, tapi semoga tahun depan bisa lebih baik dan harus tetap ada evaluasi,” katanya.

Berstatus unggulan pertama, Krishna tampil agresif di gim pertama, tapi perlawanan sengit ditunjukkan Wisnu Yuli di gim kedua, lalu di gim penutup permainan terbaik Krishna tak bisa dibendung, bahkan menang dengan angka cukup telak.

Sepanjang rangkaian Sirnas 2018, ia mendulang empat gelar juara dari lima kali penampilannya, yakni juara pada seri pembuka di Purwokerto, kemudian Tasikmalaya, Makassar, dan terakhir di seri penutup, di Surabaya.

Ia hanya gagal sekali pada seri kelima di Jakarta usai terhenti di babak semifinal, sedangkan di seri Pekanbaru, Balikpapan dan Bali tak diikutinya.

Pewarta:
Editor: Dadan Ramdani
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Kejurnas 2018 ajang penilaian promosi dan degradasi pelatnas

Jakarta (ANTARA News) – Pengurus Pusat Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) akan menggelar Kejuaraan Nasional 2018 di Sport Mall Kelapa Gading, Jakarta, pada 18-22 Desember, sebagai ajang penilaian terakhir promosi dan degradasi atlet-atlet pemusatan latihan nasional.

“Kami akan memulangkan semua atlet ke klub mereka masing-masing jelang Kejurnas 2018. Kami akan memanggil kembali para atlet itu setelah kejurnas dengan pengumuman daftar promosi dan degradasi pada awal 2019,” kata Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI Susy Susanti dalam keterangan tertulis yang diterima Antara di Jakarta, Rabu.

Namun, Susy mengatakan Kejurnas 2018 itu bukan satu-satunya penilaian promosi dan degradasi atlet-atlet pelatnas karena PBSI menilai penampilan atlet secara keseluruhan dari kejuaraan-kejuaraan lain.

Pengurus Provinsi PBSI DKI Jakarta akan menjadi tuan rumah dalam kejuaraan yang dibagi menjadi dua divisi itu, yaitu Divisi I dan Divisi II.

Daerah yang akan masuk sebagai peserta Divsi I harus memenuhi persyaratan memberikan kontribusi besar atlet-atlet mereka dalam pelatnas PBSI, atlet atau klub yang meraih juara I Divisi II pada kejurnas sebelumnya, serta atlet tunggal atau ganda yang masuk peringkat 30 besar dunia dan dihitung satu bulan sebelum kejurnas.

Provinsi yang masuk sebagai peserta Divisi I karena banyak menyumbang atlet dalam pelatnas PBSI antara lain DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.

Selain berdasarkan daerah, Kejurnas 2018 akan dibedakan berdasarkan kategori usia yaitu taruna (U-19) dan dewasa. Para peserta kategori usia dewasa akan bertanding pada nomor beregu campuran sebagaimana sistem pertandingan dalam Piala Sudirman menyusul kejurnas digelar pada tahun genap.

Sementara, peserta kategori taruna akan mengikuti pertandingan nomor perorangan yaitu tunggal putra, tunggal putri, ganda putra, ganda putri, dan ganda campuran.

“Kejurnas Taruna akan menjadi salah satu tempat ujian para atlet muda serta untuk meninjau hasil pembinaan bibit-bibit atlet muda di klub,” ujar Susy.

Pewarta: Imam Santoso
Editor: Irwan Suhirwandi
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Kevin/Marcus raih gelar juara ke sembilan usai menangi Hong Kong Terbuka

Jakarta (ANTARA News) – Ganda putra Indonesia Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon merebut gelar juara dalam turnamen Hong Kong Terbuka 2018 sekaligus sebagai gelar kesembilan mereka sepanjang 2018.

Pasangan yang akrab disapa Minions itu, seperti dipantau Antara di Jakarta, Minggu malam, dari situs resmi Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) menang atas pasangan Jepang Takeshi Kamura/Keigo Sonoda dalam pertandingan final dengan skor 21-13, 21-12 selama 35 menit permainan.

Kemenagan pada laga final Hong Kong Terbuka yang berlangsung di Kowloon, Hong Kong, itu menjadi kemenangan ke tujuh Minions atas pasangan peringkat tiga dunia itu. Catatan pertemuan mereka pun menjadi 7-4 setelah kemenangan pada turnamen tingkat Super 500 itu.

“Kami langsung fokus sejak awal permainan dan tidak menyangkan penampilan lawan berbeda karena biasanya pertemuan dengan mereka berlangsung ketat,” kata Marcus seperti tercantum dalam situs Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI).

Pemain yang akrab disapa Sinyo itu mengatakan permainannya bersama Kevin langsung menekan pasangan unggulan empat itu sehingga lawan tidak mampu mengembangkan pola permainannya.

Sementara, Kevin mengaku hasil mempertahankan gelar juara dalam Hong Kong Terbuka itu bukan merupakan permainan yang mudah meskipun berlangsung dalam 35 menit.

“Kami memang lebih siap pada pertandingan hari ini dan jarang sekali membuat kesalahan dengan selalu menekan lawan,” kata Kevin.

Gelar Hong Kong Terbuka 2018 menjadi gelar kesembilan bagi pasangan peringkat dunia itu. Sebelumnya, Kevin/Marcus meraih gelar juara pada turnamen Indonesia Masters pada Januari, India Terbuka pada Februari, All England pada Maret, Indonesia Terbuka pada Juli, Asian Games 2018 pada Agustus, Jepang Terbuka pada September, Denmark Terbuka pada Oktober, dan China Terbuka pada November.

“Kami selalu fokus pada setiap pertandingan. Kami tidak mau lengah sama sekali. Kami juga ingin memberikan penampilan terbaik kami pada semua turnamen yang kami ikuti, kondisi fisik juga dijaga,” kata Kevin.

Pasangan atlet putra andalan Indonesia itu, menurut Sinyo, membidik gelar juara pada turnamen penutup tahun yaitu BWF World Tour Final yang akan berlangsung di Guangzhou, China, pada 12-16 Desember.  

Pewarta: Imam Santoso
Editor: Dadan Ramdani
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Dua ganda campuran Indonesia singkirkan unggulan Hong Kong

Jakarta (ANTARA News) – Dua pasangan atlet bulu tangkis ganda campuran Indonesia Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja dan Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti melaju ke perempat final turnamen Hong Kong Terbuka 2018 setelah menyingkirkan pasangan-pasangan unggulan pada laga kedua di Kowloon, Hong Kong, Kamis (15/11).

Hafiz/Gloria, seperti dipantau Antara di Jakarta, Kamis malam, menang atas wakil tuan rumah Tang Chun Man/Tse Ying Suet pada laga selama 52 menit dengan skor 21-16, 14-21, 21-15 dalam turnamen tingkat Super 500 itu.

Kemenangan di Hong Kong itu sekaligus menjadi revans Hafiz/Gloria atas Tang/Tse pada turnamen Prancis Terbuka 2018. Kedudukan kedua pasangan itu pun menjadi 1-1 setelah ganda Indonesia menyingkirkan pasangan unggulan delapan Hong Kong di “kandang” mereka.

“Kami banyak memperbaiki hal-hal nonteknis. Sejak juara dalam Thailand Terbuka 2018, penampilan kami terus merosot. Kami berusaha memperbaiki itu dan mendapatkan hal positif seperti komunikasi di lapangan yang lebih baik,” kata Gloria seperti tercantum dalam situs Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI).

Hafiz mengatakan permainannya bersama Gloria agak kendor pada gim kedua menyusul kesalahan yang mereka lakukan dalam penerapan strategi permainan.

“Kami saling menyemangati dan mampu bangkit pada gim penentuan,” kata Hafiz.

Sementara, ganda Praveen/Melati menaklukkan pasangan Malaysia Goh Soon Huat/Lai Shevon Jemie dalam dua gim langsung 21-14, 21-16 laga putaran kedua selama 33 menit.

Pertandingan di Hong Kong menjadi pertemuan pertama Praveen/Melati yang menempati peringkat 15 dunia dengan Goh/Lai yang berada pada posisi 11 dunia.

Pada laga perempat final yang akan berlangsung Jumat waktu setempat, Hafiz/Gloria akan menghadapi pasangan Thailand Dechapol Puavaranukroh/Sapsiree Taerattanachai.

Pertandingan itu akan menjadi pertemuan kedua Hafiz/Gloria dengan ganda Thailand itu. Sebelumnya, kedua pasangan saling berhadapan dalam China Terbuka 2018 dengan hasil kemengan kubu Negeri Gajah Putih 21-15, 21-9.

Pasangan Praveen/Melati akan menantang ganda unggulan dua asal China Wang Yilyu/Huang Dongping pada laga perempat final turnamen berhadiah total 400 ribu dolar AS itu. Wang/Huang mengantongi dua kemenangan dalam dua pertemuan mereka dengan Praveen/Melati. 

Pewarta: Imam Santoso
Editor: Tasrief Tarmizi
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Indonesia bidik gelar perorangan Kejuaraan Dunia Junior

Jakarta (ANTARA News) – Indonesia membidik setidaknya satu gelar perorangan dari lima nomor yang dipertandingkan dalam Kejuaraan Bulu Tangkis Dunia Junior 2018 di Markham Pan Am Center, Ontario, Kanada, 12-18 November 2018.

“Jika dilihat dari daftar unggulan Kami punya peluang dari tunggal putra, ganda putri, atau ganda campuran. Kami bisa berharap dari salah satu sektor itu,” ungkap Manajer Tim Bulu Tangkis Junior Indonesia dalam Kejuaraan Dunia 2018 Susy Susanti seperti tercantum dalam situs resmi Persatuan Bulu Tangkis Indonesia (PBSI) yang dipantau Antara di Jakarta, Senin dini hari.

Tim junior Indonesia akan menurunkan 23 atlet dalam pertandingan perorangan pada sektor tunggal putra, tunggal putri, ganda putra, ganda putri, dan ganda campuran.

Tim junior Indonesia mempunyai empat wakil yang menduduki posisi unggulan dua dunia dalam kejuaraan di Toronto itu seperti Ikhsan Leonardo Imanuel Rumbay pada tunggal putra.

Selain Ikhsan, Indonesia punya tiga pasangan atlet yang juga menjadi unggulan dua yaitu Ghifari Anandaffa Prihardika/Pramudya Kusumawardana Riyanto pada ganda putra, Ribka Sugiarto/Febriana Dwipuji Kusuma pada ganda putri, dan ganda campuran Rehan Naufal Kusharjanto/Siti Fadia Silva Ramadhanti.

“Setelah fokus pada pertandingan beregu, mereka harus sudah siap lagi untuk pertandingan perorangan. Mulai lagi dari awal. Hasil pertandingan beregu menjadi pembelajaran juga buat mereka. Mereka punya tambahan pengalaman, tekanan, kesulitan, dan hal-hal nonteknis lainnya. Mereka harus lebih siap dan lebih fokus lagi,” ujar Susy.

Peraih medali emas Olimpiade Barcelona 1992 itu mengatakan tunggal putra Ikhsan bermain bagus pada pertandingan beregu dalam Kejuaraan Dunia Junior itu.

“Ikhsan tidak boleh terlalu percaya diri karena lawan itu kan berbeda-beda dan lebih banyak lagi. Pertandingan beregu menjadi bekal buat Ikhsan untuk tampil lebih baik lagi,” kata Susy.

Pada pertandingan beregu, Ikhsan  mencatatkan hasil sempurna karena selalu menyumbang poin bagi tim junior Merah-Putih. Lima kali diturunkan, Ikhsan terus mendulang poin bagi timnya, bahkan menjadi satu-satu wakil yang berhasil merebut poin dari Korea Selatan pada laga semifinal. Tapi, Indonesia kalah dari tim putra Korea Selatan 1-3.

Pada pertandingan perorangan, Ikhsan langsung menuju laga putaran kedua dan menunggu pemenang pertandingan antara atlet Malaysia Wai Yap Wyman Goh dengan tunggal putra Norwegia Benjamin Norden.

Baca juga: Garuda Muda Masuk Semifinal BWF World Junior Championships

Pewarta: Imam Santoso
Editor: Gilang Galiartha
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Owi/Butet lunasi kekalahan dari ganda campuran Malaysia

Jakarta (ANTARA News) – Pasangan ganda campuran andalan Indonesia, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir, sukses meraih kemenangan atas pasangan Malaysia Goh Soon Huat/Shevon Jemie Lai dengan skor 21-17 dan 21-19 dalam kejuaraan Fuzhou China Open 2018.

Hasil itu melunasi kekalahan yang sebelumnya mereka derita saat bertemu Goh/Lai dalam kejuaraan Singapore Open 2018, dengan skor 19-21 dan 18-21.

Pada gim pertama di Fuzhou, Owi/Butet sempat membuat Goh/Lai tidak berkutik. Akan tetapi, pada gim kedua, pasangan Malaysia itu mulai memberikan perlawanan, sehingga Owi/Butet beberapa kali tertinggal dalam perolehan angka.

Terlebih, pada gim kedua, Goh/Lai sempat unggul 14-10 dan 19-18 dari Owi/Butet, sebelun akhirnya pasangan ganda campuran andalan Indonesia itu mampu menutup peluang lawan untuk memainkan gim ketiga dan memenangkan pertandingan tersebut.

“Dari awal, kami sudah menguasai permainan. Di gim kedua, mereka pasti sudah tahu karakter bola dan lapangan, jadi bisa bermain total. Namun di gim terakhir itu kami lebih tenang. Yang penting, jangan sampai lengah,” kata Liliyana dalam siaran pers yang diterima Antara, Selasa.

Meskipun demikian, dia mengaku tidak akan menganggap enteng seluruh lawan yang akan dihadapi dalam kejuaraan tersebut. Dia akan berusaha tetap fokus dan tampil dengan maksimal.

“Lawan tidak bisa dianggap enteng. Selain itu, shuttlecock yang dipakai disini juga cukup berat. Jadi harus siap capek. Kejuaraan ini tidak mudah,” ujar Liliyana.

Sementara itu, Tontowi mengungkapkan walaupun sudah beradaptasi dengan kondisi lapangan dan shuttlecock yang digunakan, pasangan Malaysia tersebut tidak mudah untuk dikalahkan, sehingga butuh perjuangan ekstra untuk menaklukannya.

“Pasangan Malaysia itu bermain aman, jadi tidak mudah ditaklukan. Mudah-mudahan di pertandingan selanjutnya, kami lebih tahan lagi dalam menghadapi lawan-lawan kami,” ungkap Tontowi.

Pada pertandingan selanjutnya di Fuzhou China Open 2018, Liliyana/Tontowi akan berhadapan dengan Hwi Tae Kim/Kim Hye Jeong dari Korea Selatan. Kedua pasangan tersebut belum pernah saling berhadapan. 

Baca juga: Tim Junior Indonesia Menang Telak Atas Macau

Pewarta: Rr. Cornea Khairany
Editor: Gilang Galiartha
COPYRIGHT © ANTARA 2018

IDHOKI.COM (http://199.188.200.23) adalah Situs Agen Judi Bola & Live Casino Online yang menyediakan cara main sbobet indonesia paling mudah dan praktis melalui Whatsapp, Livechat, BBM, dan Wechat untuk permainan seperti taruhan judi bola, rolet, bakarat, classic game dan masih banyak lagi.

Susi Susanti: Tim junior Indonesia cepat beradaptasi

Jakarta (ANTARA News) – Pengurus Pusat Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) mengatakan tim junior Indonesia yang akan berlaga dalam kejuaraan BWF World Junior Championships 2018 di Kanada cepat beradaptasi dengan cuaca dingin. 

“Kalau tidak cepat menyesuaikan diri, pasti akan susah. Tapi di hari ketiga, saya lihat mereka (para atlet) sudah cukup menyesuaikan,” kata Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI Susi Susanti dalam siaran pers yang diterima Antara di Jakarta, Senin. 

Menurut perempuan yang juga menjabat sebagai manajer tim bulu tangkis Indonesia itu, seluruh tim, termasuk atlet, memang sengaja berangkat lebih awal untuk mengantisipasi jet lag dan cuaca dingin. 

“Karena setidaknya butuh satu sampai dua hari untuk menyesuaikan diri. Di sini (Kanada), waktunya tidur kita harus bangun, waktunya bangun kita mengantuk. Jadi, memang butuh penyesuaian,” ujar Susi. 

Sementara itu, pelatih fisik PBSI yang turut mendampingi tim Indonesia Yansen Alpine menuturkan cuaca dingin menjadi kendala non teknis yang harus dihadapi. Maka dari itu, pihaknya menyiapkan program latihan khusus untuk mengatasi kendala tersebut. 

“Program khusus itu memperbanyak jogging dan stretching sebelum latihan. Karena di sini (Kanada) dingin, jadi harus banyak gerak. Sebelum latihan, mereka (para atlet) harus benar-benar panas,” tutur Yansen. 

BWF World Junior Championship 2018 berlangsung mulai 5 hingga 18 November 2018 di Markham Pan Am Venue, Ontario, Kanada. Tim Junior Indonesia yang terdiri dari 23 atlet telah bertolak menuju Kanada sejak Rabu (31/10) lalu. 

BWF World Junior Championships 2018 akan mempertandingkan dua nomor, yaitu beregu dan perorangan. Pertandingan beregu campuran berlangsung pada 5 hingga 10 November 2018, sedangkan pertandingan perorangan berlangsung mulai 12 hingga 18 November 2018. 

Pada hari pertama, 5 November 2018, terdapat dua jadwal pertandingan yang akan dijalani oleh Tim Junior Indonesia, yaitu menghadapi Austria pada pukul 12.00 siang waktu Kanada dan juga menghadapi Macau pada pukul 19.00 malam waktu Kanada. 

Baca juga: Tim junior Indonesia lakukan program khusus adaptasi cuaca dingin
 

Pewarta: Rr. Cornea Khairany
Editor: Irwan Suhirwandi
COPYRIGHT © ANTARA 2018

IDHOKI.COM (http://199.188.200.23) adalah Situs Agen Judi Bola & Live Casino Online yang menyediakan cara main sbobet indonesia paling mudah dan praktis melalui Whatsapp, Livechat, BBM, dan Wechat untuk permainan seperti taruhan judi bola, rolet, bakarat, classic game dan masih banyak lagi.

PBSI Targetkan Satu Gelar di BWF World Junior Championship

Jakarta (ANTARA News) – Pengurus Pusat Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) menargetkan tim junior Indonesia dapat meraih satu gelar juara dalam Kejuaraan BWF World Junior Championships 2018 di Markham Pan Am Venue, Ontario, Kanada.

“Target tim junior Indonesia dalam BWF World Junior Championships 2018 adalah bisa meraih satu gelar juara. Semoga target itu bisa kami capai,” kata Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI Susi Susanti saat dihubungi Antara di Jakarta, Sabtu.

Sampai dengan saat ini, menurut mantan pebulutangkis itu, persiapan tim junior Indonesia sudah cukup baik, sehingga diharapkan seluruh atlet dapat mengeluarkan kemampuan terbaiknya selama berlangsungnya pertandingan tersebut.

“Persiapan atlet-atlet junior kita berjalan baik. Latihan juga sudah dilakukan sejak jauh-jauh hari. Sekarang kami fokus ke pertandingan. Semoga semuanya berjalan dengan baik dan atlet-atlet junior kita bisa mencetak prestasi yang membanggakan,” ujar Susi.

Sementara itu, dia mengungkapkan peluang untuk meraih gelar juara dalam kompetisi tersebut terletak pada sejumlah nomor pertandingan, yaitu ganda putri, mix double dan tunggal putra. Meskipun demikian, dia tetap berharap setiap atlet dapat tampil secara maksimal.

“Saat ini, seluruh atlet sedang dalam masa adaptasi dengan kondisi di Kanada. Mereka (para atlet) juga sudah mulai latihan. Hari ini, rencananya, kami akan mencoba lapangan pertandingan. Kondisi keseluruhan atlet saat ini cukup baik. Semoga semuanya berjalan dengan lancar,” ungkap Susi.

BWF World Junior Championship 2018 akan berlangsung 5 hingga 18 November 2018 di Markham Pan Am Venue, Ontario, Kanada. Tim junior Indonesia yang terdiri dari 23 atlet telah bertolak menuju Kanada sejak Rabu (31/10) lalu.

BWF World Junior Championships 2018 akan mempertandingkan dua nomor, yaitu beregu dan perorangan. Pertandingan beregu campuran berlangsung pada 5 hingga 10 November 2018, sedangkan pertandingan perorangan berlangsung mulai 12 hingga 18 November 2018.

Pada hari pertama, 5 November 2018, terdapat dua jadwal pertandingan yang akan dijalani oleh Tim Junior Indonesia, yaitu menghadapi Australia pada pukul 12.00 siang waktu Kanada dan juga menghadapi Macau pada pukul 19.00 malam waktu Kanada.
Baca juga: Superliga Junior jadi ajang pemantauan tim nasional

Pewarta: Rr. Cornea Khairany
Editor: Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2018

IDHOKI.COM (http://199.188.200.23) adalah Situs Agen Judi Bola & Live Casino Online yang menyediakan cara main sbobet indonesia paling mudah dan praktis melalui Whatsapp, Livechat, BBM, dan Wechat untuk permainan seperti taruhan judi bola, rolet, bakarat, classic game dan masih banyak lagi.

Sejumlah atlet bulu tangkis terima tawaran menjadi PNS

Jakarta (ANTARA News) – Sejumlah atlet bulutangkis peraih medali Asian Games 2018 mengaku ingin memanfaatkan bonus yang telah diberikan oleh pemerintah berupa pengangkatan menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS). 

Salah satu atlet tersebut, yakni Apriyani Rahayu yang berhasil memenangkan medali perunggu Asian Games 2018 dalam pertandingan bulutangkis ganda putri bersama dengan Greysia Polli. 

“Saya mau ambil tawaran jadi PNS. Lagipula, itu tawaran yang bagus. Sayang sekali kalau tidak dimanfaatkan,” kata Apriyani usai acara konferensi pers di Jakarta, Rabu. 

Menurut dia, dengan menerima tawaran tersebut, maka itu berarti menghargai tawaran yang diberikan oleh pemerintah, sehingga harus diterima dan dimanfaatkan dengan sebaik mungkin. 

“Saya sudah isi formulir untuk jadi PNS itu. Tapi masih belum ada pemberitahuan lebih rinci mengenai tugas dan penempatannya di bagian apa. Saya tunggu saja,” ujar Apriyani. 

Sementara itu, peraih medali perunggu Asian Games 2018 lainnya, yaitu Liliyana Natsir juga mengaku tidak akan menyia-nyiakan tawaran untuk menjadi PNS tersebut. Bahkan sekalipun dia telah berencana untuk menjadi wiraswasta. 

“Memang saya ada rencana untuk membuka usaha sendiri setelah pensiun jadi atlet. Tapi saya juga tidak mau melewatkan tawaran untuk menjadi PNS. Saya mau ambil tawaran itu,” tutur Liliyana. 

Hal senada juga disampaikan oleh pasangan ganda putra peraih medali emas Asian Games 2018, yakni Kevin Sanjaya Sukamuljo dan Marcus Fernaldi Gideon yang mengaku akan menerima tawaran untuk menjadi abdi negara. 

“Mau. Saya mau jadi PNS. Kenapa tidak? Kan sudah dapat tawaran dari pemerintah,” tutur Kevin singkat. 

Sedangkan bagi Marcus, menjadi pegawai negeri merupakan pekerjaan yang baik, sehingga sayang sekali apabila tawaran tersebut dilewatkan begitu saja. 

“Saya mau terima tawaran jadi PNS. Itu (PNS) pekerjaan yang bagus. Sudah ditawarkan, ya terima saja,” ungkap Marcus. 

Seperti diketahui, selain bonus berupa uang tunai, pemerintah juga memberikan bonus berupa pengangkatan menjadi PNS bagi para atlet yang berhasil meraih medali dalam ajang Asian Games 2018. 

Baca juga: BRI apresiasi atlet bulutangkis berprestasi dalam Asian Games 2018

Pewarta: Rr. Cornea Khairany
Editor: Tasrief Tarmizi
COPYRIGHT © ANTARA 2018

IDHOKI.COM (http://199.188.200.23) adalah Situs Agen Judi Bola & Live Casino Online yang menyediakan cara main sbobet indonesia paling mudah dan praktis melalui Whatsapp, Livechat, BBM, dan Wechat untuk permainan seperti taruhan judi bola, rolet, bakarat, classic game dan masih banyak lagi.

Gregoria pastikan mundur dari kejuaraan Jerman akibat cedera

Jakarta, (Antara News) – Atlet bulu tangkis tunggal putri Indonesia Gregoria Mariska Tunjung dipastikan mundur dari turnamen SaarLorLux 2018 di Saarbrucken, Jerman, 30 Oktober – 4 November menyusul cedera pinggang sejak turnamen Denmark Terbuka 2018.

“Setelah melakukan tindakan indetifikasi cedera di Pusat Medis Olahraga di Paris, Gregoria tidak memungkikan untuk mengikuti turnamen berikutnya. Kami memilih untuk memberikan istirahat bagi Gregoria,” kata pelatih kepala tunggal putri Minarti Timur seperti yang dilansir laman Persatuan Bulu Tangkis Indonesia (PBSI) yang dipantau Antara di Jakarta, Minggu.

Baca juga: Cedera pinggang paksa Gregoria mundur dari Prancis Terbuka

Minarti mengatakan pemulihan cedera bagi Gregoria bertujuan menghindari risiko lebih parah pada kondisi fisik atlet berusia 19 tahun itu.

Gregoria semula merasakan cedera pinggang ketika bertanding pada laga perempat final Denmark Terbuka 2018 ketika menghadapi pemain tuan rumah Line Hojmark Kjaersfeldt.

“Gregoria sudah mendapatkan obat dan vitamin untuk pemulihan cederanya. Semoga dia bisa pulih secepatnya. Semestinya kondisi Gregoria tidak perlu dikhawatirkan,” kata Minarti.

Atlet asal klub Mutiara Cardinal Bandung itu masih dijadwalkan untuk mengikuti turnamen Korea Terbuka 2018 pada November. “Tapi, kami masih ingin melihat hasil pemeriksaan dokter PBSI di Jakarta, nanti,” ujar Minarti.

Selepas Gregoria mundur dari Jerman, Indonesia akan mengirimkan atlet tunggal putri Fitriani selain pasangan ganda putri Rizki Amelia Pradipta/Ni Ketut Mahadewi Istarani.

Sebelumnya, Gregoria menyatakan mundur pada gim kedua laga perempat final Prancis Terbuka 2018 ketika menghadapi pemain unggulan Jepang Akane Yamaguchi dengan skor 15-21, 6-11. ***4***

Baca juga: Susy berharap capaian Gregoria di Denmark hanya langkah awal
 

Pewarta: Imam Santoso
Editor: Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2018

IDHOKI.COM (http://199.188.200.23) adalah Situs Agen Judi Bola & Live Casino Online yang menyediakan cara main sbobet indonesia paling mudah dan praktis melalui Whatsapp, Livechat, BBM, dan Wechat untuk permainan seperti taruhan judi bola, rolet, bakarat, classic game dan masih banyak lagi.

Kevin/Marcus lolos ke final Prancis Terbuka

Jakarta (ANTARA News) – Pasangan ganda putra andalan Indonesia, Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon, lolos ke putaran final turnamen bulu tangkis Prancis Terbuka 2018 dengan menaklukkan pasangan India dalam pertandingan semifinal yang berlangsung di Paris, Prancis, Sabtu waktu setempat.

Kevin/Marcus, seperti dipantau Antara di Jakarta, Minggu dini hari, dari situs resmi Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF), menang dalam dua gim langsung 21-12, 26-24 atas pasangan Satwiksairaj Rankireddy/Chirag Shetty selama 42 menit permainan turnamen tingkat Super 750 itu.

Pasangan atlet Merah-Putih yang akrab disapa Minions itu semakin mengokohkan catatan pertemuan mereka dengan Satwiksairaj/Chirag menjadi 5-0 setelah hasil di Paris itu.

Minions sebetulnya berpeluang menyelesaikan permainan tanpa melewati game setting pada gim kedua. Hanya saja ketika kubu Indonesia meraih match point 21-19, ganda India peringkat 25 dunia itu mampu menambah satu poin sehingga memaksa Kevin/Marcus bermain hingga lewat poin 20 gim kedua.

“Permainan lawan pada gim kedua sangat berbeda dengan gim pertama. Mereka punya peningkatan pola permainan. Pada gim pertama, mereka mungkin bermain secara gugup sehingga bermain tidak nyaman,” kata Marcus yang mengaku lega bisa lolos ke putaran final seperti tercantum dalam situs resmi Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI).

Sementara, Kevin mengakui perubahan pola permainan Satwiksairaj/Chirag pada gim kedua dari sisi kecepatan dan pertahanan yang lebih rapat dalam turnamen berhadiah total 750 ribu dolar AS itu.

Baca juga: Cedera pinggang paksa Gregoria mundur dari Prancis Terbuka

Pada pertandingan putaran final yang akan berlangsung Minggu waktu setempat di Stadion Pierre de Coubertin Paris, Kevin/Marcus akan menantang pasangan China Han Chengkai/Zhou Haodong yang telah menundukkan ganda Taiwan Lee Jhe-Huei/Lee Yang 13-21, 21-18, 21-17 dalam pertandingan semifinal.

Pertemuan di Prancis Terbuka 2018 itu akan menjadi catatan pertemuan ketiga bagi Kevin/Marcus dengan Han/Zhou setelah keduanya saling berhadapan dalam Kejuaraan Dunia 2018 dan China Terbuka 2018.

“Kami sudah mengevaluasi penampilan kami pada pertemuan sebelumnya. Kami harus lebih siap kelelahan dengan kondisi lapangan di Paris karena lawan tidak mudah ditaklukkan. Mereka pernah mengalahkan kami sehingga kami akan lebih waspada,” kata Kevin.

Minions menjadi satu-satunya wakil Indonesia yang mampu menembus putaran final Prancis Terbuka 2018 setelah ganda putri Greysia Polii/Apriyani Rahayu kalah 10-21, 8-21 dari pasangan Jepang Mayu Matsumoto/Wakana Nagahara di semifinal.

Baca juga: Greysia/Apriyani gagal pertahankan gelar Prancis Terbuka

Pewarta: Imam Santoso
Editor: Gilang Galiartha
COPYRIGHT © ANTARA 2018

IDHOKI.COM (http://199.188.200.23) adalah Situs Agen Judi Bola & Live Casino Online yang menyediakan cara main sbobet indonesia paling mudah dan praktis melalui Whatsapp, Livechat, BBM, dan Wechat untuk permainan seperti taruhan judi bola, rolet, bakarat, classic game dan masih banyak lagi.

PB Djarum pertahankan gelar beregu campuran junior Pembangunan Jaya

Jakarta  (ANTARA News) – PB Djarum Kudus sukses mempertahankan juara turnamen beregu campuran junior Pembangunan Jaya Cup setelah di partai final di GOR Jaya Raya, Bintaro, Tangerang Selatan, Banten, Sabtu menang 3-0 atas PB Exist Jakarta.

Tim yang berpusat di Kudus Jawa Tengah ini membuka keunggulan melalui pasangan ganda campuran Leo Rollyncarnando/Indah Cahya Sari Jamil. Keduanya harus bermain selama 50 menit untuk mengalahkan Dejan Ferdinansyah/Nita Violina Marwah, 22-20, 21-14

Pemain tunggal putra Bobby Setiabudi memperbesar keunggulan menjadi 2-0. Bobby sukses menundukkan Yonathan Ramlie dengan 21-19, 21-14.

Kemenangan Djarum dipastikan lewat pasangan ganda putra Daniel Marthin/Leo Rollycarnando. Pasangan ini mengalahkan Caesar Bagus Sadewa/Dejan Ferdinansyah 21-15, 18-21, 21-18 dalam waktu 1 jam 15 menit.

Dengan hasil ini, PB Djarum sukses mempertahankan gelar sebagai juara turnamen beregu campuran junior Pembangunan Jaya Cup. Sementara itu PB Exist Jakarta harus puas sebagai runner-up.

Adapun tuan rumah PB Jaya Raya Jakarta berada di peringkat ketiga, setelah megalahkan Mutiara Cardinal Bandung 3-0.

Jaya Raya membuka keunggulan lewat pasangan ganda campuran Ferdian Mahardika Ranialdy/Dinda Dwi Cahyaning. Mereka menundukkan pasangan Alif Rafsyah Mauthuthihona/Rayhan Vania Salsabila dalam laga berdurasi 27 menit.

PB Jaya Raya menambah keunggulan lewat pemain tunggal putra Karono. Bertemu Muhammad Antonio Dhyasz pada partai kedua, Karono menang dalam 45 menit.

Jaya Raya semakin dekat dengan kemenangan setelah menurunkan pasangan Ferdian Mahardika Ranialdy/Ghifari Anandaffa Prihardika pada partai ketiga. Secara kemampuan, mereka memang masih di atas lawan, yaitu pasangan Ari Kusuma/Bagas Febrian Sani.

Dika/Daffa hanya butuh 23 menit untuk mengunci kemenangan, sekaligus memastikan Jaya Raya meraih peringkat ketiga turnamen Pembangunan Jaya Cup 2018.

Berikut hasil pertandingan final Pembangunan Jaya Cup 2018 :

Djarum Kudus 3-0 Exist Jakarta

Ganda Campuran : Leo Rollycarnando/Indah Cahya Sari Jamil vs Dejan Ferdinansyah/Nita Violina Marwah 22-20, 21-14
Tunggal Putra       : Bobby Setiabudi vs Yonathan Ramlie 21-19, 21-14
Ganda Putra         : Daniel Marthin/Leo Rollyrcanando vs Caesar Bagus Sadewa/Dejan Ferdinansyah 21-15, 18-21, 21-18

Pertandingan antara Jaya Raya 3-0 Mutiara Cardinal :

Ganda Campuran : Ferdian Mahardika Ranialdy/Dinda Dwi Chayaning vs Alif Rafsyah Mauthuthihona/Rayhan Vania Salsabila 21-16, 21-12
Tunggal Putra        : Karono vs Muhammad Antonio Dhyasz 21-8, 21-18
Ganda Putra          : Ferdian Mahardika Ranialdy/Ghifari Anandaffa Prihardika vs Ari Kusuma/Bagas Febrian Sani 21-8, 21-15. 

Pewarta: Bayu Kuncahyo
Editor: Dadan Ramdani
COPYRIGHT © ANTARA 2018

IDHOKI.COM (http://199.188.200.23) adalah Situs Agen Judi Bola & Live Casino Online yang menyediakan cara main sbobet indonesia paling mudah dan praktis melalui Whatsapp, Livechat, BBM, dan Wechat untuk permainan seperti taruhan judi bola, rolet, bakarat, classic game dan masih banyak lagi.

Greysia/Apriyani gagal pertahankan gelar Prancis Terbuka

Jakarta (ANTARA News) – Ganda putri Indonesia Greysia Polii/Apriyani Rahayu gagal mempertahankan gelar juara turnamen Prancis Terbuka setelah kalah pada semifinal yang berlangsung di Paris, Prancis, Sabtu.

Greysia/Apriyani, seperti dipantau Antara di Jakarta, dari situs resmi Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF), kalah dari pasangan Jepang unggulan lima Mayu Matsumoto/Wakana Nagahara selama 34 menit permainan dalam dua gim langsung 10-21, 8-21.

Kekalahan itu sekaligus menjadi kekalahan kedua pasangan Indonesia peringkat tiga dunia itu dari Mayu/Wakana setelah pertemuan terakhir mereka pada Kejuaraan Dunia 2018 di China.

Greysia/Apriyani, seperti tercantum dalam situs resmi Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI), mengaku tertekan oleh permainan pasangan peringkat lima dunia itu dan tidak mampu bermain sebagaimana peringkat mereka.

Pengembalian serangan dari Mayu/Wakana pun tidak dapat berlangsung sempurna bagi kubu Merah-Putih itu sehingga lawan semakin diuntungkan dan mudah untuk menyerang.

“Kami tidak dapat keluar dari tekanan lawan,” kata Greysia tentang permainannya bersama Apriyani terutama pada gim kedua ketika mereka tertinggal jauh dan kalah 8-21.

Greysia mengaku kecewa dengan hasil yang telah diraihnya pada Prancis Terbuka 2018 karena tidak mampu mempertahankan gelar juara. “Tapi, kami tidak akan menyerah. Kami harus mengevaluasi penampilan kami karena kami kalah pada semifinal,” katanya.

Apriyani mengatakan pukulan-pukulan pasangan Jepang sangat kencang selain punya keunggulan pola permainan yang berbeda dengan pasangan lain asal Negeri Sakura itu. “Mereka lebih kuat. Tapi secara umum, ganda Jepang punya kemampuan sulit untuk ditaklukkan,” kata Apriyani.

Meskipun telah kehilangan kesempatan merebut gelar juara pada nomor ganda putri lewat Greysia/Apriyani, Indonesia masih memiliki wakil pada nomor ganda putra yaitu Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon.

Kevin/Marcus akan menghadapi pasangan India Satwiksairaj Rankireddy/Chirah Shetty pada laga semifinal yang berlangsung di Stadion Pierre de Coubertin, Paris, Sabtu waktu setempat.

Baca juga: Cedera pinggang paksa Gregoria mundur dari Prancis Terbuka

Baca juga: Jonatan takluk dari Chen Long di Paris

Pewarta: Imam Santoso
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2018

IDHOKI.COM (http://199.188.200.23) adalah Situs Agen Judi Bola & Live Casino Online yang menyediakan cara main sbobet indonesia paling mudah dan praktis melalui Whatsapp, Livechat, BBM, dan Wechat untuk permainan seperti taruhan judi bola, rolet, bakarat, classic game dan masih banyak lagi.

Tuan rumah Jaya Raya gagal ke final

Jakarta (ANTARA News) – Tim tuan rumah PB Jaya Raya gagal melangkah ke final kejuaraan Pembangunan Jaya Raya Cup Yunior 2018 untuk kategori beregu campuran setelah di semifinal menyerah dari tim PB Djarum dengan skor 2-3.

Bertanding di GOR PB Jaya Raya, Bintaro, Tangerang Selatan, Banten, tim tuan rumah mengawali kejuaraan dengan kekalahan setelah pemain ganda campuran Dinda Dwi Chayaning/Ghifari Anandafta kalah dari pasangan Indah Cahya/Leo Rollycarnando 21-19, 16-21, 16-21.

Tak ingin kembali tertinggal, tim tuan rumah menghentak di pertandingan kedua melalui pemain tunggal putra Karano yang mengalahkan Muhammad Aldo Apriyandi 21-16, 21-16. Kedudukan pun berubah menjadi sama kuat 1-1.

Harapan tuan rumah untuk unggul sebenarnya bertumpu pada pasangan Ferdian Prihardika Ranialdy/Ghifari Anandafta Prihardika. Hanya saja, pasangan andalan tuan rumah ini justru kalah dari pasangan Daniel Marthin/Leo Rollycarnando 16-21, 24-22, 19-21.

Pada gim ketiga, Ranialdhy/Ghifari sebenarnya sudah di atas angin. Mereka unggul 19-17. Namun, keduanya justru kehilangan kepercayaan diri dan tertekan. Keunggulan mereka pun terkejar bahkan terlewati. Pemain Djarum bahkan mendapatkan kemenangan dengan menutup pertandingan dengan 21-19.

“Memang kami punya peluang di ganda putra yang seharusnya menjadi poin kemenangan kami. Namun, inilah pertandingan, mereka tak hanya harus kuat stamina, tetapi juga mental dalam bertanding,” kata pelatih Jaya Raya, Bambang Suprianto dalam keterangan resminya.

Kondisi tertinggal 1-2, PB Jaya Raya kembali bangkit dan menyamakan kedudukan lewat tunggal putri Maharani Sekar Batari yang sukses mengalahkan adalan PB Djarum, Nandini Putri Arumni dengan skor 21-16, 15-21, 21-19.

Namun, di partai penentuan PB Jaya Raya harus mengakui keunggulan PB Djarum. Pasangan ganda putri mereka, Lanny Tria Mayasari/Tryola Nadia kalah 19-21, 11-21 dari pasangan Indah Cahya Sari/Lisa Ayu Kusumawati.

Di partai final di tempat yang sama, Sabtu (27/10) PB Djarum akan ditantang klub Exist Jakarta yang di babak semifinal mampu mengalahkan klub Mutiara Cardinal, Bandung. ***4***

Pewarta: Bayu Kuncahyo
Editor: Teguh Handoko
COPYRIGHT © ANTARA 2018

IDHOKI.COM (http://199.188.200.23) adalah Situs Agen Judi Bola & Live Casino Online yang menyediakan cara main sbobet indonesia paling mudah dan praktis melalui Whatsapp, Livechat, BBM, dan Wechat untuk permainan seperti taruhan judi bola, rolet, bakarat, classic game dan masih banyak lagi.

Minions tundukkan pasangan Jepang di Prancis

Jakarta (ANTARA News) – Atlet bulu tangkis ganda putra Indonesia Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon, atau akrab disapa pasangan Minions, menundukkan pasangan Jepang Hiroyuki Endo/Yuta Watanabe dalam laga putaran kedua turnamen Prancis Terbuka 2018 yang berlangsung di Paris, Prancis, Kamis.

Pasangan Minions, seperti dipantau Antara di Jakarta, Kamis malam, dari situs resmi Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF), menang dalam dua gim langsung 21-14, 22-20 selama 40 menit permainan.

Hasil pertandingan turnamen tingkat Super 750 itu menjadi catatan kemenangan pertama Kevin/Marcus atas pasangan Endo/Watanabe yang merupakan pasangan peringkat 10 dunia.

“Pada gim kedua, lawan bermain lebih baik dengan pertahanan kuat dan tidak terburu-buru. Endo adalah pemain berpengalaman. Dia lebih sabar dan mampu melambatkan tempo permainan,” kata Marcus seperti tercantum dalam situs resmi Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI).

Meskipun sempat tertinggal 18-20 pada gim kedua, Kevin/Marcus mampu tampil tenang dan meraih empat poin berturut-turut sehingga menutup permainan laga kedua sekaligus menjadi tiket menuju perempat final Prancis Terbuka 2018.

“Kami sudah meraih kemenangan pada gim pertama. Ketika kami tertinggal pada gim kedua, kami bermain lebih tenang. Tapi, kami terus berusaha untuk mendapatkan poin,” kata Kevin.

Pada pertandingan putaran perempat final yang akan berlangsung pada Jumat (26/10) waktu setempat, pasangan Minions akan menghadapi ganda putra Taiwan Chen Hung Ling/Wang Chi-Lin.

Pasangan Taiwan Chen/Wang itu melaju ke putaran perempat final setelah mengalahkan pasangan lain Indonesia Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan 21-13, 21-11 selama 31 menit permainan. 

Pewarta: Imam Santoso
Editor: Tasrief Tarmizi
COPYRIGHT © ANTARA 2018

IDHOKI.COM (http://199.188.200.23) adalah Situs Agen Judi Bola & Live Casino Online yang menyediakan cara main sbobet indonesia paling mudah dan praktis melalui Whatsapp, Livechat, BBM, dan Wechat untuk permainan seperti taruhan judi bola, rolet, bakarat, classic game dan masih banyak lagi.

Ricky/Debby akhiri permainan sebagai pasangan di Paris

Jakarta (ANTARA News) – Atlet bulu tangkis ganda campuran Indonesia Ricky Karanda Suwardi/Debby Susanto mengakhiri permainan mereka sebagai pasangan campuran dalam turnamen internasional pada laga pertama Prancis Terbuka 2018 yang berlangsung di Paris, Prancis, Rabu waktu setempat.

Ricky/Debby, seperti dipantau Antara di Jakarta, Kamis dini hari, dari situs resmi Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF), kalah dari pasangan Inggris Marcus Ellis/Lauren Smith dalam dua gim langsung 18-21, 18-21 selama 44 menit permainan turnamen tingkat Super 750 itu.

Pemusatan latihan nasional Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) akan membongkar pasangan Ricky/Debby setelah turnamen Prancis Terbuka 2018. Ricky akan berpasangan dengan atlet ganda putri Della Destiara Haris dan mereka akan turun pada nomor ganda campuran. Sedangkan Debby akan berpasangan dengan Rinov Rivaldy pada turnamen berikutnya.

Pasangan Ricky/Debby yang telah menempati peringkat 20 dunia itu, seperti tercantum dalam situs resmi PBSI, mengaku pola permainan yang telah dirancangnya gagal menembus pertahanan pasangan Inggris Marcus/Lauren.

“Setelah mendapatkan posisi menyerang, kami tidak dapat mengeksekusinya menjadi poin bagi kami,” ujar Debby.

Debby mengatakan hasil yang dipetiknya bersama Ricky dalam turnamen berhadiah total 750 ribu dolar AS itu tidak memuaskan. “Mungkin ini adalah terakhir kalinya saya bermain di Paris. Tahun depan, saya tidak mungkin bermain lagi di sini,” ujar Debby mengungkapkan kekecewaannya.

Ricky mengaku Marcus/Lauren seakan mampu menebak pola permainannya bersama Debby yang semula merancang tempo permainan cepat. “Saya juga masih kurang tenaga ketika menyerang,” kata Ricky.

Walaupun Ricky/Debby tersingkir, Indonesia menempatkan dua wakil pada nomor ganda campuran dalam turnamen Prancis Terbuka 2018. Mereka adalah pasangan Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir atau akrab disapa Owi/Butet, dan pasangan Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti.

Sementara, pasangan campuran lain Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja juga harus tersingkir pada laga pertama Prancis Terbuka 2018.

Baca juga: Jonatan balas kekalahan atas Sameer di Paris

Baca juga: Kevin/Marcus atasi ganda Jerman di Paris

Pewarta: Imam Santoso
Editor: Junaydi Suswanto
COPYRIGHT © ANTARA 2018

IDHOKI.COM (http://199.188.200.23) adalah Situs Agen Judi Bola & Live Casino Online yang menyediakan cara main sbobet indonesia paling mudah dan praktis melalui Whatsapp, Livechat, BBM, dan Wechat untuk permainan seperti taruhan judi bola, rolet, bakarat, classic game dan masih banyak lagi.

Rizki/Ketut singkirkan pasangan Thailand pada laga pertama Prancis Terbuka

Jakarta (ANTARA News) – Atlet bulu tangkis ganda putri Indonesia Rizki Amelia Pradipta/Ni Ketut Mahadewi Istarani mampu menyingkirkan pasangan putri Thailand Jongkolphan Kititharakul/Rawinda Prajongjai pada laga pertama turnamen Prancis Terbuka 2018 yang berlangsung di Paris, Prancis, Selasa.

Rizki/Ketut, seperti dipantau Antara di Jakarta, dari situs resmi Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF), menang dalam tiga gim 21-15, 18-21, 21-19 selama 77 menit permainan dalam turnamen tingkat Super 750.

“Pada gim kedua, kami sudah unggul tapi kehilangan fokus dan lengah. Lawan justru bermain seakan tanpa beban saat tertinggal dari kami,” kata Ketut tentang peluangnya bersama Rizki untuk menang dalam dua gim langsung seperti tercantum dalam situs resmi Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI).

Pelatih sektor ganda putri PBSI Eng Hian, menurut Ketut, memberikan tambahan semangat baginya dan Rizki ketika mereka kehilangan kesempatan menang pada gim kedua. “Pelatih minta kami untuk tidak kalah dari mereka dan kami berusaha untuk tidak menyerah dari lawan,” kata Ketut.

Sementara, Rizki mengaku kemenangannya atas pasangan peringkat delapan dunia itu dilatarbelakangi kemampuan untuk bermain lebih fokus secara individu.

“Kami memang fokus untuk mengalahkan pasangan Thailand itu sejak awal. Kami tahu mereka punya permainan yang bagus dan kami bermain sebagaimana biasanya,” kata Rizki.

Pada pertandingan putaran kedua yang akan berlangsung pada Kamis (25/10), Rizki/Ketut akan menghadapi pemain Bulgaria Gabriela Stoeva/Stefani Stoeva. Pasangan kembar putri Bulgaria itu melaju ke putaran kedua setelah mengalahkan ganda putri Korea Selatan Kim Hye Jeong/Kong Hee Yong pada pertandingan pertama 21-13, 21-18.

Indonesia juga mempunyai satu pasangan lain pada nomor ganda putri Prancis Terbuka 2018. Mereka adalah ganda Greysia Polii/Apriyani Rahayu.

Greysia/Apriani akan langsung bertandingan pada laga kedua setelah lawan mereka asal China Du Yue/Li Yinhui mengundurkan diri pada pertandingan pertama. Greysia akan menghadapi pemenang dari pertandingan antara pasangan Belgia Lise Jaques/Flore Vandenhoucke dengan pasangan India Jakkampudi Meghana/Poorvisha S Ram.

Pewarta: Imam Santoso
Editor: Tasrief Tarmizi
COPYRIGHT © ANTARA 2018

IDHOKI.COM (http://199.188.200.23) adalah Situs Agen Judi Bola & Live Casino Online yang menyediakan cara main sbobet indonesia paling mudah dan praktis melalui Whatsapp, Livechat, BBM, dan Wechat untuk permainan seperti taruhan judi bola, rolet, bakarat, classic game dan masih banyak lagi.

Marcus-Kevin Juara Denmark Open

Ganda putra Indonesia Kevin Sanjaya Sukamuljo (kiri) dan Marcus Fernaldi Gideon melakukan selebrasi ketika bertanding melawan ganda Jepang Takeshi Kamura dan Keigo Sonoda pada final Kejuaraan Denmark Open di Denmark, Minggu (21/10/2018). Pasangan Marcus/Kevin menjuarai Denmark Open 2018 setelah mengalahkan ganda putra Jepang Takeshi Kamura/Keigo Sonoda dengan skor 21-15, 21-16. ANTARA FOTO/Humas PBSI/foc.

IDHOKI.COM (http://199.188.200.23) adalah Situs Agen Judi Bola & Live Casino Online yang menyediakan cara main sbobet indonesia paling mudah dan praktis melalui Whatsapp, Livechat, BBM, dan Wechat untuk permainan seperti taruhan judi bola, rolet, bakarat, classic game dan masih banyak lagi.

Fung Permadi nilai pemain Djarum U-17 belum maksimal

Magelang (ANTARA News) – Manajer tim PB Djarum Fung Permadi menilai tim putri U-17 yang baru saja menjuarai Blibli.com Superliga Junior 2018 Piala Yuni Kartika dinilai belum maksimal karena masih melakukan kesalahan mendasar.

“Mereka mengeluarkan tenaga dan pikiran untuk bisa mencapai ini. Tapi banyak hal yang harus ditingkatkan termasuk pemain ganda,” kata Fung Permadi di GOR Djarum, Magelang, Jawa Tengah, Sabtu.

Pada pertandingan final tim putri U-17, PB Djarum menang atas PB Jaya Raya dengan skor 3-1. Dari tiga kemenangan tersebut dua diantaranya dipersembahkan oleh pemain ganda. Menurut dia, meski memang banyak yang harus dibenahi.

“Pemain ganda banyak kesalahan mendasar. Tapi mereka (pemain ganda) banyak berperan karena ini pertandingan beregu. Evaluasi tetap kami lakukan,” katanya menambahkan.

Partai final, ganda PB Djarum yang turun pertama adalah pasangan Berliona Alam Pradisa/Indah Cahya Sari Jamil dan keduanya sukses menundukkan pasangan PB Jaya Raya, Lanny Tria Mayasari/Tryola Nadia dengan skor 21-15 dan 21-15.

Pasangan berikutnya adalah Khusnul Khatimah/Sinta Dewi Yuliani. Namun pasangan ini harus bersusah payah mengalahkan pasangan Maria Devanya/Mayang Permata. Meski menang, pasangan PB Djarum ini butuh tiga gim untuk memengkan pertandingan dengan skor 21-19, 18-21 dan 21-17.

Satu poin PB Djarum lainnya dipersembahkan oleh tunggal putri Aisha Galuh Maheswari. Pemain berusia 16 tahun ini menang dua gim langsung 21-14 dan 21-19 atas Tasya Farahnailan. Sedangkan poin Jaya Raya disumbangkan oleh Stephanie Widjaja yang mengalahkan Nurani Ratu Azzahra dengan skor 20-22, 21-19, 21-13.

“Pemain tunggal juga tidak akan luput dari evaluasi termasuk Galuh. Dia tidak boleh cepat puas. Galuh akan kami siapkan untuk kejuaraan internasional. Makanya kemampuannya harus ditingkatkan,” kata mantan pebulutangkis nasional itu.

Sementara itu Aisha Galuh Maheswari mengaku bermain lebih tenang di parti final jika dibandingkan saat semifinal. Pemain asal Banyumas itu mengaku tampil tanpa beban sehingga mampu mengendalikan permainan dan meraih kemenangan.

“Memang saya bermain lebih tenang meski menjadi tunggal kedua. Beban juga berkurang karena jika kalah masih ada pemain yang dibelakang,” kata peraih emas tunggal putri ASEAN School Games 2018 Malaysia itu. 

Pewarta: Bayu Kuncahyo
Editor: Dadan Ramdani
COPYRIGHT © ANTARA 2018

IDHOKI.COM (http://199.188.200.23) adalah Situs Agen Judi Bola & Live Casino Online yang menyediakan cara main sbobet indonesia paling mudah dan praktis melalui Whatsapp, Livechat, BBM, dan Wechat untuk permainan seperti taruhan judi bola, rolet, bakarat, classic game dan masih banyak lagi.

Galuh penentu jalan PB Djarum ke final Superliga U-17

Magelang (ANTARA News) – Smes yang tidak begitu keras Aisha Galuh Maheswari ke sisi belakang sang lawan memastikan tim PB Djarum lolos ke final Blibli.com Superliga Junior 2018 U-17.

Kemenangan Galuh di partai penentu membuat tim asal Kudus itu menang 3-2 atas PB Exist.

Bertanding di GOR Djarum Magelang, Jawa Tengah, Jumat, Aisha Galuh Maheswari harus bermain tiga gim melawan pemain PB Exist, Imtyaz Yasmin dengan skor 21-14, 19-21, 21-18. Butuh bekerja keras untuk meraih kemenangan ini.

Setelah memastikan kemenangan bagi timnya, pemain yang pada hari ini genap berusia 16 tahun ini langsung menjatuhkan tubuhnya ke lapangan. Setelah itu langsung membentuk tanda cinta menggungakan tangannya yang ditujuan pada rekan satu timnya.

“Saya akui tadi sempat tegang karena sebagai pemain penentu. Banyaknya penonton juga membuat saya sering kehilangan fokus,” kata pemain kelahiran Banyumas, Jawa Tengah itu sambil tersenyum.

Menurut dia, pada gim pertama dirinya langsung menekan lawan. Kondisi ini memang sesuai dengan skenario pelatih dan hasilnya mampu menang dengan skor 21-14. Namun di gim kedua berbelik ditekan dan harus menerima kekalahan dengan skor 19-21. Di gim ketiga cukup ketat, namun Galuh mampu mengatasi tekanan lawan dan menang 21-18.

“Kami akui lawan bermain bagus terutama di net. Pelatih tadi juga sempat marah karena saya gak dengar instruksinya. Tapi akhirnya saya bisa menang,” kata peraih emas ASEAN School Games 2018 Malaysia itu.

Perjuangan PB Djarum ke final kejuaraan yang memperebutkan Piala Yuni Kartika sesuai prediksi. Bahkan, tim yang manajeri oleh Fung Permadi ini sempat unggul dua kemenangan lewat A’isyah Sativa Fatetani yang mengalahkan wakil PB Exist Irgi Aprilia dengan skor 21-18, 17-21 dan 21-19.

Kemenangan kedua diraih lewat pasangan Berliona Alma Pradisa/Indah Cahya Sari Jamil tanpa kesulitan menghadapi Fadillah Nur Hidayah/Shiva Nabila Putri, 21-11 21-17. Namun pada dua pertandingan berikutnya pemain PB Djarum harus mengakui keunggulan lawan sehingga membuat kedudukan menjadi 2-2.

Dalam kedudukan sama kuat ini mental pemain sangat diuji. Aisha Galuh Maheswari sebagai pemain penentu memang sangat diharapkan. Namun dalam perjalanannya tidaklah mulus karena lawan dari Exist terus memberikan perlawanan sengit dan memaksa pertandingan harus dilalui tiga gim.

“Semoga di final besok, Sabtu (20/10) saya tetap diturunkan oleh pelatih. Kalau diturunkan siap saja,” kata pemain murah senyum itu.

Pada partai final Blibli.com Superliga Junior 2018 U-17, tim PB Djarum akan berhadapan dengan PB Jaya Raya yang dipertandingan semifinal sebelumnya mengalahkan PB Mutiara Cardinal dengan skor 3-2. Pertandingan final diprediksi bakal ketat karena kemampuan pemain di kedua tim sama kuat. 

Pewarta: Bayu Kuncahyo
Editor: Dadan Ramdani
COPYRIGHT © ANTARA 2018

IDHOKI.COM (http://199.188.200.23) adalah Situs Agen Judi Bola & Live Casino Online yang menyediakan cara main sbobet indonesia paling mudah dan praktis melalui Whatsapp, Livechat, BBM, dan Wechat untuk permainan seperti taruhan judi bola, rolet, bakarat, classic game dan masih banyak lagi.

Dua ganda campuran terjegal di putaran kedua Denmark

Jakarta  (ANTARAS News) – Dua pasangan campuran bulu tangkis Indonesia Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja dan Ricky Karanda Suwardi/Debby Susanto terjegal pada putaran kedua turnamen Denmark Terbuka 2018 yang berlangsung di Odense, Denmark, Kamis.

Hafiz/Gloria, seperti dipantau Antara di Jakarta, Kamis malam, dari situs resmi Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF), kalah dari pasangan Inggris Chris Adcock/Gabrielle Adcock dalam dua gim langsung 12-21, 18-21 selama 43 menit permainan.

Sedangkan pasangan Ricky/Debby takluk dari unggulan pertama asal China Zheng Siwei/Huang Yaqiong 18-21, 11-21 selama 29 menit permainan laga kedua turnamen berhadiah total 775 ribu dolar AS itu.

Hafiz mengaku kalah pada sisi pertahanan ketika pasangan suami-istri Inggris itu memainan bola-bola reli. “Mereka lebih bermain berani dan konsisten,” kata Hafiz.

Hafiz mengatakan evaluasi permainannya pada konsistensi pertahanan selain serangan. “Kami harus memaksa diri untuk lebih kuat bertahan sehingga mudah untuk mendapatkan poin,” katanya.

Kekalahan itu menjadi revans bagi ganda Inggris setelah pertemuan mereka dengan Hafiz/Gloria dalam turnamen Thailand Masters 2018. Di Thailand, pasangan Adcock kalah 12-21, 12-21.

“Kami merasakan perbedaan kok dan angin di sini dengan di Thailand. Itu mempengaruhi pola permainan kami dibanding di Thailand,” kata Gloria.

Gloria mengaku telah mencoba mengubah pola permainannya bersama Hafiz pada gim kedua. “Kami banyak mengarahkan kok ke sisi belakang lawan dibanding memaksa main depan net,” katanya.

Indonesia masih punya satu wakil pada ganda campuran Denmark Terbuka 2018 yaitu pasangan Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir. Pasangan yang akrab disapa Owi/Butet itu akan menghadapi ganda Jerman Mark Lamsfuss/Isabel Herttrich. 

Pewarta: Imam Santoso
Editor: Dadan Ramdani
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Minions melaju ke perempat final setelah tekuk pasangan Jerman

Jakarta, (Antara News) – Pasangan ganda putra Indonesia Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon, atau akrab disapa Minions, melaju ke perempat final turnamen bulu tangkis Denmark Terbuka 2018 setelah menekuk ganda Jerman Mark Lamsfuss/Marvin Emil Seidel pada laga kedua.

Minions, seperti dipantau Antara di Jakarta, Kamis, dari situs resmi Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF), menang dalam dua gim langsung 21-17, 21-14 selama 32 menit permainan turnamen tingkat Super 750 itu.

Kemenangan atas Mark/Marvin itu menjadi kemenangan kedua pasangan Indonesia peringkat pertama dunia itu setelah kemenangan sebelumnya pada turnamen Prancis Terbuka 2016 dengan skor 21-14, 18-21, 21-18.

“Lawan hari ini dan kemarin memang punya karakter permainan yang beda. Pemain Jerman punya tipe permainan yang lambat. Kalau pemain China, punya permainan cepat seperti Kevin/Marcus,” kata asisten pelatih ganda putra pemusatan latihan nasional Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) seperti dikutip Tim Humas dan Media PBSI yang diterima Antara di Jakarta, Kamis malam.

Aryono mengatakan permainan Kevin/Marcus sempat terbawa pola permainan lawan terutama pada awal gim kedua. Namun, pasangan Indonesia itu mampu mengembalikan tempo permainan khas mereka yaitu permainan cepat.

“Mudah-mudahan pada pertandingan perempat final mereka dapat bertemu Berry/Hardi. Tapi, Berry/Hardi harus menang atas pasangan Jepang,” kata Aryono tentang peluang Minions untuk menghadapi sesama pasangan Indonesia Berry Angriawan/Hardianto pada laga perempat final.

Pasangan Berry/Hardi akan menghadapi pasangan Jepang Takuro Hoki/Yugo Kobayashi pada laga putaran kedua yang akan menjadi pertemuan kedua mereka setelah Jepang Terbuka 2018.

“Kevin/Marcus harus mengendalikan permainan kok mereka sehingga lebih fokus dan sabar,” kata Aryono. ***4***

Baca juga: Owi/Butet menang pada laga pertama Denmark Terbuka

Baca juga: Ricky/Debby taklukkan ganda China pada putaran pertama

Pewarta: Imam Santoso
Editor: Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Rizki/Ketut singkirkan pasangan Malaysia dari Denmark Terbuka

Jakarta (ANTARA News) – Pasangan atlet bulu tangkis ganda putri Indonesia Rizki Amelia Pradipta/Ni Ketut Mahadewi Istarani menyingkirkan pasangan Malaysia Chow Mei Kuan/Lee Meng Yean pada pertandingan putaran pertama turnamen Denmark Terbuka 2018 yang berlangsung di Odense, Denmark, Rabu.

Rizki/Ketut, seperti dipantau Antara di Jakarta dari situs resmi Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF), menang dalam dua gim 21-13, 21-11 atas ganda peringkat 18 dunia itu selama 29 menit permainan.

“Kami terus menekan lawan dan mereka tidak dapat keluar dari tekanan kami. Kami belum dapat mengukur penampilan kami karena lawan tidak tampil 100 persen,” kata Rizki seperti tercantum dalam situs resmi Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI).

Baca juga: Ricky/Debby taklukkan ganda China pada putaran pertama

Ketut mengaku penampilan perdananya berpasangan dengan Ketut sebagaimana ketika mereka berlatih di pelatnas PBSI. “Kami sering berpasangan pada latihan. Jadi, biasa saja. Beberapa hal masih gugup, tapi kami mampu mengatasi itu,” kata Ketut.

Sebelumnya, Rizki berpasangan dengan Della Destiara Haris. Sedangkan Ketut berpasangan dengan Anggia Shitta Awanda.

Rizki mengaku pukulan Ketut kencang dan berbeda dengan Della. “Saya terbawa semangat Ketut. Kami saling melengkapi,” ujar Rizki.

Pada pertandingan putaran putaran kedua, Rizki/Ketut akan menghadapi pasangan Belanda Selena Piek/Cheryl Seinen. Selena/Cheryl menaklukkan pasangan Jepang Mayu Matsumoto/Wakana Nagahara pada laga pertama 21-19, 21-18.

“Mereka tentu pasangan bagus karena dapat mengalahkan juara dunia. Pertahanan pasangan Belanda itu pelan dan bagus. Mereka tidak mudah ditaklukkan dengan bola-bola silang,” kata Rizki.

Baca juga: Akankah Indonesia tebus rindu sembilan tahun lalu?

Pewarta: Imam Santoso
Editor: Tasrief Tarmizi
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Ricky/Debby taklukkan ganda China pada putaran pertama

Jakarta (ANTARA News) – Pasangan atlet bulu tangkis ganda campuran Indonesia Ricky Karanda Suwardi/Debby Susanto menaklukkan ganda China Zhang Nan/Li Yinhui pada pertandingan putaran pertama turnamen Denmark Terbuka 2018 yang berlangsung di Odense, Denmark, Rabu.

Ricky/Debby, seperti dipantau Antara di Jakarta dari situs resmi Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF), menang dalam dua gim 21-15, 21-15 selama 36 menit permainan atas pasangan peringkat enam dunia itu.

Hasil dalam Denmark Terbuka 2018 itu sekaligus menjadi catatan kemenangan pertama pasangan peringkat 20 dunia asal Indonesia itu atas Zhang/Li.

“Sebenarnya kami menerapkan apa yang kami siapkan pada latihan. Pola permainan kami sesuai dengan Zhang/Li. Siapa yang mampu membaca permainan di lapangan yang akan menang,” kata Debby seperti tercantum dalam situs resmi Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI).

Debby mengatakan permainan Zhang/Li lebih cepat pada gim kedua setelah kehilangan gim pertama. Tapi, pasangan Merah-Putih itu sempat mengantisipasi sehingga tidak kehilangan gim kedua dan langsung menang tanpa gim penentuan.

“Kami mampu mengeluarkan apa yang kami lakukan pada latihan. Kami menerapkan pola permainan yang kami inginkan,” kata Ricky.

Pada pertandingan putaran kedua yang akan berlangsung Kamis (18/10), Ricky/Debby masih menunggu pemenang laga antara sesama pasangan Indonesia Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti dengan pasangan unggulan pertama Zheng Siwei/Huang Yaqiong.

“Kalau sudah di lapangan, status unggulan tidak terlalu berpengaruh karena hasil di lapangan bisa berbeda dengan peringkat. Peluang kami tetap 50:50 jika bertemu Zheng/Huang,” kata Debby.

Namun, Debby mengatakan Indonesia justru diuntungkan jika ada dua pasangan yang saling berhadapan pada putaran kedua yaitu Ricky/Debby dengan Praveen/Melati.

Selain Rick/Debby, pasangan campuran lain Indonesia Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja juga berhasil melaju ke putara kedua Denmark Terbuka 2018 setelah menang atas pasangan Prancis Ronan Labar/Audery Fontaine 21-11, 21-11 selama 24 menit permainan.

Baca juga: Anthony akui serangan Momota lebih variatif
Baca juga: Bulu Tangkis – Jonatan tundukkan pemain Hong Kong di Denmark
Baca juga: Ade/Wahyu tersingkir dari Denmark Terbuka

Pewarta: Imam Santoso
Editor: Tasrief Tarmizi
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Ade/Wahyu tersingkir dari Denmark Terbuka

Jakarta (ANTARA News) – Pasangan atlet bulu tangkis ganda putra Indonesia Ade Yusuf Santoso/Wahyu Nayaka Arya Pangkaryanira tersingkir dari turnamen Denmark Terbuka 2018 setelah kalah dari ganda China Li Junhui/Liu Yuchen pada pertandingan pertama di Odense, Denmark, Selasa.

Ade/Wahyu, seperti dipantau Antara di Jakarta dari situs resmi Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF), kalah dalam dua gim langsung 11-21, 17-21 selama 32 menit permainan turnamen tingkat Super 750 itu.

“Kami kalah tenaga, penampilan kami juga kurang stabil. Kami belum mampu bermain konsisten pada turnamen ini setelah tampil baik pada turnamen sebelumnya,” kata Ade seperti tercantum dalam situs resmi Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) tentang penampilannya bersama Wahyu setelah meraih gelar juara Belanda Terbuka 2018 pada Minggu (14/10).

Ade mengakui pasangan China peringkat dua dunia itu punya tipe permainan cepat dan kencang. Mereka tertinggal poin pada gim pertama dan kesulitan untuk mengejar ketertinggalan.

Meskipun sempat memberikan perlawanan pada gim kedua dan menempel ketat perolehan poin 4-3, 6-4, 6-8, dan 12-11, Ade/Wahyu sempat membuat kesalahan sendiri dan justru menguntungkan Li/Liu.

“Tekanan pukulan lawan terasa berbeda. Pada gim kedua, kami justru banyak melakukan kesalahan sendiri pada pembukaan servis. Kami kalah tenaga dari lawan,” kata Wahyu.

Wahyu mengaku kaget dengan pola permainan Li/Liu yang cepat karena pertandingan putaran pertama turnamen berhadiah total 775 ribu dolar AS itu merupakan laga pertama mereka menghadapi ganda China Li/Liu.

“Semula, kami ingin bermain bagus dan tidak memikirkan menang atau kalah. Kami kecewa, tapi kami menjadikan ini sebagai pelajaran. Kami harus berlatih dan tahu apa yang harus dikoreksi,” kata Wahyu.

Walah Ade/Wahyu langsung tersingkir pada laga pertama, Indonesia masih punya tiga wakil pada turnamen Denmark Terbuka 2018. Mereka adalah pasangan andalan Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon, pasangan senior Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan, dan ganda ketiga Berry Angriawan/Hardianto.

Ketiga pasangan ganda putra lain Indonesia itu akan bertandingan di Odense, pada Rabu (17/10).  

Pewarta: Imam Santoso
Editor: Tasrief Tarmizi
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Gregoria akan antisipasi kecepatan Marin di Denmark

Jakarta (ANTARA News) – Gregoria Mariska, atlet bulu tangkis tunggal putri Indonesia, akan mengantisipasi kecepatan permainan pemain Spanyol Carolina Marin dalam pertandingan putaran kedua yang akan berlangsung pada Kamis (18/10).

Gregoria, seperti dipantau Antara di Jakarta dari situs resmi Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF), menang atas atlet China Chen Xiaoxin 21-9, 24-22 selama 37 menit permainan pada Selasa.

Atlet Merah-Putih peringkat 18 dunia itu berpeluang besar menghadapi Marin pada laga kedua. Marin akan menghadapi pemain tuan rumah Mia Blichfeldt pada pertandingan putaran pertama, Selasa.

“Saya harus mampu mengatasi kecepatannya, bukan berarti saya juga harus bermain cepat. Saya harus mengimbanginya karena pola main tentu berbeda-beda,” ujar Gregoria seperti dilansir situs resmi Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI).

Gregoria tercatat sekali bertemu juara Olimipade Rio 2016 itu pada turnamen Malaysia Terbuka 2018, Juni. Atlet berusia 19 tahun itu kalah dari Marin 4-21, 21-18, 8-21 di Malaysia.

“Saya selalu mengatur bola lebih dahulu dan tidak langsung menyerang. Tapi, saya harus menyiapkan banyak hal seperti pertahanan dan pergerakan kaki yang lebih cepat. Saya juga berusaha untuk tidak kalah mental darinya,” kata atlet asal klub Mutiara Cardinal Bandung itu.

Grego mengaku Marin lebih berpeluang lolos ke putaran kedua dan menang atas Mia Blichfeldt meskipun pemain tuan rumah masih mungkin untuk mencetak kejutan.

“Kalau bertemu Mia, mungkin saya berpeluang menang lebih besar. Saya dan Mia satu angkatan. Tapi, saya harus tetap siap dan tidak boleh lengah,” ujar Gregoria.

Gregoria menjadi satu-satunya wakil Indonesia pada nomor tunggal putri turnamen berhadiah total 775 ribu dolar AS itu. 

Pewarta:
Editor: Tasrief Tarmizi
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Superliga wahana asah kemampuan pebulu tangkis muda

Magelang, (ANTARA News) – Turnamen Blibli.com Superliga 2018 merupakan salah satu wahana untuk mengasah kemampuan atlet muda bulu tangkis, kata Ketua Panitia Pelaksana Blibli.com Superliga 2018 Lius Pongoh.

“Kami berharap turnamen ini menjadi ajang mengasah para pemain muda yang bisa mengharumkan nama Indonesia ke depan,” katanya dalam konferensi pers menjelang Turnamen Blibli.com Superliga 2018 di Magelang, Senin.

Selain mengasah kemampuan, katanya dalam pertandingan beregu ini pemain harus mampu menahan ego serta mengasah solidaritas antartim untuk memenangkan pertandingan.

Blibli.com Superliga Junior 2018 merupakan kejuaraan bulu tangkis nasional beregu antarklub untuk kelompok umur U-17 dan U-19, berlangsung di gedung GOR Djarum Magelang, Jawa Tengah pada 16-21 Oktober 2018.

Lius menuturkan sebanyak 13 klub bulu tangkis terbaik siap bersaing untuk memperebutkan piala bergengsi dari dua kategori, yakni usia U-17 dan U-19 baik putra maupun putri. Sistim akan menggunakan format kejuaraan Thomas Cup dan Uber Cup.

Baca juga: 13 klub berebut gelar Superliga Junior 2018

Setiap tim terdiri dari 10 pemain putra dan 10 pemain putri. Turnamen ini menfasilitasi para pemain muda klub sebelum mereka bertanding di tingkat Superliga Badminton.

Pada kategori U-19, piala yang diperebutkan adalah Piala Liem Swie King untuk U-19 Putra dan Piala Susy Susanti untuk U19 Putri. Pada kategori U-17 terjadi perubahan nama piala, jika tahun sebelumnya piala yang diperebutkan ialah Piala Superliga Junior, tahun ini peyelenggara mengabadikan nama Hariyanto Arbi sebagai piala untuk U-17 Putra dan Yuni Kartika untuk U-17 Putri.

Senior Marketing Communication Manager Blibli.com Lani Rahayu mengatakan Blibli.com selalu bersemangat mengambil bagian dalam kegiatan positif yang melibatkan generasi muda, salah satunya melalui event olahraga bulu tangkis seperti Blibli.com Superliga Junior 2018.

Ia menuturkan bulu tangkis seakan tidak bisa dilepaskan dari masyarakat Indonesia.

“Berbagai prestasi dunia terus mengalir dari bulu tangkis maka melalui Blibli.com Superliga Junior 2018, kami optimis para pebulutangkis muda Indonesia dapat semakin mengasah kemampuan mereka dan akan menjadi penerus tongkat estafet prestasi bulu tangkis Indonesia,” katanya.

Ia berharap para peserta pertandingan dapat memanfaatkan kegiatan ini bukan hanya sekadar menunjukkan siapa yang terbaik, tapi juga sebagai ajang mempererat persahabatan antarklub. ***4*** 
 
Baca juga: Superliga Junior jadi ajang pemantauan tim nasional

Pewarta:
Editor: Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Dheva Anrimusthi sumbang emas ketiga bulutangkis

Jakarta (ANTARA News) Atlet bulu tangkis Indonesia Dheva Anrimusthi berhasil menyumbangkan medali emas ketiga cabang olahraga bulu tangkis setelah berhasil mengalahkan rekan senegaranya Suryo Nugroho dalam partai final nomor tunggal putra SU5 Asian  Para Games 2018 di Istora Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu.

Dalam laga berlabel All Indonesian Final itu, Dheva sukses mengunci kemenangan lewat pertandingan dua set langsung  22-20 dan 21-13.

Pada set pertama, Dheva memang sudah terlihat mendominasi permainan. Pukulan-pukulan kencangnya beberapa kali gagal dikembalikan oleh Suryo. Pada paruh set pertama Dheva berhasil unggul 11-7. 

Pada paruh kedua set pertama, Dheva tetap tampil impresif. Bahkan dirinya sempat unggul jauh 19-15 atas Suryo. Tetapi ternyata Suryo tidak mau takluk begitu saja.

Pria 23 tahun itu sukses mengejar ketertinggalan hingga kedudukan sama kuat 20-20. Tapi Dheva kembali bangkit dan menutup set pertama 22-20.

Pada set kedua, penampilan Dheva semakin on fire. Suryo yang mencoba untuk meningkatkan intensitas serangan gagal mengimbangi permainan Dheva. Dheva pun mampu menang mudah pada set kedua dengan perolehan angkat 21-13.

Dengan hasil ini maka cabang olahraga bulu tangkis untuk sementara berhasil mengumpulkan tiga emas, tiga perak dan satu perunggu.

Baca juga: Bulu tangkis hari ini pastikan dua emas, berpeluang tambah empat lagi

Tambahan satu medali perak dibukukan oleh atlet Fredy Setiawan yang pada pertandingan final nomor tunggal putra SL4 dikalahkan oleh wakil India Tarun dengan pertarungan tiga set 21-10, 13-21 dan 19-21.

Pewarta:
Editor: Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Jonatan Christie terima bonus Asian Games dari klubnya

Jakarta (ANTARA News) – Setelah meraih emas pada Asian Games 2018, Jonatan Christie terus kebanjiran bonus dan kali ini datang dari klub yang selama ini menaunginya yaitu PB Tangkas Intiland Jakarta.

Penyerahan bonus sebesar Rp300 juta ini dilakukan langsung oleh Ketua Umum PB Tangkas Intiland, Justian Suhandinata, di Royale Jakarta Golf Club, Jakarta, Senin.

“Jangan dilihat besarnya. Ini adalah salah satu bentuk perhatian dan penghargaan dari kami. Memang ini tidak sebanding dengan klub lain,” kata Justian di sela pemberian bonus yang digabung dengan perayaan ulang tahun cucu pertamanya, Clariesa Laurene Suhandinata yang ke-15.

Justian Suhandinata juga memberikan pesan kepada atlet yang akrab dipanggil Jojo itu. Menurut dia, emas yang diraih di Asian Games 2018 adalah awal. Jadi diharapkan tidak cepat puas dengan apa yang diraih saat ini.

“Ini permulaan dari karir Jojo karena selama ini prestasinya naik turun. Jadi jangan cepat puas karena banyak kejuaraan besar yang sudah menanti,” kata Justian menambahkan.

Justian berharap Jojo lebih bersinar karena PB Tangkas sudah dikenal sebagai klub yang banyak melahirkan pemain kelas dunia. Pihaknya ingin Jojo mengikuti senior-seniornya yang terlebih dahulu meraih prestasi internasional.

“Tangkas banyak produksi pemain yang selanjutnya dilimpahkan ke pelatnas. Mereka banyak yang menjadi juara dunia, juara All England hingga Asian Games,” kata Justian menegaskan.

Sementara itu, Jojo mengaku sangat bangga dengan apresiasi dari klub yang telah  membesarkan namanya dikancah internasional.

“Terima kasih atas apreasi yang diberikan. Bukan masalah nilai, tapi ini sebuah perhatian. Jujur saat ini saya masih banyak kekurangan. Saya akan terus berusaha untuk lebih baik,” kata Jojo usai menerima bonus.

Berikut atlet PB Tangkas Intiland yang sukses mengharumkan nama bangsa :

A. 4 (Empat) Medali Olimpiade

1. Medali emas Olimpiade Atlanta 1996 – Ricky Soebagdja/Rexy Mainaky

2. Medali perak Olimpiade Sydney 2000 – Hendrawan

3. Medali perak Olimpiade Beijing 2008 – Nova Widianto/Liliyana Natsir

4. Medali perunggu Olimpiade Barcelona 1992 – Hermawan Susanto

B. 10 (Sepuluh) Gelar Juara Dunia

1. 1980 Jakarta – Ade Chandra (ganda putra bersama Christian Hadinata)

2. 1980 Jakarta – Verawaty Fadjrin (tunggal putri)

3. 1983 Kopenhagen – Icuk Sugiarto (tunggal putra)

4. 1993 Birmingham – Joko Suprianto (tunggal putra)

5. 1993 Birmingham – Ricky Soebagdja (ganda putra bersama Gunawan)

6. 1995 Lausanne – Ricky Soebagdja/Rexy Mainaky (ganda putra)

7. 2001 Sevilla – Hendrawan (tunggal putra)

8. 2005 Anaheim, AS – Nova Widianto/Liliyana Natsir (ganda campuran)

9. 2007 Kuala Lumpur – Nova Widianto/Liliyana Natsir (ganda campuran)

10. 2013 Guangzhou – Liliyana Natsir (ganda campuran bersama Tontowi Ahmad)

C. 9 (Sembilan) Juara All England

1. 1972 – Ade Chandra (ganda putra bersama Christian Hadinata)

2. 1973 – Ade Chandra (ganda putra bersama Christian Hadinata)

3. 1979 – Verawaty Fadjrin (ganda putri bersama Imelda Wigoena)

4. 1995 – Ricky Soebagdja/Rexy Mainaky (ganda putra)

5. 1996 – Ricky Soebagdja/Rexy Mainaky (ganda putra)

6. 2012 – Liliyana Natsir (ganda campuran bersama Tontowi Ahmad)

7. 2013 – Liliyana Natsir (ganda campuran bersama Tontowi Ahmad)

8. 2017 – Marcus Fernaldi Gideon (ganda putra bersama Kevin Sanjaya)

9. 2018 – Marcus Fernaldi Gideon (ganda putra bersama Kevin Sanjaya)

D. 10 (Sepuluh) Medali Emas Asian Games

1. 1974 Teheran – Regina Masli (ganda campuran bersama Christian Hadinata)

2. 1978 Bangkok – Ade Chandra (beregu putra)

3. 1978 Bangkok – Ade Chandra (ganda putra bersama Christian Hadinata)

4. 1978 Bangkok – Verawaty Fadjrin (ganda putri bersama Imelda Wigoena)

5. 1982 New Delhi – Icuk Sugiarto (ganda putra bersama Christian Hadinata)

6. 1994 Hiroshima – Ricky Soebagdja/Rexy Mainaky (beregu putra)

7. 1994 Hiroshima – Ricky Soebagdja/Rexy Mainaky (ganda putra)

8. 1998 Bangkok – Ricky Soebagdja/Rexy Mainaky (beregu putra)

9. 1998 Bangkok – Ricky Soebagdja/Rexy Mainaky (ganda putra)

10. 2018 Jakarta – Jonatan Christie (tunggal putra)

Pewarta: Bayu Kuncahyo
Editor: Dadan Ramdani
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Bulu tangkis beregu putra persembahkan emas pertama Indonesia

Jakarta (ANTARA News) – Tim bulu tangkis nomor beregu putra mempersembahkan medali emas pertama Indonesia dalam Asian Para Games 2018 usai menundukkan Malaysia 2-1 di partai final di Istora GBK, Senayan, Jakarta, Minggu.

Emas pertama Indonesia tersebut dipastikan setelah tunggal putra SU5 Dheva Anrimusthi berhasil mengalahkan Mohammad Faris Ahmad Azri 21-6, 21-12.

Dheva sejak awal memimpin jalannya pertandingan dan unggul 11-1, sebelum terus melesat lewat pukulan-pukulan terarah yang beberapa kali sulit dijangkau Faris.

Kendati Faris berusaha bangkit di gim kedua, namun ia hanya bisa menempel ketat Dheva di paruh awal dalam skor 9-11, dan sejak itu lawannya melaju tak terbendung demi emas perdana bagi tuan rumah.

Sebelumnya, Indonesia lebih dulu mengambil poin pertandingan pertama lewat kemenangan dua gim langsung yang diraih lewat tunggal putra SL4 Fredy Setiawan atas Muhammad Nurhilmie, 21-6, 21-12.

Sayangnya, upaya Indonesia untuk memastikan emas lebih awal tak berhasil lantaran pasangan ganda putra Hafizh Briliansyah Prawiranegara/Hary Susanto ditaklukkan dua gim langsung 10-21, 17-21 oleh Cheah Liek Hou/Hoirul Fozi Saaba.

Sementara itu medali perunggu diraih bersama oleh Thailand dan India. Thailand takluk di semi final di tangan Indonesia, sementara India disingkirkan Malaysia.

Baca juga: Perburuan medali Asian Para Games 2018 resmi dimulai

Baca juga: Indonesia berpeluang raih emas beregu bulu tangkis
 

Pewarta:
Editor: Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Indonesia berpeluang raih emas beregu bulu tangkis

Jakarta  (ANTARA News) – Indonesia berpeluang meraih medali emas pertama di cabang olahraga bulu tangkis Asian Para Games 2018 melalui nomor beregu putra setelah memastikan tempat di semifinal pada Sabtu (6/10).

Indonesia akan menghadapi Thailand di babak empat besar, Minggu (7/10) dan berpeluang melaju ke final yang berlangsung di hari yang sama.

“Kemungkinan kami meraih medali emas 60 berbanding 40. Melawan Thailand kami masih bisa menang 2-0, berkaca dari pertemuan sebelumnya dan peringkat dunia kami masih unggul,” ujar pelatih bulu tangkis Indonesia di Asian Para Games 2018 Nurachman kepada Antara di Jakarta, Sabtu.

Kalau sampai di final, Nurachman melanjutkan, skuatnya diprediksi akan menghadapi Malaysia yang di semifinal berhadapan dengan India.

Seandainya skenario itu terjadi, Indonesia optimistis mampu melewati Malaysia.

“Beberapa kali kami pernah bertemu Malaysia. Target ‘real’ kami sejatinya medali perak di beregu putra, tetapi kami rasa bisa mendapatkan medali emas,” kata Nurachman.

Tim beregu putra Indonesia berhasil lolos ke semifinal Asian Para Games 2018 usai menaklukkan Hong Kong dengan skor 2-0, Sabtu (6/10).

Kemenangan Indonesia dipersembahkan oleh Fredy Setiawan di tunggal putra SL4 yang menudukkan Yang Ping Patrick Lee 21-5, 21-8. 

Kemudian, Hafizh Briliansyah/Hary Susanto mengalahkan Siu Keung Chu/Tak Kwan Lam 21-8, 21-8.

Sebagai informasi, Indonesia menargetkan empat medali emas dari cabang olahraga bulu tangkis. Nomor beregu sendiri sebenarnya tidak masuk yang diandalkan merebut medali emas.

Nama-nama yang diyakini mendapatkan medali emas datang dari nomor perorangan yaitu ganda putra SL3,4 Hary Susanto/Ukun Rukaendi, ganda putra SU5 Deva Anrimusti/Hafiz Briliansyah, ganda campuran SL3-4 Leani Ratri/Hary Susanto serta tunggal putra SU5 Deva Anrimusti. ***4***

Pewarta:
Editor: Dadan Ramdani
COPYRIGHT © ANTARA 2018

PBSI: Konsistensi para pemain lebih baik

Jakarta (ANTARA News) – Pengurus Pusat Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) mengklaim konsistensi permainan atlet-atletnya telah lebih baik sejak 2017 dengan jumlah koleksi gelar yang telah dicapai hingga September 2018.

“Pada 2017, kami telah mengoleksi 38 gelar juara hingga akhir tahun. Sejak awal 2018 hingga Asian Games, kami sudah mendapatkan total 38 gelar dengan sisa tiga bulan terakhir,” kata Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI Susy Susanti selepas jumpa pers Superliga Junior di Jakarta, Senin.

Susy berharap peningkatan konsistensi gelar terus muncul pada semua sektor. “Sebelumnya, mungkin kita hanya mengandalkan ganda campuran, lalu ganda putra, sekarang mulai tunggal putra,” ujarnya.

Pada sektor tunggal putri, Susy mengatakan, telah lahir juara dunia junior sehingga butuh waktu juara pada tingkatan senior dalam kejuaraan-kejuaraan internasional.

“Kami menargetkan satu gelar di Denmark karena persaingan sangat ketat. Kami mencari aman maka dengan satu target gelar,” kata Susy tentang target gelar juara dari Indonesia pada turnamen Denmark Terbuka 2018.

PBSI, lanjut Susy, akan tetap realistis dalam menetapkan target juara dalam setiap turnamen internasional. “Jika Indonesia Terbuka, kami berani dua gelar karena kami berada di kandang sendiri dan lawan-lawan yang hadir tidak banyak,” katanya.

Namun, PBSI sebagaimana negara-negara lain juga tidak berani menetapkan tiga gelar dalam turnamen puncak premier of premier sebagai turnamen penutup seri.

“Momentum Asian Games membawa satu perubahan yang sangat besar tidak hanya semangat melainkan juga kepercayaan semua atlet, khususnya pemain muda,” katanya. 

Pewarta: Imam Santoso
Editor: Tasrief Tarmizi
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Superliga Junior jadi ajang pemantauan tim nasional

Jakarta (ANTARA News) – Kejuaraan Blibli.com Superliga Junior 2018 menjadi ajang pemantauan pemusatan latihan nasional Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) untuk mencari pemain-pemain yang akan masuk dalam tim junior inti nasional menuju kejuaraan-kejuaraan beregu internasional.

“Kejuaraan seperti ini lebih memudahkan kami untuk mencari pemain karena para pemain-pemain yang ikut tentu pemain andalan masing-masing klub. Jangkauan kami untuk mencari pemain tidak terlalu luas dengan melihat potensi dalam kejuaraan itu,” kata Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI Susy Susanti selepas konferensi pers Kejuaraan Blibli.com Superliga Junior 2018 di Jakarta, Senin.

Susy mengatakan Kejuaraan Superliga Junior juga menjadi ajang pemantauan bagi pelatnas PBSI untuk melihat mental dan keberanian para atlet-atlet klub pada pertandingan beregu.

“Pada poin-poin kritis permainan atau dalam penentuan bagi tim, bagaimana? Itu akan menjadi acuan penilaian kami tidak hanya teknik, tapi juga mental, keberanian, keyakinan, dan kepintaran mereka di lapangan,” kata Susy.

Peraih medali emas Olimpiade Barcelona 1992 itu mengatakan pertandingan beregu dapat mengungkap potensi pemain-pemain junior, terutama kerja sama dalam tim.

“Kami butuh pemain yang saling mendukung dalam pertandingan beregu, bukan pemain yang egois. Penentuan kemenangan itu dari semua pemain dalam pertandingan beregu,” kata Susy.

Pemain yang mampu bermain rangkap, baik pada nomor tunggal ataupun ganda, menurut Susy, akan lebih dibutuhkan dalam kejuaraan beregu.

Susy menambahkan pertandingan-pertandingan dalam kejuaraan beregu dapat meningkatkan mental dan kemampuan bertanding pemain pada pertandingan perorangan.

“Lihat saja Anthony Ginting. Pada pertandingan beregu dia sudah main total, tapi kalah. Itu menjadi pelajaran baginya sehingga pada pertandingan perorangan dapat bermain lebih baik dan lebih yakin, secara teknik dan strategi,” kata Susy. 

Pewarta: Imam Santoso
Editor: Tasrief Tarmizi
COPYRIGHT © ANTARA 2018

13 klub berebut gelar Superliga Junior 2018

Jakarta (ANTARA News) – Sebanyak 13 klub bulu tangkis dari dalam dan luar negeri akan saling berebut gelar tim dalam Kejuaraan Blibli.com Superliga Junior 2018 yang akan berlangsung di GOR Djarum Magelang, Jawa Tengah, pada 16-21 Oktober.

“Kejuaraan ini menjadi ajang bagi pemain-pemain junior untuk terbiasa bermain secara beregu dengan format Piala Thomas-Uber. Jika mereka sudah terbiasa bermain beregu, para pemain dapat menjaga kekompakan, kerja sama, solidaritas dan mental yang kuat dalam permainan,” kata Direktur Superliga Achmad Budiharto.

Budiharto yang juga Sekretaris Jenderal Pengurus Pusat Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) itu mengatakan Blibli.com Superliga Junior 2018 terbagi dalam dua kategori usia yaitu U-19 dan U-17.

Kejuaraan U-19 memperebutkan Piala Liem Swie King untuk tim putra dan Piala Susy Susanti untuk tim putri. Sedangkan kejuaraan U-17 memperebutkan Piala Hariyanto Arbi untuk tim U-17 putra dan Piala Yuni Kartika untuk tim U-17 putri.

“Ini adalah penyelenggaraan tahun ketiga untuk kejuaraan U19 dan tahun kedua untuk kejuaraan U17. Ada tiga negara yang juga turut mengikuti kejuaraan U-19 yaitu Thailand, Chinese Taipei, dan India,” kata Budiharto.

Panitia penyelenggara, lanjut Budiharto, telah mengundang tim-tim junior dari Jepang. Tapi, Mereka menyatakan tidak dapat mengikuti kejuaraan berhadiah total Rp265 juta.

“Tim-tim yang kami undang bukan tim sembarangan karena dua tim Thailiand yaitu Granular Thailand dan SCG Thailand adalah tim-tim yang maju dan berkembang. Sedangkan tim Chinese Taipei yang turut ikut adalah tim yang melahirkan Chou Tien Chen,” katanya.

Kemudian, tim junior India yang ikut dalam Kejuaraan Superliga U-19 merupakan tim dari Federasi Bulu Tangkis India. “Tim India akan menurunkan pemain-pemain yang terkualifikasi dan berprestasi,” kata Budiharto.

Ketua Umum PP PBSI Wiranto mengatakan Kejuaraan Superliga Junior akan meningkatkan kualitas prestasi bulu tangkis Indonesia dan semakin memposisikan cabang bulu tangkis sebagai cabang populer di Tanah Air setelah sepak bola.

“Kami telah berhasil menempatkan bulu tangkis kembali sebagai cabang olahraga milik Indonesia. Tapi, itu perlu kegiatan berkesinambungan dengan penyelenggaraan kejuaraan-kejuaraan seperti superliga,” kata Wiranto.

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Kemanan itu mengatakan kejuaraan junior seperti Superliga Junior dapat menjadi ajang pembinaan pemain-pemain junior dalam kejuaraan beregu.

“Kejuaraan ini dapat memberikan pengalaman berharga bagi pebulu tangkis muda Indonesia karena mereka punya kesempatan untuk bertanding degan pemain-pemain dari negara lain,” kata Wiranto.

Panitia penyelenggara menyediakan hadiah juara Rp100 juta, peringkat II Rp50 juta, dan peringkat III Rp25 juta untuk Piala Liem Swie King dan Piala Susy Suanti. Sedangkan hadiah untuk Piala Hariyanto Arbi dan Yuni Kartika adalah Rp50 juta untuk juara, Rp25 juta untuk peringkat II, dan Rp15 juta untuk peringkat III. 

Pewarta: Imam Santoso
Editor: Tasrief Tarmizi
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Premier League – Cardiff City v Burnley

Pesepak bola Cardiff City Gary Madine (tengah) berebut bola dengan pesepak bola Burnley Matthew Lowton (kanan) pada laga lanjutan Premier League di Cardiff City Stadium, Cardiff, Inggris, Minggu (30/9/2018). Action Images via Reuters/Matthew Childs/wsj.

Tommy gagal juarai Korea Terbuka 2018

Pandeglang (ANTARA News) – Atlet bulu tangkis tunggal putra Indonesia Tommy Sugiarto gagal meraih gelar juara turnamen Korea Terbuka 2018 setelah kalah dari pemain Taiwan Chou Tien Chen pada laga final yang berlangsung di Songpa-Gu, Seoul, Korea Selatan, Minggu.

Tommy, seperti dipantau Antara di Pandeglang dari situs resmi Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF), kalah dalam dua gim langsung dari pemain peringkat empat dunia itu 13-21, 16-21 selama 39 menit permainan.

Catatan pertemuan kedua pemain pun menjadi 5-4 bagi Chou Tien Chen setelah pertemuan terakhir mereka pada Indonesia Terbuka 2018 dengan hasil kemenangan pemain Merah-Putih itu 21-13, 14-21, 21-18.

Sebelumnya pada laga semifinal Korea Terbuka 2018, Sabtu (29/9), Tommy menang atas sesama pemain Indonesia Jonatan Christie 21-13, 22-20 selama 44 menit permainan.

“Jonatan kalah karena Tommy bermain lebih bagus. Dia bagus dan mendekati untuk itu,” kata pelatih kepala sektor tunggal putra pemusatan pelatihan nasional Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Hendry Saputra tentang konsistensi permainan Jonatan ketika menghadapi Tommy Sugiarto.

Turnamen tingkat Super 500 itu menjadi pencapaian bagi Tommy setelah tumbang pada dua turnamen lain Asia yaitu di Jepang dan China.

Pada Jepang Terbuka 2018, Tommy tersingkir pada laga pertama dari pemain unggulan China Chen Long 21-12, 17-21, 14-21.

Sedangkan dalam China Terbuka 2018, mantan pemain pemusatan latihan nasional Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) itu kalah dari pemain tuan rumah Shi Yuqi 21-23, 13-21.

Pewarta: Imam Santoso
Editor: Tasrief Tarmizi
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Tommy melaju ke final Korea Terbuka setelah kalahkan Jonatan

Pandeglang, (Antara News) – Atlet bulu tangkis tunggal putra Indonesia Tommy Sugiarto melaju ke final Korea Terbuka 2018 setelah babak semifinal di Songpa-Gu, Seoul, Korea Selatan, Sabtu mengalahkan atlet Indonesia lainya yaitu Jonatan Christie.

Tommy, seperti dipantau Antara di Pandeglang dari situs resmi Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF), menang dalam dua gim langsung 21-13, 22-20 dari peraih medali emas Asian Games 2018 itu.

Kemenangan itu menjadi kemenangan kedua Tommy atas Jonatan dalam tiga pertemuan mereka. Pada pertemuan terakhir di turnamen Selandia Baru Terbuka 2018, Jonatan menang 17-21, 14-5 karena Tommy mengundurkan diri pada gim kedua.

Pada laga final turnamen berhadiah total 600 ribu dolar AS yang akan berlangsung Minggu (30/9), Tommy akan menghadapi pemain Taiwan Chou Tien Chen yang telah mengalahkan wakil Jepang Kenta Nishimoto 19-21, 21-18, 21-14.

Pertandingan final Korea Terbuka 2018 akan menjadi pertemuan kesembilan wakil Merah-Putih itu dengan pemain Taiwan. Tommy tercatat menang dalam dua kali pertemuan terakhir mereka yaitu pada All England 2018 dan Indonesia Terbuka 2018.

Turnamen Korea Terbuka 2018 menjadi pencapaian bagi Tommy setelah tumbang pada dua turnamen lain Asia yaitu di Jepang dan China.

Pada Jepang Terbuka 2018, Tommy tersingkir pada laga pertama dari pemain unggulan China Chen Long 21-12, 17-21, 14-21.

Sedangkan dalam China Terbuka 2018, mantan pemain pemusatan latihan nasional Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) itu kalah dari pemain tuan rumah Shi Yuqi 21-23, 13-21.  ***4***

Baca juga: Indonesia pastikan final tunggal putra Korea Terbuka

Pewarta:
Editor: Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Ginting takluk dari Chou di Korea Terbuka

Pandeglang  (ANTARA News) – Atlet bulu tangkis tunggal putra Indonesia Anthony Sinisuka Ginting takluk dari pemain Taiwan Chou Tien Chen dalam pertandingan perempat final turnamen Korea Terbuka 2018 yang berlangsung di Songpa-Gu, Seoul, Korea Selatan, Jumat.

Ginting, seperti dipantau Antara dari situs resmi Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF), kalah dalam dua gim 13-21, 11-21 selama 39 menit pada turnamen tingkat Super 500 itu.

Catatan pertemuan kedua pemain pun menjadi 3-4. Ginting masih unggul dalam catatan pertemuan dengan empat kemenangan termasuk laga semifinal China Terbuka 2018 12-21, 21-17, 21-15.

“Bagi Ginting, dia masih main terus dan optimistis. Kalau tidak mau kecapaian ya jangan main karena sudah risiko pemain. Tapi, kalau juara berarti kan dapat berkat,” kata pelatih kepala sektor tunggal putra pemusatan latihan nasional Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Hendry Saputra ketika dihubungi media, Jumat.

Pada turnamen China Terbuka 2018, Ginting sukses meraih gelar juara setelah menaklukkan pemain Jepang Kento Momota 23-21 dan 21-19 pada laga final, Minggu (23/9).

Meskipun Ginting telah tersingkir pada laga perempat final turnamen berhadiah total 600 ribu dolar AS itu, Indonesia telah memastikan satu wakil pada laga final Korea Terbuka 2018.

Dua pemain tunggal putra Jonatan Christie dan Tommy Sugiarto akan saling berhadapan pada pertandingan semifinal yang akan berlangsung Sabtu (29/9).

Sebelumnya, Jonatan telah dua kali melawan Tommy dalam kejuaraan internasional yaitu Indonesian Masters 2015 dan Selandia Baru 2018. Catatan pertemuan kedua tunggal putra Indonesia itu 1-1 dalam dua turnamen itu. 

Pewarta: Imam Santoso
Editor: Dadan Ramdani
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Momota pebulu tangkis Jepang pertama yang jadi nomor satu dunia

Jakarta (ANTARA News) – Juara dunia bulu tangkis Kento Momota menjadi pemain Jepang pertama yang memuncaki peringkat dunia tunggal putra versi Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) dengan menggeser pebulu tangkis Denmark, Viktor Axelsen.

Axelsen, yang menyabet medali perunggu Olimpiade 2016 di Rio de Janeiro, Brazil, serta menjuarai Kejuaraan Duni 2017, tergelincir ke peringkat ketiga di belakang pebulu tangkis China, Shi Yuqi.

Momota sempat dijatuhi sanksi larangan tampil akibat tertangkap basah masuk ke rumah judi ilegal pada April 2016 sehingga absen dari Olimpiade 2016 dan baru kembali berlaga dalam Kanadia Terbuka pada Juli tahun lalu.

Pebulu tangkis berusia 24 tahun itu lantas menyapu bersih turnamen yang diikutinya pada Maret dan April lalu, namun kalah dari Lee Chong Wei di final Malaysia Terbuka.

Kemudian pada Juli, Momota menumbangkan Axelsen di partai final Indonesia Terbuka sebelum memenangi tunggal putra Kejuaraan Dunia di Nanjing, China, sebulan berikutnya.

Baca juga: Momota juara bulu tangkis Jepang Terbuka, wujudkan cita-cita masa kecil

Baca juga: Momota rebut lagi gelar juara Indonesia Terbuka

Di negaranya sendiri, Momota juga menjuarai Jepang Terbuka bulan September ini, tapi secara mengejutkan hanya jadi runner-up China Terbuka usai dikalahkan pebulu tangkis Indonesia Anthony Sinisuka Ginting pekan lalu.

Kekalahan itu merupakan kali kedua diderita Momota dari Ginting, setelah sebelumnya hal yang sama terjadi dalam Asian Games 2018, demikian Reuters.

Baca juga: Indonesia pastikan final tunggal putra Korea Terbuka

Baca juga: Anggi/Ketut taklukkan ganda putri Malaysia pada Korea Terbuka

Penerjemah: Gilang Galiartha
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Hafiz/Gloria takluk dari pasangan China di Korea

Jakarta (ANTARA News) – Pasangan atlet bulu tangkis ganda campuran Indonesia Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja takluk dari pasangan China He Jiting/Du Yue pada laga perempat final turnamen Korea Terbuka 2018 yang berlangsung di Songpa-Gu, Seoul, Korea Selatan, Jumat.

Hafiz/Gloria, seperti dipantau Antara di Jakarta dari situs resmi Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF), kalah dalam dua gim 14-21, 10-21 dari pasangan He/Du yang menjadi unggulan lima dalam turnamen Super 500 itu.

Hasil pertandingan perempat final Korea Terbuka itu menjadi kemenangan kedua bagi He/Du atas Hafiz/Gloria setelah pertemuan terakhir mereka pada turnamen Jerman Terbuka 2017. Di Jerman, He/Du menang 21-18, 21-15 atas Hafiz/Faizal.

Mimpi Praveen Jordan untuk mempertahankan gelar turnamen Korea Terbuka pun gagal setelah kalah dari pasangan China peringkat 13 dunia itu. Praveen meraih gelar Korea Terbuka 2017 ketika berpasangan dengan Debby Susanto.

Sebelumnya pada turnamen Jepang Terbuka 2018, ganda Hafiz/Gloria tersingkir pada laga putaran kedua setelah kalah dari pasangan tuan rumah Takuro Hoki/Koharu Yonemoto. Sedangkan pada turnamen China Terbuka 2018, Hafiz/Gloria kalah dari pasangan Jepang Yuta Watanabe/Arisa Higashino.

Kekalahan Hafiz/Gloria berarti Indonesia tanpa wakil pada putaran semifinal Korea Terbuka 2018 menyusul kekalahan pasangan Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti pada laga putaran kedua dari Hafiz/Gloria 16-21, 22-20, 13-21.

Sementara, pasangan Ronald Alexander/Annisa Saufika dan Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari kalah pada pertandingan putaran pertama turnamen berhadiah total 600 ribu dolar AS itu.

Baca juga: Indonesia pastikan final tunggal putra Korea Terbuka

Baca juga: Pembalasan final Korea Terbuka terjadi di Tokyo

Pewarta: Imam Santoso
Editor: Junaydi Suswanto
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Indonesia pastikan final tunggal putra Korea Terbuka

Jakarta (ANTARA News) – Indonesia memastikan satu wakil tunggal putra masuk putaran final turnamen bulu tangkis Korea Terbuka setelah Jonatan Christie dan Tommy Sugiarto menang pada laga perempat final yang berlangsung di Songpa-Gu, Seoul, Korea Selatan, Jumat.

Atlet peraih medali emas Asian Games 2018 Jonatan Christie, seperti dipantau Antara di Jakarta dari situs resmi Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF), menang atas pemain China Zhao Junpeng pada pertandingan perempat final 21-17, 21-16 selama 34 menit permainan.

Kemenangan itu menjadi kemenangan kedua Jonatan atas Zhao setelah pertemuan terakhir mereka pada Selandia Baru Terbuka 2018 dengan hasil kemenangan pemain Merah-Putih itu 21-19, 21-10.

Sementara, Tommy Sugiarto melaju ke putaran semifinal setelah menang atas wakil tuan rumah Heo Kwang-hee dalam tiga gim 15-21, 21-19, 21-9 selama 60 menit.

Jonatan dan Tommy akan saling berhadapan pada laga semifinal turnamen berhadiah total 600 juta dolar AS itu ditempat yang sama Sabtu (29/9).

Sebelumnya, Jonatan telah dua kali melawan Tommy dalam kejuaraan internasional yaitu Indonesian Masters 2015 dan Selandia Baru 2018. Catatan pertemuan kedua tunggal putra Indonesia itu 1-1 dalam dua turnamen itu.

Pelatih sektor tunggal putra pemusatan latihan nasional Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Hendry Saputra mengatakan penampilan Jonatan setelah mengikuti Asian Games 2018 menurun menyusul kelelahan otot dan pikiran.

“Jonatan tidak ada kesalahan atau kekurangan tapi harus diakui sejak Asian Games, saya lihat agak letih otot dan pikiran. Tapi, dia harus terus berjuang,” kata Hendry ketika dihubungi media di Jakarta.

Pertemuan Jojo, sapaan Jonatan, dengan Tommy pada laga semifinal turnamen tingkat Super 500 itu berarti Indonesia memastikan satu wakil pada nomor tunggal putra Korea Terbuka 2018. 

Pewarta:
Editor: Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Anggi/Ketut taklukkan ganda putri Malaysia pada Korea Terbuka

Jakarta (ANTARA News) – Pasangan atlet bulu tangkis ganda putri Indonesia Anggia Shitta Awanda/Ni Ketut Mahadewi Istarani menaklukkan pasangan Malaysia Vivian Hoo/Yap Cheng Wen pada laga putaran kedua turnamen Korea Terbuka 2018 yang berlangsung di Songpa-Gu, Seoul, Korea Selatan, Kamis.

Anggia/Shitta, seperti dipantau Antara di Jakarta dari situs resmi Federasi Bulu Tangkis  Dunia (BWF), menang dalam tiga gim 21-19, 19-21, 21-18 selama 63 menit permainan.

Pada pertandingan perempat final yang akan berlangsung pada Jumat (28/9), Anggi/Ketut akan menghadapi pasangan Jepang Naoko Fukuman/Kurumi Yonao.

Pasangan Naoko/Kurumi melaju ke putaran perempat final setelah mengalahkan ganda putri lain Indonesia Della Destiara Haris/Rizki Amelia Pradipta dalam tiga gim 21-19, 20-22, 21-19.

Hasil pertandingan putaran kedua Korea Terbuka 2018 itu mempengaruhi pertemuan kedua pasangan menjadi imbang 1-1 setelah pertemuan sebelumnya di Kejuaraan Asia 2018 dengan kemenangan Della/Rizki.

Pertandingan perempat final Korea Terbuka 2018 pada Jumat akan menjadi laga ketiga bagi Anggi/Ketut dengan Naoko/Kurumi. Kedua pasangan sebelumnya saling beradu pada turnamen Denmark Terbuka 2017 dengan hasil kemenangan Naoko/Kurumi 21-13, 21-12.

Anggi/Ketut dan Della/Rizki menjadi pasangan yang mewakili Indonesia dalam turnamen berhadiah total 600 ribu dolar AS itu setelah pasangan Greysia Polii/Apriani Rahayu mundur akibat luka di telapak kaki kanan.

“Jika dipaksakan, hasilnya akan lebih parah. Saya anjurkan lebih baik mereka mundur saja dari turnamen Korea,” kata pelatih kepala sektor ganda putri pemusatan latihan nasional Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Eng Hian seperti tercantum dalam situs resmi PBSI.

Baca juga: Tiga tunggal putra tembus perempat final Korea Terbuka

Pewarta: Imam Santoso
Editor: Irwan Suhirwandi
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Tiga tunggal putra tembus perempat final Korea Terbuka

Jakarta (ANTARA News) – Tiga atlet bulu tangkis tunggal putra Indonesia Anthony Sinisuka Ginting, Jonatan Christie, dan Tommy Sugiarto tembus putaran perempat final Korea Terbuka setelah menang pada pertandingan putaran kedua yang berlangsung di Seoul, Korea Selatan, Kamis.

Ginting, seperti dipantau Antara di Jakarta, dari situs resmi Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF), menang dalam dua gim langsung 21-18, 21-18 selama 43 menit atas pemain Taiwan Wang Tzu Wei pada laga putaran kedua.

Kemenangan itu sekaligus menjadi revans bagi Ginting setelah pertemuan terakhirnya dengan pemain peringkat 28 dunia itu pada Jepang Terbuka 2015. Catatan pertemuan kedua pemain menjadi 2-2 setelah turnamen Korea Terbuka 2018.

Pada pertandingan perempat final, Ginting akan menghadapi pemain lain Taiwan Chou Tien Chen yang menang tas pemain Jepang Kazumasa Sakai pada laga kedua.

Sementara, Jonatan Christie melangkah ke perempat final turnamen tingkat Super 500 itu setelah menaklukkan wakil Hong Kong Hu Yun 21-12, 21-14 selama 29 menit permainan.

Hasil Korea Terbuka 2018 itu menjadi dominasi mutlak Jonantan atas pemain Hong Kong peringkat 55 dunia itu dengan kedudukan menjadi 5-0 bagi Jonatan.

Pada laga perempat final Jumat (28/9), Jonatan akan menghadapi wakil China Zhao Junpeng yang telah menaklukkan pemain unggulan pertama Viktor Axelsen 27-25, 21-9.

Tunggal putra lain Merah-Putih yang juga melaju ke putaran perempat final adalah Tommy Sugiarto. Tommy menang dalam dua gim langsung 21-15, 21-16 atas pemain Malaysia Daren Liew selama 33 menit permainan.

Tommy akan menghadapi pemenang dari laga dua pemain Korea Selatan pada perempat final. Dua pemain Korea Selatan Son Wan Ho dan Heo Kwang Hee bertanding pada laga putaran kedua.

Pewarta: Imam Santoso
Editor: Tasrief Tarmizi
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Hafiz/Gloria tantang Praveen/Melati di Korea Terbuka

Jakarta (ANTARA News) – Pasangan atlet bulu tangkis ganda campuran Indonesia Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja akan menantang sesama pasangan pemusatan laithan nasional Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti pada laga kedua turnamen Korea Terbuka, Kamis (27/9).

Hafiz/Gloria, seperti dipantau Antara di Jakarta dari situs resmi Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF), menang atas pasangan Taiwan Lee Fang-Chih/Chang Ching Hui pada laga pertama yang berlangsung di di Songpa-Gu, Seoul, Korea Selatan, Rabu.

Dalam pertemuan pertama kedua pasangan itu, Hafiz/Gloria meraih skor 21-15, 21-11 atas Lee/Chang selama 26 menit permainan turnamen Super 500 itu.

Sementara, pasangan Praveen/Melati telah menang pada pertandingan pertama Korea Terbuka pada Selasa (25/9) setelah menundukkan ganda China Ou Xuanyi/Tang Jinhua 21-10, 23-21.

Pertandingan putaran kedua Korea Terbuka 2018 itu menjadi laga yang tidak menguntungkan bagi Indonesia karena mereka adalah pasangan yang mampu lolos ke putaran kedua dari total empat pasangan campuran Merah-Putih yang mengikuti turnamen berhadiah total 600 ribu dolar AS itu.

“Kami sudah sering berlatih bersama sehingga tahu kebiasaan masing-masing. Kami harus tetap menghadapi rekan sendiri dan semoga dapat mengeluarkan permainan terbaik kami,” kata Praveen seperti tercantum dalam situs resmi Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI).

Praveen mengaku ingin mempertahankan gelar dalam Korea Terbuka sebagaimana saat berpasangan dengan Debby Susanto pada 2017.

“Saya ingin fokus satu demi satu pertandingan dan tidak memikirkan tentang final,” kata pemain yang akrab disapa Ucok itu. 

Pewarta: Imam Santoso
Editor: Tasrief Tarmizi
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Tiga tunggal putra menangi laga Korea Terbuka

Jakarta (ANTARA News) – Tiga atlet bulu tangkis tunggal putra Indonesia Anthony Sinisuka Ginting, Jonatan Christie, dan Tommy Sugiarto menang pada laga pertama turnamen Korea Terbuka 2018 yang berlangsung di Songpa-Gu, Seoul, Korea Selatan, Rabu.

Ginting, seperti dipantau Antara di Jakarta dari situs resmi Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF), menyingkirkan atlet Prancis Lucas Corvee pada laga selama 36 menit dengan skor 21-18, 21-10.

Meskipun telah melalui pertandingan-pertandingan sengit hingga meraih gelar China Terbuka 2018 pada Minggu (23/9), Ginting masih mampu tampil konsisten dengan menang dalam dua gim langsung pada laga perdana turnamen tingkat Super 500 itu.

Pada laga putaran kedua yang akan berlangsung pada Kamis (27/9), Ginting akan menghadapi pemain Taiwan Wang Tzu Wei. Laga itu akan menjadi pertemuan keempat kedua pemain setelah pertemuan terakhir mereka pada Jepang Terbuka 2015 dengan kemenangan Wang 21-19, 20-22, 21-17.

Sementara, Jonatan Christie juga menang dalam dua gim sekaligus pada laga pertama. Jonatan menaklukkan pemain Jepang Kanta Tsuneyama 21-18, 21-16 selama 36 menit permainan.

Peraih medali emas Asian Games 2018 itu akan menghadapi pemain Hong Kong Hu Yun pada pertandingan putaran kedua, Kamis. Jonatan memiliki catatan kemenangan mutlak 5-0 atas Hu Yun dalam lima kali pertemuan mereka sebelumnya.

Pemain senior tunggal putra Indonesia Tommy Sugiarto juga turut melaju ke putaran kedua turnamen berhadiah total 600 ribu dolar AS itu. Tommy menang atas pemain tuan rumah Lee Hyun Il dalam dua gim langsung 21-9, 21-16 selama 31 menit permainan.

Hasil itu merupakan revans Tommy atas Lee pada turnamen Malaysia Masters 2017. Catatan pertemuan kedua pemain senior itu pun menjadi imbang 3-3.

Pada laga putaran kedua, Tommy akan melawan wakil Malaysia Daren Liew yang telah dua kali kalah dari atlet Merah-Putih itu pada Thailand Masters 2018 dan Thailand Terbuka 2007.

Langkah Ginting, Jonatan, dan Tommy melaju ke putaran kedua Korea Terbuka 2018 tidak dapat diikuti pemain lain Indonesia Ihsan Maulana Mustofa. Ihsan langsung “angkat koper” setelah kalah dari pemain unggulan empat asal Taiwan Chou Tien Chen.

Ihsan yang baru saja meraih gelar Indonesia Masters 2018 di Bangka Belitung pada Minggu (23/9) kalah dari Chen 18-21, 14-21 selama 37 menit permainan.

Sebelumnya, pelatih tunggal putra pemusatan latihan nasional Indonesia Hendri Saputra mengatakan Ihsan butuh waktu untuk mengikuti tren penampilan dua rekannya, Ginting dan Jonatan.

“Penampilan Ihsan menurun karena dia cedera dan tidak bermain selama tiga bulan, absen dalam tiga hingga empat pertandingan. Bagi seorang pemain, itu tidak mudah. Apalagi, Ihsan pernah menjadi yang terbaik di antara Anthony dan Jonatan,” kata Hendri.

Hendri berharap gelar juara Indonesia Masters 2018 dapat meningkatkan rasa percaya diri bagi Ihsan dan mengejar ketertinggalan prestasi dengan rekan-rekannya.

“Sekarang sudah bisa melewati, tinggal konsisten. Bisa atau tidak? Selalu ada ujian bagi tiap pemain setelah menjadi juara, apalagi setelah Asian Games. Banyak harapan kepada Anthony dan Jonatan,” kata Hendri tentang penampilan Ginting dan Jonatan setelah mereka meraih gelar juara. ***4***

(T.I026/

Pewarta: Imam Santoso
Editor: Teguh Handoko
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Praveen/Melati melaju ke putaran kedua Korea Terbuka

Jakarta, 25/9 (Antara) – Pasangan ganda campuran Indonesia Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti melaju ke putaran kedua turnamen bulu tangkis Korea Terbuka 2018 setelah di babak pertama mengalahkan pasangan China di Stadion Handball Songpa-Gu, Seoul, Korea Selatan, Selasa.

Praveen/Melati, seperti dipantau Antara di Jakarta, dari situs resmi Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF), menang dalam dua gim langsung atas pasangan China Ou Xuanyi/Tang Jinhua 21-10, 23-21 selama 27 menit permainan turnamen Super 500 itu.

Pertandingan putaran pertama Korea Selatan 2018 itu merupakan laga pertama pasangan Merah-Putih peringkat 16 dunia itu dengan pasangan baru China itu.

Korea Selatan merupakan turnamen ketiga bagi Praveen/Melati dalam tur Asia Timur setelah keikutsertaan mereka dalam turnamen Jepang Terbuka 2018 dan China Terbuka 2018.

Selain Praveen/Melati, Indonesia menempatkan tiga pasangan ganda campuran dalam turnamen berhadiah total 600 ribu dolar AS itu.

Mereka adalah Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari, Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja, dan Ronald Alexander/Annisa Saufika.

Rinov/Pitha dan Ronald/Annisa tumbang pada laga pertama Korea Terbuka 2018. Rinov/Pitha kalah dari pasangan Jepang Yuki Kaneko/Misaki Matsutomo dalam dua gim 18-21, 13-21 selama 27 menit.

Sementara, Ronald/Annisa kalah dalam dua gim dari pasangan tuan rumah Kim Hwi Tae/Kim Hye Jeong 20-22, 17-21 selama 37  menit permainan.

Pasangan Hafiz/Gloria akan menghadapi ganda Taiwan Lee Fang-Chih/Chang Ching Hui pada laga pertama mereka, Rabu (26/9).

Sebelumnya, Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi Pengurus Pusat Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia Susy Susanti mengharapkan Hafiz/Gloria mampu bermain lebih matang dalam turnamen Korea Terbuka 2018 setelah mengikuti turnamen China Terbuka dan Jepang Terbuka sehingga dapat masuk jajaran pemain elit dunia.

“Mau tidak mau, mereka harus siap untuk mengemban tugas termasuk kematangan bermain. Kami mengharapkan mereka dapat masuk putaran semifinal, tapi meraih gelar juara tentu bagus,” kata Susy. ***4***

Pewarta: Imam Santoso
Editor: Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Ihsan Maulana juara Indonesia Masters 2018

Pangkalpinang, (ANTARA News) –  Alet bulu tangkis tunggal putra Indonesia Ihsan Maulana Mustofa tampil sebagai juara Bangka Belitung Masters 2018 setelah di partai final  mengalahkan pemain unggulan Cina Taipei Lin Yu Hsien 21-17,  23-21  di GOR Sahabudin, Pangkalpinang, Bangka Belitung, Minggu.

Pemain berusia 23 tahun itu berhasil menang setelah berjuang selama 45 menit permainan turnamen Super 100 itu.

Walaupun sempat tertinggal 0-5 pada gim pertama, tunggal putra unggulan kesatu Indonesia tersebut tampil dengan cukup percaya diri dan berhasil memimpin hingga gim pertama usai dengan skor 21-17.

Drama terjadi pada gim kedua saat kedudukan 20-20, kedua pemain saling menunjukkan kehebatannya. Ihsan sempat tertinggal dengan skor 20-21, namun dengan kepercayaan diri yang tinggi akhirnya mampu membalikkan kedudukan menjadi 23-21, sekaligus menutup pertandingan final Bangka Belitung Indonesia Masters 2018.

“Alhamdulillah sampai akhir ini, Allah kasih kemudahan dan kelancaran sehingga bisa meraih gelar pada ajang Indonesia Masters 2018 ini. Semua juga tidak lepas dari doa para pendukung,” katanya.

Mengomentari pertandingan, Ihsan mengatakan bahwa sejak gim pertama  ia sudah yakin dan fokus dalam permainan untuk meraih poin demi poin. Pada gim kedua sempat sedikit kehilangan fokus, namun bisa diatasi pada pertengan hingga akhir gim.

“Keputusan pelatih menurunkan saya pada kejuaran ini tentu menjadi tantangan tersendiri bagi saya, agar bisa membuktikan di sini. Intinya saya ingin main di sini dan ingin juara. Hasil ini juga bisa menambah kepercayan diri saya di lapangan,” kataya..

Kemenangan tersebut sangat berharga bagi dirinya, karena merupakan gelar pertama dari beberapa turnamen yang diikuti. Selebihnya hanya menjadi “runner up” dari empat kali bermain di partai final.

“Saya sangat bersyukur bisa memenangkan final tunggal putra kali ini. Pertandingan ini merupakan pertemuan kedua saya dengan Lin, dimana pada 2013 saya pernah kalah terhadap Lin pada kejuaraan Belgia Internasional,” katanya.

Setelah menang di Bangka Belitung Indonesia Masters 2018, Ihsan akan segera berangkat ke Korea guna mengikuti kejuaraan berikutnya, yaitu Korea Terbuka 2018.

(KR-AMD).

Pewarta:
Editor: Atman Ahdiat
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Kunci kemenangan Ginting atas Momota adalah pengalaman

Jakarta (ANTARA News) – Pebulutangkis Indonesia, Anthony Sinisuka Ginting resmi menjadi juara pada kejuaraan China Terbuka 2018 di Olympic Sports Center Xincheng Gymnasium, Changzhou, China, Minggu dan salah satu kuncinya adalah pengalaman.

Anthony Ginting menjadi juara kejuaraan dengan level 1.000 itu setelah mengalahkan unggulan ketiga yang juga juara dunia 2018 asal Jepang, Kento Momota dengan dua gim langsung 23-21 dan 21-19.

“Puji Tuhan hari ini saya bisa menang. Hari ini pertandingannya ketat, skornya tipis. Waktu tertinggal, saya hanya mencoba menjalankan apa yang saya jalankan di pertandingan-pertandingan sebelumnya, saat saya tertinggal juga,” kata Anthony dalam keterangan resmi dari PB PBSI.

Pada partai puncak China Terbuka, Anthony sempat tertinggal cukup jauh di gim pertama dengan skor 14-19. Permainan netting yang begitu cantik dari Anthony menjadi salah satu senjata yang cukup membuat Momota kerepotan dan mampu menyamakan kedudukan menjadi 19-19 akhirnya menang 23-21.

 Di gim kedua, Anthony juga tertinggal 10-15. Namun, atlet asal Jawa Barat itu lagi-lagi mampu mengacaukan mental bertanding Momota saat berhasil menyamakan kedudukan 16-16. Memimpin 18-16, Anthony semakin dekat menuju gelar juara. Tekanan demi tekanan dilakukan hingga akhirnya mengakhiri gim kedua dengan skor 21-19.
 
“Saya tidak memikirkan poinnya ketinggalan berapa, fokus saja di cara main, jadi ya mukul untuk dapat poin, begitu saja. Di game kedua saya coba kuasai kondisi angin yang membuat saya melakukan kesalahan sendiri. Saya terus berusaha menekan lawan dengan serangan-serangan saya,” kata atlet berusia 21 tahun itu.

Apa yang terjadi di partai final juga terjadi pada pertandingan sebelumnya di China Terbuka yaitu saat menghadapi andalan tuan rumah, Lin Dan maupun Chen Long. Begitu juga saat menghadapi wakil Taiwan, Chou Tien Chen di babak semifinal. Anthony sering tertinggal, namun akhirnya mampu bangkit.

Bagi Anthony, kemenangan di China Terbuka ini adalah gelar individu kedua. Sebelumnya salah satu pemain tunggal putra penghuni Cipayung ini menjadi juara pada Daihatsu Indonesia Masters 2018 BWF World Tour Super 500.

Hanya saja, pencapaian di China Terbuka itu lebih fenomenal karena mampu menerobos rintangan terjal dengan mengalahkan empat juara dunia yaitu Lin Dan, Victor Axelsen, Chen Long dan yang terakhir Kento Momota. Anthony bisa dikatakan sebagai pembunuh raksasa pada kejuaraan ini.

Kemenangan di China Terbuka juga mencatatkan nama Anthony Sinisuka Ginting menjadi tunggal kelima Indonesia yang sukses menjadi juara di Negeri Tirai Bambu setelah Icuk Sugiarto (1986), Ardy B. Wiranata (1989), Alan Budikusuma (1991 dan 1994), Hermawan Susanto (1992), dan Joko Suprianto (1993). 

Baca juga: Anthony Ginting tuntaskan misi juarai China Terbuka
Baca juga: Anthony Ginting bidik gelar juara di China
Baca juga: Anthony Ginting tembus final China Terbuka
Baca juga: Ginting ke Semi final, kembali taklukkan pemain unggulan China
Baca juga: Singkirkan pemain nomor satu dunia, Ginting ke perempat final China Terbuka

Pewarta:
Editor: Tasrief Tarmizi
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Anthony Ginting Juara China Open 2018

Pebulu tangkis tunggal putra Indonesia Anthony Sinisuka Ginting berusaha mengembalikan kok ke arah pebulu tangkis Jepang Kento Momota pada laga final China Open 2018 di di Olympic Sports Center Xincheng Gymnasium, Changzhou, Cina, Minggu (23/9/2018). Anthony Sinisuka Ginting berhasil meraih juara China Open 2018 setelah mengalahkan Momota dengan skor akhir 23-21 dan 21-19. ANTARA FOTO/Humas PP PBSI/kye

Anthony Ginting tuntaskan misi juarai China Terbuka

Jakarta (ANTARA News) – Anthony Ginting sukses menuntaskan misinya dengan meraih gelar juara bulu tangkis China Terbuka 2018 setelah melakukan tekanan keras dan menaklukkan Kento Momota pada laga final di Olympic Sports Center Xincheng Gymnasium, Changzhou, China, Minggu.

Pemain berusia 21 tahun itu mampu memenangkan pertandingan dengan dua gim langsung, 23-21 dan 21-19 melalui pertarungan sengit. Hasil itu adalah gelar individual kedua bagi Ginting setelah menjadi juara Indonesia Master 2018.

Tunggal putra andalan Indonesia yang mengejar gelar pertama untuk level 1.000 itu memang cukup percaya diri sejak gim pertama. Meski sempat tertinggal, pemain kelahiran Cimahi, Jawa Bara,t terlihat tetap tenang meski sang lawan juga tidak segan memberikan serangan yang mematikan.

Drama terjadi saat kedudukan 20-20. Kedua pemain menunjukkan kelasnya dan Momota mampu unggul lebih dulu. Namun, Ginting mampu menyamakan kedudukan menjadi 21-21 dan berikutnya unggul 22-21. Pada poin krusial permainan cepat dilakukan dan berlangsung mendebarkan. Akhirnya, Ginting pun mengakhiri gim pertama dengan pukulan tipuan yang tidak bisa dijangkau lawan dengan poin 23-21.

Memasuki gim kedua, persaingan kembali berlangsung sengit. Momota juga menekan bahkan unggul jauh 8-5. Keunggulan itu didapat karena Ginting banyak melakukan kesalahan dan menguntungkan pemain asal Jepang itu. Pada interval pertama, unggulan ketiga China Terbuka itu unggul 11-8.

Meski tertinggal, pemain berusia 21 tahun ini tetap tenang. Dengan pukulan keras dan terarah serta adu netting poin demi poin mampu diraih dan membuat kedudukan menjadi sama kuat 16-16 meski sebelumnya sempat tertinggal empat poin.

Momota juga tidak tinggal diam karena mampu unggul terlebih dahulu menjadi 17-16. Namun, Ginting juga terus membuat kejutan dengan menyusul dan bahkan mampu unggul 18-17. Poinpun sempat sama kuat 18-18 dan berlanjut menjadi 19-19. Kondisi ini membuat tegang pelatih maupun penonton.

Melalui tekanan yang keras, Ginting mampu unggul 20-19. Pada poin penentuan, anak asuh Hendri Saputra mampu bermain lebih tenang dan akhirnya smes yang tidak begitu keras mampu menjadi penentu kemenangan dengan skor 21-19.

Dengan kemenangan ini, Ginting bisa dikatakan sebagai pemain super karena untuk menjadi juara harus mengalahkan empat juara dunia mulai dari Lin Dan, Victor Axelsen, Chen Long dan yang terakhir Kento Momota.

Baca juga: Anthony Ginting bidik gelar juara di China

Pewarta:
Editor: Imam Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Greysia/Apriyani gagal ke final China Terbuka, takluk dari Misaki/Ayaka

Jakarta  (ANTARA News) – Ganda putri Indonesia Greysia Polii/Apriyani Rahayu gagal ke final setelah takluk dari pasangan Jepang Misaki Matsutomo/Ayaka Takahashi pada semifinal turnamen China Terbuka 2018  di Jiangsu, China, Sabtu.

Greysia/Apriyani, seperti dipantau Antara di Jakarta, dari situs resmi Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF), kalah dalam tiga gim 17-21, 21-12, dan 16-21 selama 76 menit permainan turnamen tingkat Super 1000 itu.

Pertandingan semifinal itu menjadi pertemuan kedelapan dari kedua pasangan dengan kedudukan 1-7 untuk Greysia/Apriyani.

Pada pertemuan terakhir mereka dalam Asian Games 2018, Greysia/Apriyani kalah 15-21, 17-21 dari ganda andalan Negeri Sakura itu.

“Misaki/Ayaka punya pola permainan. Itu terbukti karena mereka adalah juara Olimpiade 2016. Teknik permainan mereka bagus. Kami harus berada di atas mereka dalam mental bertanding meskipun pada tingkatan yang sama,” kata Greysia setelah pertandingan perempat final Jumat (21/9), seperti tercantum dalam situs Persatuan Bulu Tangkis Indonesia (PBSI).

Sementara, itu Apriyani mengatakan perlawanan terberat menghadapi pasangan putri Jepang adalah berganti pola permainan secara cepat setelah kehilangan poin.

“Paling melelahkan bagi saya adalah ketika harus mempertahankan fokus permainan dan menjaga pikiran. Durasi latihan kami lebih lama dibanding pertandingan. Tapi, pertandingan lebih melelahkan empat kali lipat dibanding latihan karena harus menjaga fokus permainan,” kata Apriyani.

Kekalahan Greysia/Apriyani berarti Indonesia hanya menempatkan satu wakil pada pertandingan final turnamen berhadiah total satu juta dolar AS itu yaitu Anthony Ginting pada nomor tunggal putra.

Anthony akan menghadapi tunggal putra Jepang Kento Momota yang mengalahkan pemain tuan rumah Shi Yuqi pada laga semifinal 21-10, 21-17. 

Pewarta: Imam Santoso
Editor: Dadan Ramdani
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Kesalahan servis jegal Kevin/Marcus pertahankan gelar juara China Terbuka

Jakarta, (ANTARA News) – Peluang pasangan atlet bulu tangkis ganda putra Indonesia Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon untuk mempertahankan gelar juara China Terbuka 2018 terjegal kesalahan servis pada pertandingan semifinal yang berlangsung di Changzhou, Jiangsu, China, Sabtu.

“Pukulan servis saya dinyatakan salah empat kali oleh hakim servis pertandingan. Kami sudah rugi poin dan ditambah fokus yang juga terpengaruh ketika akan kembali melakukan servis,” ujar Marcus selepas pertandingan di China seperti dipantau Antara di Jakarta dari situs resmi Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI).

Pasangan yang akrab disapa Minions itu kalah dari ganda tuan rumah Han Chengkai/Zhou Haodong dalam permainan selama 45 menit dengan skor 19-21, 21-11, 17-21 turnamen tingkat Super 1000 itu.

Kevin/Marcus mengaku tidak dapat mengatasi permainan cepat dan keras Han/Zhou, terutama pada gim pertama. Setelah mendapatkan poin imbang 18-18, permainan taktis Han/Zhou mematahkan serangan balik Kevin/Marcus sehingga kehilangan gim pertama.

Meskipun mendapatkan kemenangan pada gim kedua, permainan Kevin/Marcus kembali dimentahkan Han/Zhou saat poin-poin kritis 16-16 gim ketiga.

“Kesalahan servis itu mempengaruhi permainan kami. Tipe shuttlecock di sini memungkinkan serangan-serangan kencang. Kalau kami tidak dapat konsentrasi dengan servis, kami harus bagaimana?” kata Kevin tentang permainan mereka pada semifinal China Terbuka 2018.

Marcus mengharapkan pertandingan bulu tangkis dalam turnamen-turnamen internasional mempunyai alat pengukur sehingga lebih akurat dalam menilai kesalahan servis para pemain.

“Tipe permainan lawan hari ini sama dengan pasangan-pasangan lain Tiongkok,” ujar Marcus.

Pada turnamen China Terbuka 2017 yang berlangsung di Fuzhou, China, Kevin/Marcus meraih gelar juara setelah mengalahkan pasangan Denmark Mathias Boe/Carsten Mogensen dalam dua gim 21-19, 21-11.

Baca juga: Minions tersingkir pada semifinal China terbuka

Pewarta:
Editor: Aditya Eko Sigit Wicaksono
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Lee Chong Wei didiagnosa terkena kanker

Jakarta (ANTARA News) – Bintang bulutangkis Malaysia Lee Chong Wei didiagnosa menderita kanker hidung dan saat ini mendapatkan perawatan medis di Taiwan.

“Menanggapi laporan baru-baru ini terkait Datuk Lee Chong Wei, BAM mengonfirmasi jika sang atlet telah didiagnosa dengan kanker hidung tahap awal,” Demikian Asosiasi Badminton Malaysia (BAM) pada Sabtu melalui laman resminya.

Chong Wei dilaporkan menunjukkan respon yang baik terhadap perawatan yang dia dapatkan di Taiwan dan saat ini sedang beristirahat untuk memulihkan diri ditemani keluarga dan teman-teman dekatnya.

“Kami memohon semuanya untuk menghormati privasinya da keluarganya. BAM terus kontak dengan Chong Wei dan kami akan membantu sebisa kami untuk pemain legenda kita,” kata BAM.

Sebelumnya pada Juli BAM menyatakan bahwa pebulutangkis tunggal putra peringkat dua dunia Lee Chong Wei akan absen pada Kejuaraan Dunia dan Asian Games karena menderita gangguan terkait pernafasan.

Lee Chong Wei adalah peraih medali perak Olimpiade tiga kali; 2008, 2012, dan 2016.

Chong wei juga merupakan peraih medali perak Kejuaraan Dunia 2011, 2013, dan 2015, serta medali yang sama di Asian Games 2010.

Baca juga: Lee Chong Wei absen di Asian Games dan Kejuaraan Dunia, kenapa ya?

Pewarta:
Editor: Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Gregoria kalah pada perempat final China Terbuka

Jakarta (ANTARA News) – Atlet bulu tangkis tunggal putri Indonesia Gregoria Mariska Tunjung kalah dari pemain Jepang Nozomi Okuhara pada pertandingan putaran perempat final turnamen China Terbuka 2018 yang berlangsung di Changzhou, Jiangsu, China, Jumat.

Greogria, seperti dipantau Antara di Jakarta dari situs Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF), kalah dari pemain unggulan delapan itu dalam tiga gim 15-21, 21-19, 12-21 selama 55 menit permainan.

Catatan pertemuan kedua pemain menjadi 0-2 bagi Gregoria setelah hasil pertandingan perempat final turnamen Super 1000 itu. Sebelumnya, pemain Merah-Putih peringkat 21 dunia itu kalah dari Nozomi pada Kejuaraan Bulu Tangkis Beregu Asia 2018 dalam tiga gim 5-21, 21-19, 15-21.

Atlet asal klub Mutiara Cardinal Bandung itu merupakan satu-satunya wakil Indonesia pada nomor tunggal putri turnamen China Terbuka 2018.

“Penampilan saya belum stabil. Rasa percaya diri juga masih sering hilang dan kadang muncul lagi karena selalu memikirkan cara bermain. Padahal, saya harus berkonsentrasi dengan permainan yang saya jalani,” kata Grego seperti tercantum dalam situs resmi Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI).

Gregoria mengakui ketika harus berhadapan dengan pemain yang punya peringkat dunia di atasnya masih kalah percaya diri dan seringkali kalah dalam pertandingan. “Jalan karir saya masih jauh ke atas,” ujarnya.

Indonesia menempatkan tiga wakil pada putaran semifinal turnamen berhadiah total satu juta dolar AS itu. Mereka adalah tunggal putra Anthony Sinisuka Ginting, ganda putra Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon, dan ganda putri Greysia Polii/Apriani Rahayu.

Pewarta: Imam Santoso
Editor: Tasrief Tarmizi
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Anthony Ginting Melaju Semifinal China Open 2018

Pebulu tangkis Indonesia Anthony Sinisuka Ginting menyapa penonton seusai mengalahkan pebulu tangkis Cina Chen Long pada pertandingan perempat final Cina Open di Olympic Sports Center Xincheng Gymnasium Changzhou, Jiangsu, Cina, Jumat (21/9/2018). Ginting melaju ke semifinal setelah menang dengan skor 18-21, 22-20, 21-16. ANTARA FOTO/Humas PBSI/kye

Ricky/Deby harapan terakhir ganda campuran di China Terbuka

Jakarta (ANTARA News) – Ricky Karanda/Debby Susanto menjadi satu-satunya pasangan ganda campuran Indonesia untuk bisa menembus babak perempat final turnamen bulutangkis China Terbuka setelah di babak kedua menang atas ganda China Lu Kai/Chinchen Lu 21-18, 21-19 di Olympic Sports Center Xincheng, Changzhou, Kamis.

Kemenangan Ricky/Debby menjaga asa Indonesia untuk meraih gelar setelah harapan utama, Lilyana Natsir/Tantowi Ahmad dijegal pasangan Jepang Yuta Watanabe/Arisa Higashino di babak kedua dengan skor 21-12, 14-21, 21-12.

Dua pasangan campuran Indonesia lain, yakni Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti dan Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja, sudah tersingkir di babak pertama.

Pada perempat final, Ricky/Debby akan menantang unggulan empat asal China, Tang Chun Man/Tse Ying Suet  yang menang atas  ganda Malaysia Tan Kian Meng/Lai Pei Jing, 19-21, 21-16, 24-22 

Pewarta: Dadan Ramdani
Editor: Atman Ahdiat
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Singkirkan pemain nomor satu dunia, Ginting ke perempat final China Terbuka

Jakarta (ANTARA News) – Anthony Sinisuka Ginting maju ke perempat final turnamen bulu tangkis China Terbuka setelah di babak kedua secara mengejutkan menyingkirkan pemain nomor wahid dunia, Viktor Axelsen 21-18, 21-17 di Olympic Sports Center Xincheng, Changzhou, Kamis.

Kemenangan tersebut sekaligus merupakan balas dendam Ginting atas pebulu tangkis Denmark yang mengalahkannya pada perempat final Jepang Terbuka 2018 pekan lalu. Dengan demikian skor pertemuan antara kedua pemain menjadi 2-1 untuk keunggulan Ginting.

Anthony Sinisuka Ginting  melaju ke babak kedua China Terbuka 2018 setelah mengalahkan legenda hidup tuan rumah, Lin Dan, pada babak pertama.

Ginting memang mendapat hasil undian yang kurang menguntungkan di China Terbuka 2018 kali ini. Di tempatkan di pool atas, Ginting harus langsung berhadapan dengan Lin Dan di babak pertama dan Axelsen di babak kedua. Batu sandungan berikutnya yang harus dilewati Ginting di babak perempat final  adalah pemenang antara unggulan enam asal China, Chen Long, dan pemain kawakan Denmark,  Jan O Jorgensen.

Pewarta:
Editor: Atman Ahdiat
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Hendra/Ahsan melangkah ke putaran kedua China Terbuka

Jakarta (ANTARA News) – Pasangan atlet bulu tangkis ganda putra Indonesia Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan melangkah ke putaran kedua turnamen China Terbuka 2018 setelah mengalahkan ganda tuan rumah Liu Cheng/Zhang Nan pada laga pertama di Changzhou Jiangsu, China, Rabu.

Hendra/Ahsan, seperti dipantau Antara di Jakarta dari situs resmi Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF), menang dalam dua gim langsung 21-19, 21-14 selama 30 menit permainan turnamen Super 1000 itu.

“Kami mengandalkan strategi permainan karena angin di lapangan dan tipe kok dalam permainan tadi susah. Kami harus benar-benar fokus dalam permainan,” kata Ahsan di China seperti tercantum dalam situs Persatuan Bulu Tangkis Indonesia (PBSI).

Ahsan mengaku dapat tampil baik dalam turnamen berhadiah total satu juta dolar AS itu meskipun masih memerlukan perawatan menyusul cedera pinggang sebelum mengikuti Jepang Terbuka 2018.

“Saya masih bisa menyimpan tenaga karena tidak banyak melakukan permainan reli tadi. Kondisi saya memang belum pulih 100 persen,” kata Ahsan.

Pada laga putaran kedua, Hendra/Ahsan akan menghadapi wakil lain tuan rumah Huang Kaixiang/Wang Yilyu yang merupakan pasangan atlet muda.

“Mereka punya tipe permainan sebagaimana pemain-pemain lain China yaitu kecepatan dan kekuatan serangan. Kami harus fokus pada pola permainan kami,” ujar Hendra.

Sementara, Ahsan mengatakan pasangan muda China itu punya keunggulan permainan yang rapi baik dalam serangan ataupun pertahanan. “Kami harus berjuang buat besok,” ujar Ahsan.

Ganda putra lain Indonesia yang juga melaju ke putaran kedua China Terbuka adalah Berry Angriawan/Hardianto. Berry/Hardianto mengalahkan pasangan Denmark Mads Conrad Petersen/Mads Piele Kolding pada laga pertama 22-20, 11-21, 21-16. 

Pewarta: Imam Santoso
Editor: Tasrief Tarmizi
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Anggi/Ketut tumbang dari unggulan Jepang di China

Jakarta (ANTARA News) – Pasangan atlet bulu tangkis ganda putri Indonesia Anggia Shitta Awanda/Ni Ketut Mahadewi Istarani tumbang dari turnamen China Terbuka 2018 setelah kalah dari ganda Jepang Yuki Fukushima/Sayaka Hirota dalam laga pertama di Changzhou Jiangsu, China, Rabu.

Anggi/Ketut, seperti dipantau Antara di Jakarta dari situs resmi Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF), kalah 16-21, 21-14, 24-26 selama 66 menit permainan turnamen berhadiah total satu juta dolar AS itu.

Hasil turnamen China Terbuka 2018 itu sekaligus menjadi kekalahan kelima pasangan Merah-Putih itu dari Yuki/Sayaka dari tujuh pertemuan mereka sejak turnamen Vietnam International Challenge 2015.

Anggia/Ketut mempunyai peluang besar untuk mengalahkan pasangan peringkat pertama dunia itu setelah unggul 20-18 pada gim ketiga. Hanya saya, ganda putri Negeri Sakura mampu mengimbangi perolehan poin dan menutup kemenangan pada 26-24.

“Kami bermain ragu-ragu pada gim pertama karena lapangan cukup berangin. Kami khawatir serangan kami justru menjadi bola keluar,” kata Anggia selepas permainan seperti tercantum dalam situs Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI).

Anggia mengaku bermain lebih percaya diri bersama Ketut pada gim kedua karena serangan lawan seringkali keluar dari garis lapangan.

“Saat kami unggul pada gim ketiga, kami tidak dapat mematikan lawan. Padahal, kesempatan bagi kami terbuka. Kami juga merasa tidak beruntung pada poin-poin kritis game setting,” kata Anggia.

Sementara, Ketut mengaku serangan-serangan balik pada permainan reli-reli panjang gim ketiga salah arah sehingga lawan justru banyak mendapatkan poin.

Meskipun Anggia/Ketut tersingkir dalam turnamen China Terbuka 2018, Indonesia masih mempunyai dua pasangan yang telah lolos ke pertandingan putaran kedua. Mereka adalah ganda Greysia Polii/Apriani Rahayu dan Della Destiara Haris/Rizki Amelia Pradipta.

Pewarta: Imam Santoso
Editor: Tasrief Tarmizi
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Fajar/Rian singkirkan unggulan tiga China Terbuka 2018

Jakarta  (Antara News) – Pasangan ganda putra Indonesia Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto menyingkirkan ganda Jepang Takeshi Kamura/Keigo Sonoda pada babak pertama China Terbuka 2018  di Changzhou, Jiangsu, China, Selasa.

Fajar/Rian, seperti dipantau Antara di Jakarta dari situs resmi Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF), menaklukkan Kamura/Sonoda dalam tiga gim 20-22, 21-15, 21-15 selama 48 menit.

Kemenangan itu sekaligus menyamakan kedudukan Fajar/Rian menjadi 3-3 dalam pertemuan mereka dengan pasangan Jepang yang menempati peringkat tiga dunia itu. Sebelumnya pada Kejuaraan Dunia 2018 Fajar/Rian kalah dari Kamura/Sonoda 17-21, 16-21.

“Kami masih menyesuaikan diri dengan kondisi lapangan yang sangat berbeda dengan lapangan pada Jepang Terbuka, seperti shuttlecock ataupun kondisi angin,” kata Fajar seperti tercantum dalam situs Persatuan Bulu Tangkis Indonesia (PBSI).

Rian mengatakan kemenangannya atas Kamuran/Sonoda dilatarbelakangi permainan bola-bola “no lob” karena kondisi di lapangan China tidak memungkinkan pasangan Indonesia itu untuk bermain bertahan.

“Kami berusaha untuk terus unggul pada pukulan-pukulan servis dan pukulan pembuka. Kami sudah punya strategi permainan ketika menghadapi Kamura/Sonoda,” kata Rian.

Pada  putaran kedua,  Kamis,  Fajar/Rian akan menghadapi pasangan tuan rumah He Jiting/Tan Qiang yang menempati peringkat 19 dunia. Ganda Indonesia itu mempunyai catatan satu kemenangan atas He/Tan pada turnamen Jerman Terbuka 2018.

“Mereka adalah pasangan yang sedang bersemangat dan punya grafik penampilan bagus baik dari sisi kecepatan ataupun kekuatan serangan. Kami harus mewaspadai hal itu,” ujar Rian.

Selain Fajar/Rian, Indonesia menempatkan lima pasangan putra pada China Terbuka yang akan bertanding pada Rabu (19/9). Lima pasangan itu adalah Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon, Ade Yusuf/Wahyu Nayaka, Ricky Karandasuwardi/Angga Pratama, Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan, dan Berry Angriawan/Hardianto. 

Baca juga: Anthony Ginting bikin kejutan di China Terbuka

Baca juga: Owi/Butet taklukkan ganda Jepang pada China Terbuka
 

Pewarta:
Editor: Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Anthony Ginting bikin kejutan di China Terbuka

Jakarta (ANTARA News) – Pebulu tangkis tunggal putra Indonesia, Anthony Sinisuka Ginting, membuat kejutan dengan mengalahkan salah satu pemain tangguh yaitu Lin Dan pada kejuaraan China Terbuka 2018 di Changzhou, Jiangsu, China, Selasa.

Kemenangan Anthony Ginting ini jelas menjadi kebanggan karena mampu mengalahkan salah satu pemain idolannya dengan lewat laga rubber game dengan skor 22-24, 21-5 dan 21-19.

Perjalanan Anthony untuk meraih kemenangan sebenarnya sudah terlihat sejak gim pertama bahkan mampu unggul. Namun pada gim pertama ini salah satu pemain andalan Indonesia harus menyerah dengan skor 22-24. Pada gim kedua Anthony tampil trengginas dan menang dengan skor 21-5.

Pada gim ketiga Anthony yang sudah unggul jauh 16-10. Namun, Anthony membuang banyak kesempatan dan membuat Lin bangkit. Keadaan menjadi menegangkan saat Lin dengan dramatisnya berhasil menyusul jadi 18-18. Ia bahkan balik memimpin pada kedudukan 19-18 dan membuat Anthony berada dalam tekanan termasuk dari penonton.

Meski demikian, Anthony tetap bermain dengan tenang. Riuh penonton di Olympic Sports Center Xincheng Gymnasium yang mendukung lawannya, ternyata tidak membuat semangatnya luntur. Ia terus berusaha untuk mengumpulkan keyakinannya dan menyelesaikan permainan dengam skor 21-19.

“Saat krusial itu, saya berusaha untuk main net lagi, seperti yang saya lakukan sebelumnya dan memberi saya banyak poin. Waktu kehilangan banyak angka di kedudukan 16-10, Lin memaksa saya untuk mengarahkan bola ke atas dan pengembalian saya seringkali out,” kata Anthony dalam keterangan resmi yang dilansir PB PBSI.

Baca juga: Jonatan, Ginting, Ihsan saling memotivasi

“Waktu unggul jauh itu memang ada rasa tegang juga, tapi saya mencoba untuk benar-benar fokus lagi. Saat saya tahu posisi dia tidak enak, langsung saya cepatkan temponya,” kata Anthony menambahkan.

Anthony sendiri mengaku sudah mengantisipasi pertandingan melawan Lin Dan akan berjalan alot. Apalagi Lin Dan bermain di depan publiknya sendiri.fan dukungan penuh penonton terus diberikan sepanjang pertandingan.

“Dari game pertama saya lihat dia sudah fokus dan mainnya ngotot. Walaupun saya jungkir balik mempercepat permainan, tetap saja dia paksa untuk ambil bola. Beda dengan di game kedua dan ketiga,” kata Anthony menegaskan.

Anthony berharap dirinya bisa tampil kian stabil pasca mencatat hasil baik di Asian Games 2018. Ia berkata bahwa banyak pelajaran yang didapatnya di pesta olahraga se Asia tersebut. Pada babak kedua China Open 2018, Anthony akan berhadapan dengan unggulan pertama, Viktor Axelsen.

Baca juga: Pelatih kawal konsistensi atlet bulu tangkis selepas Asian Games

Baca juga: Lima yel-yel favorit pendukung badminton Indonesia

Pewarta: Bayu Kuncahyo
Editor: Junaydi Suswanto
COPYRIGHT © ANTARA 2018